Sudah dua minggu jalan di waktu liburan semester genap tahun 2022. Namun, guru tetap masuk untuk piket meskipun tidak setiap hari. Liburan harus benar-benar kita nikmati dengan berbagai kegiatan yang bermakna. Misalkan bercocok tanam, bersih-bersih rumah, menulis dan memasak untuk keluarga. Liburan itu tidak harus mahal, sesuaikan budget yang ada di kantong kita.
Liburan yang murah meriah sangat bisa kita lakukan. Misalnya berkunjung atau bersilaturrahmi ke kakek, nenek atau sanak saudara, berkumpul di rumah melakukan kegiatan membutuhkan kerja sama. Contohnya, bersih-bersih lingkungan rumah, memasak dan makan bersama. Kita gunakan waktu sebaik mungkin.
Liburan ke luar kota pun, boleh dan sah saja dilakukan. Selesai dari aktivitas itu pikiran seharusnya fres atau segar bukan semakin pusing dan lelah. Faktanya terbalik, jika selesai dari luar kota atau luar negeri pasti lelah, dan kembali untuk bermalas-malasan. Hal ini harus kita hindari. Oleh sebab itu, jika liburan ke luar kota atau luar negeri kita persiapkan dengan betul tujuan serta kemanfaatannya.
Liburan ke luar kota, diidentikkan dengan oleh-oleh atau buah tangan. Bagi sebagian orang mungkin suatu yang wajib. Namun, tidak sedikit pula yang mempunyai pendapat hal ini tidak diprioritaskan artinya bukan suatu keharusan. Kalau ada waktu dan uang lebih maka bisa kita belikan dan bawakan pulang. Namun, jika memang tidak ada, tidak perlu di paksakan. Kembali lagi, sesuaikan kantong.
Liburan di maknai dengan saatnya berpenghasilan, boleh saja. Sebagai contoh jiwa interprenur atau kewirausahaannya mulai tumbuh, mencoba hal baru untuk memperoleh pengalaman. Misalnya, jualan macam-macam kue basah, gorengan, pentol atau pernak-pernik yang konsumennya bisa dari teman atau tetangga sendiri. Kegiatan tersebut tetap akan ada manfaatnya. Dan yang melakukannya tidak perlu malu. Mari terus mengisi kegiatan liburan sekolah ini dengan kegiatan yang lebih bermakna.
Salam semangat
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar