Jumat, 21 Oktober 2022

Jangan Jalan Ditempat


Pengamatan berjalan hampir empat tahun membuatku sadar. Pengalaman yang semakin hari semakin bertambah tentu saja akan menghasilkan suatu ilmu, pelajaran serta hikmah. Sejatinya manusia hanyalah lelakon saja. Di pewayangan ada dalang yang lebih berkuasa. Maka Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa di hidup kita.

Segala urusan yang terjadi kita wajib melakukan yang terbaik. Dipersiapkan dengan baik, dikelola dengan baik, diputuskan dengan bijaksana dengan diskusi atau musyawarah. Utamanya tanyakan terhadap diri sendiri? Setelah itu baru yang terdekat?

Menjadi manusia jangan menutup diri. Menganggap paling hebat, paling tahu dan paling betul. Tidak mau di kritik apalagi menerima saran. Zaman sekarang bukan zamannya individualisme. Melainkan zaman kolaborasi melek dengan informasi teknologi. Mengadopsi boleh saja, tapi jangan lupa untuk memodifikasi.

Masih ingat betul dalam surah Al Baqarah kita diperintahkan  "Berlomba-lomba dalam kebaikan" tidak berlomba-lomba dalam kemalasan. Kebaikan bisa berarti memodifikasi suatu hal dengan sangat kreatif. Ingat bahwa modifikasi berbeda dengan imitasi.

Jangan sampai mengatas namakan takdir Allah, jika belum berupaya semaksimal mungkin. Jangan sampai mengeluh sebelum bekerja keras dan ada hasil yang nyata. Janji palsu, semua manusia bisa melakukannya hanya modal mulut. Namun, jangan salah akhirat tanggungannya, apalagi urusan dengan umat. Pesan kepada yang masih menganggap medis sosial tidak penting "Ayo bergerak, jangan stagnan tanpa perubahan"

"Tunjukkan Tanggung Jawabmu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...