Jumat, 17 Juni 2022

Mempelajari Kepribadian




Kepribadian seseorang, dapat kita pelajari. Salah satunya di dalam ilmu psikologi. Kepribadian itu berbeda dengan sikap menurut saya. Sebab sikap akan tergantung kepada siapa yang kita hadapi.

Sebagai pendidik, kita pasti pernah mendapatkan mata kuliah perkembangan psikologi pendidikan. Di jurusan pendidikan pasti ada mata kuliah tersebut. Pertanyaannya seberapa faham dan sampai dimana kefahaman kita terhadap mata kuliah tersebut. Lalu apa yang bisa kita aplimasikan dari ilmu tersebut.

Kepribadian menurut Umar Bin Khattab pun, kita bisa mempelajarinya melalui tiga hal. Diantaranya adalah menjadi tetangga, lalu berurusan dengan dia perihal uang dan bersamailah dia ketika perjalanan. Melalui tiga hal tersebut itulah kita bisa tahu kepribadian orang lain.

Kenapa melalui tetangga, sebab yang tahu keseharian aktivitas dari pagi, sore, malam seseorang pasti tetangga, sikap dan akhlak terhadap dengan tetangga, shodaqohnya, kalau jawanya sesrawungannya. Lalu yang kedua melalui urusannya dengan uang. Orang akan terlihat aslinya, jika berurusan dengan uang. Bisa jadi ketika pinjam meminjam. Kalau meminjam manis sekali, giliran waktunya mengembalikan pura-pura lupa. Pada saat itulah, sifat amanah seseorang diuji.

Hal ketiga yaitu dengan berjalan-jalan bersama dengan orang tersebut. Ketika di jalan bersama orang lain, akan sangat terlihat sekali kepribadian aslinya. Apapun gerak gerik tingkahnya sikapnya akan sangat terlihat, loyalitasnya, tepo selironya semuanya. Kepribadian baik dan buruk itu bukan kita sendiri yang bisa menilai, namun kepribadian yang kita miliki bisa dinilai oleh orang lain.

Mari terus membenahi kepribadian kita dengan baik. Berurusan dengan uang, harus jujur, apa adanya. Dalam perjalanan pun, juga demikian bagaimana kita bersikap, kalau pun kita nebeng juga harus tahu diri. Minimal tidak telat yang lainnya kita bisa menempatkan dengan baik. Gratis itu kadang bisa jadi tabu dan tidak tahu diri jika dilakukan berulang-ulang tanpa malu. Naudzubillah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...