Pada bulan-bulan ini, pemerintah khususnya di Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi lagi gencarnya mengenalkan program Kurikulum Merdeka. Hal ini sebenarnya sebagai pilihan untuk pemulihan pendidikan dan pembelajaran tahun 2022 sampai dengan 2024. Sebelumnya kita tahu, ada kurikulum 2013 yang telah kita laksanakan sebelum pandemi. Kemudian pandemi melanda, otomatis ada modifikasi antara kurikulum 2013 dan kurikulum darurat dan dilaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Mungkin, masih belum banyak yang memahami secara menyeluruh adanya kurikulum ini. Oleh karena itu, sebagai pendidik kita juga harus rajin mengikuti informasi terbaru, minimal membaca. Apa itu kurikulum merdeka, bagaimana perkembangan dan implementasinya ke depan. Jangan hanya acuh, artinya mengabaikan begitu saja. Bahkan ketika ada sosialisasi berkaitan dengan hal tersebut, tidak berkenan hadir, ini sangat mengecewakan.
Sebenarnya, apapun isi dalam kurikulum yang dikembangkan, kita sebagai pendidik, harus mau mempelajarinya. Meskipun, di lapangan kita banyak menemukan kesulitan, ketidak siapan, ketidak sesuaian, dan mungkin ketidak maksimalan. Kita sering mendengar "ketika ganti menteri, atau birokasi pemerintahan, pasti akan ganti kurikulum". Ini mungkin memang terjadi, tetapi sekali lagi kita sebagai pendidik harus bijaksana, dan siap akan perubahan.
Kurikulum merdeka ini sebenarnya kurikulum yang mengacu pada bakat minat para peserta didik. Peserta didik bisa memilih pelajaran yang sesuai dengan bakat minatnya. Mungkin di tingkat aliyah atau sekolah tinggi menengah ke atas dan perguruan tinggi, sudah mampu memilih dan dilakukan sendiri, Namun, di madrasah ibtidaiyah atau sekolah dasar, MTs atau SMP masih butuh untuk dibantu oleh gurunya.
Sedangkan karakteristik kurikulum merdeka sebenarnya fokus pada kompetensi dasar literasi dan numerasi. Dan berdasarkan informasi yang saya baca, sebenarnya guru akan lebih fleksibel karena sudah mengetahui secara dalam karakter peserta didik itu sendiri. Dan jauh lebih mudah menentukan misalnya materi, media, dan jenis evaluasinya. Lalu, bagaimana implementasinya atau penerapannya, bulan Mei lalu, sudah dimulai untuk sosialisasi keberbagai penjuru daerah, termasuk hari ini dilaksanakan di MAN 1 Tulungagung.
Perlu digaris bawahi, sekali lagi sebagai pendidik sekali lagi jangan acuh dan cuek terhadap segala perubahan terutama di bidang pendidikan entah kurikulumnya, sistem pengajarannya, medianya, dan evaluasi pembelajarannya. Mari terus update, upgrade, segala keilmuan dan informasi, jangan hanya bisa menyalahkan kepemimpinan dia atas, kita balik pola pikir kita, ayo bersama-sama mendukung program tersebut. Dengan cara buktikan dan siapkan dengan betul kualitas terbaik kita sebagai pendidik yang bisa mengantarkan anak bangsa menjadi lebih baik. Mari terus memupuk niat yang baik dan semangat berjuang untuk anak negeri.
Salam Semangat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar