Berkah adalah ziyadah atau bertambahnya suatu kebaikan. Bisa dikatakan berkah dengan adanya syukur yang berlipat-ganda. Apapun kegiatan dan profesinya akan dikatakan berkah atau barokah, jika bertambahnya kebaikannya. Kebaikan dari banyaknya kemanfaatan terhadap orang lain.
Berkah tidak harus dinilai dari materi. Mungkin materi berasal dari gaji. Gaji itu terbatas dan memang hak karena kita sudah bekerja. Gaji akan berbeda dengan rizki. Sebab rizki itu memiliki nilai yang tak terbatas. Seperti rizki kesehatan, rizki kebahagiaan, ketenangan, rizki keutuhan dan dikelilingi orang tersayang.
Namun, pada faktanya, kita sering memaknai rizki itu dari gaji dan berupa uang. Gaji yang diterima bernilai keberkahan atau tidak tergantung dengan proses kita mendapatkannya. Misalnya, kerja yang profesional. Pernahkan kita, menerima gaji, dan bertanya sudah pantaskah menerimanya atau malah seringnya merasa kurang dan tak sesuai kinerja kita?
Nah, apapun gejolak hati dan pertanyaan yang ada, berdoalah semoga akan selalu mendapatkan keberkahan darinya. Yang perlu diketahui juga, tidak semua orang akan pro dengan pendapat ini, tetapi setidaknya saya ingin mengajak bahwa tentang gaji dan rizki sangatlah berbeda. Rizki yang barokah akan selalu membawa kepada bertambahnya suatu kebaikan. Mari, terus berproses baik dalam mendapatkan gaji yang lebih barokah. Tidak hanya gaji besar nilai uangnya, tapi makna dari kemanfaatan gaji tersebut harus kita perhitungkan.
Salam Semangat
.jpeg)
Menulis pun sarana untuk meraih berkah
BalasHapussangat setuju prof
BalasHapus