Mengembangkan literasi di dunia pendidikan, memang bukan hal yang mudah. Berjalan sendiri akan terasa melelahkan. Entah apa yang ada di benak beberapa orang yang seakan tuli dan buta terhadap suatu karya. Tidak hanya karya, mungkin menafikan potensi, bakat atau skill yang telah dimiliki oleh para generasi muda dengan berbagai alasan tak penting.
Literasi bukan ajang untuk mencari nama atau bahkan pujian dan sanjungan. Nilai dan makna akan manfaat literasi itulah yang harusnya kita kaji dan gali sedalam-dalamnya. Pada kegiatan literasi berulang-ulang kami tuliskan bahwa manfaatnya sangat besar. Melek huruf, kelancaran dalam membaca, meluaskan wawasan dan informasi dan memberikan kita pengalaman yang luar biasa.
Kegiatan literasi pasti berkecimung di dunia membaca dan menulis. Dan menulis bukan ajang ingin terkenal selayakanya selebritas. Tetapi ingin dikenal dengan prestasi yang lebih baik dan tentunya bernilai manfaat. Tidak hanya harum secara pribadi, namun semuanya, baik lingkungan keluarga, lingkungan kita bekerja bahkan masyarakat luas. Pertanyaannya apakah pejuang literasi jika menemuhi hal semacam ini, harus berhenti?
Tentu saja tidak. Semua akan kembali pada tujuan awal. Berjuang di jalan masing-masing dengan seberapa teguh niatnya. Jika belum berbuat dan mencoba kita tidak akan tahu seberapa besar kemampuan kita. Dan jika belum mampu mewujudkan jangan buru-buru meng-undereatimate apapun urusannya.
Meskipun melelahkan dan penuh dengan cibiran bahkan ejekan, biarlah itu menjadi bumbunya. Jujur, itu memang sulit, selayaknya manusia biasa punya hati dan pikiran dengan kapasitas sensitifitasnya yang berbeda. Diingat saja, orang yang pandai berbicara, suaranya hanya bergaung tanpa bekas di udara. Hilang dihempas angin begitu saja. Namun, jika kita menulis akan selamanya bisa dibaca dan diingat.
Yuk Semangat Lagi Menulis
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar