Senin, 31 Oktober 2022

Bedah Buku Bersama Ning Khilma Anis

 





Berkesempatan untuk hadir di acara bedah buku "Hati Suhita" karya Ning Khilma Anis, di kampus UIN SATU, bagi saya suatu kesempatan yang indah serta pengalaman baru. Awal kesempatan itu diajak oleh teman sesama dosen di STAI MAS Ngunut Tulungagung beliaunya adalah Bu Shofa. Selain itu, mengajak pula dua mahasiswi kami yang kemarin, mendapatkan juara esaay tingkat Nasional.
Banyak sekali ilmu serta pengalaman yang telah kami catat dikesempatan ini. Beliau sosoknya yang anggun, cantik, hebat, dengan karya-karyanya yang sangat menakjubkan membuat penulis pemula seperti saya ini tergugah lagi untuk menekuni dunia menulis. Beliau menceritakan bagaimana perjalanannya menulis, sampai novel ini bisa difilmkan. Beliau juga memberikan tips bagaimana menulis yang tidak hanya bisa  memberikan manfaat bagi diri sendiri tapi juga manfaatnya yang berluber-luber dirasakan oleh banyak orang.
Berdasarkan pemaparan beliau, insyallah filmnya akan rilis di bulan Syawal ke lima. Dan sebagai penulis juga harus sadar akan strategi. Budaya yang diangkat serta tokoh-tokoh, serta alur cerita yang membuat pembaca semakin penasaran dan ingin membaca kelanjutannya. Hampir semua pesertanya adalah perempuan, hanya terhitung beberapa untuk laki-laki.
Seakan semua yang beliau sampaikan tidak ada yang tidak penting. Semua penting, semua manfaat dan salah satunya yang saya catat adalah ketika memberanikan diri untuk menulis, maka harus dibekali dengan membaca.
Kedua, ada "3T" yang harus jadi acuan ketika menulis, yaitu
1. Teken bermakna tongkat, yang berfungsi sebagai himmah atau cita-cita. Tidak boleh seorang menulis, cita-cita stagnan harus berkembang waktu demi waktu.
2. Tekun bermakna istiqomah atau continue. Artinya menulis jangan hanya dijadikan sebuah hobi.
3. Tekan bermakna sampai. Sampai berhasil atau hasil maqsud.
Lalu ada kata ulama besar Imam Ghozali bahwa "Bila engkau bukan putra raja atau putra ulama besar, maka menulislah!”. Dari kisah Imam Ghozali, Ning Khilma menjelaskannya dengan detail. Kita tahu kisah beliau, hanya sebagai manusia biasa, namun karya tulisannya yang hingga saat ini dikenal oleh hampir semua orang. Intinya kebermanfaatan dalam menulis itu sangat banyak.
Menulis juga sarana untuk berdakwah serta mengaji. Maka, saya percaya dan meyakini bahwa menulis akan membawa kepada suatu keberkahan. So, mari mulai menulis dengan praktek menulis. Jangan hanya sebatas angan dan suara.
Salam Literasi
Keep Fighting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...