Kesempatan dalam suatu majelis ta'lim kita niatkan mencari ilmu. Mendengarkan dan menyerap segala informasi dengan saksama. Kali ini bersama Ibu Nyai Hj. Nurul Ain dari Selir, Wates Kediri.
Ada beberapa ilmu yang bisa ditangkap dari beliau sekaligus menjadi pengingat. Ada tiga hal yang merusak segala ibadah yang telah kita lakukan. Seperti halnya ketika di bulan Ramadhanbkemarin, kita berlomba-lomba taqorrubilallah mengahtamkan Al Quran, jamaah lima waktu tiada putus, shodaqoh, infaq, sholat sunnah tahajud tiap malam. Namun, ketika Ramadhan berlalu. Semua amalan ibadah itu juga berlalu. Jangan sampai ini terjadi.
Bahkan tanpa kita sadari. Seingat kita, kita sudah maksimal dalam ibadah. Nyatanya tanpa terasa ada tiga hal yang merusak segala bentuk ibadah itu? Diantaranya adalah pertama, jangan suka mengumbar aib orang lain, menghosipkan orang lain, menjelek-jelekkan orang lain. Sebab hal demikian inilah sebenarnya yang akan merusak diri kita. Merasa paling benar akan segala yang dimiliki. Merasa paling dan paling. Inilah perkara yang sangat sangat harus dihindari.
Kedua, hindarilah hati yang keras. Hati yang keras sangat berbahaya. Kerasnya hati pula yang akan membutakan segala kebenaran. Susah menerima nasehat kebaikan. Maunya sendiri, bertindak dengan penuh keegoisan. Jika dirasa kita sedikit arogan akan sikap tersebut, maka harus berhati-hati, jangan-jangan ada tanda hati kita mengeras meskipun itu hanya senoktah. Harus cepat sadar dan waspada dan segera kembali di jalan yang benar. Oleh karena itu, betapa pentingnya beristighfar, memohon ampun kepadaNya.
Ketiga, yakni hindari kedzaliman. Dzalim terhadap diri sendiri maupun dengan orang lain. Dzalim dengan berkembangnya zaman medianya sangat beragam dan sangat mudah terjadi, tidak hanya terjadi secara langsung. Salah satunya melalui media sosial. Oleh karena itu, hindari kedzaliman apapun medianya. Lebih bijaksana menggunakan dan memanfaatkan teknologi. Tidak perlu pasang story, dengan tujuan mengumbar kejelekan, kebohongan apalagi memfitnah. Nadzubillah
Maka sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Harus berhati-hati dengan menjaga, merawat, memelihara Habluminallah dan harus seimbang dengan Hambluminannas. Jangan sampai segala bentuk ibadah kita bernilai kosong akibat hubungan sesama manusia kita tidak baik. Berlaku juga untuk sebaliknya.
Salam semangat
.jpeg)
Bermanfaat.
BalasHapusTerima kasih prof
BalasHapus