Sabtu, 15 Oktober 2022

Mengatasi Lingkungan Yang Toxic


Toxic menurut bahasa bermakna racun. Lingkungan yang toxic memiliki arti lingkungan yang beracun atau tidak sehat. Bukan karena keadaan fisiknya, melainkan yang dimaksud dengan lingkungan yang toxic lebih kepada makna keadaan mendalam yang memberikan suatu pengaruh  kurang baik pada kesehatan mental.

Lingkungan yang lebih mengarah kepada keadaan fisik yakni seperti keadaan yang bebas dari segala bentuk pencemaran, mulai dari sampah, limbah atau polusi. Sedangkan lingkungan yang toxic, menurut saya lebih mengarah kepada efek atau pengaruh keberadaan kita di lingkungan tersebut. Hal tersebut bisa disebabkan dari faktor dalam misalnya dari orang-orangnya yang berada di lingkungan tersebut. Lalu ada dari faktor luar, misalnya keadaan yang mempengaruhi ketidak nyamanan adanya lingkungan tersebut.

Pernahkah anda merasakan di lingkungan yang toxic? Lalu apa yang anda lakukan untuk mengindari lingkungan toxic tersebut? Mungkin sedikit berbagi, jika ditanya pernah berada di lingkungan toxic, tentu saja pernah. Biasanya lingkungan yang toxic salah satunya ditandai dengan ketidak adilan perlakuan antara satu dengan anggota yang lain, lalu ketidak keterbukaan dalam suatu urusan, yang utamanya adalah pendapat, kritik serta saran sudah tidak mempan.

Bagaimana mengatasinya? Pertama, paling ekstrim adalah keluar dari lingkungan toxic apapun caranya, jika di dunia kerja mungkin resign adalah pilihan yang tepat. Kedua, cuek artinya abaikan segala yang terjadi, yang paling utama sudah mendapat hak dan menjalan kewajibanmu selesai. Tipikal kedua ini, jatuhnya egois dan kata yang sering diucapkan adalah terserah. Ketiga, tutup telinga apapun suaranya, tetap fokus pada diri kita dan bertanggung jawab akan tugas. Keempat adalah anti sambat, tidak perlu ngobrol dengan semua orang, diam saja, jika tidak perlu tidak usah bersuara.

Sebagai manusia biasa jika berada di lingkungan toxic lama kelamaan pasti tidak bisa bertahan. Apalagi setiap tingkah laku kita dikomentari tidak benar dan tidak tepat, belum lagi jika mental yang dimiliki tidak sekuat yang dibayangkan. Kalau orang Jawa bilang "kecklean" lebih susah untuk menyikapi, sebab hatinya terlalu sensitif, sehingga lingkungan membawa dia semakin sedih. Maka pilihan yang tepat kamu harus keluar dari lingkungan toxic tersebut.

Ada pepatah mengatakan bahwa hidup adalah pilihan, setiap manusia pun boleh memilih, jangan pernah kita menghalangi pilihan orang. Mungkin sekedar masukan, tapi jangan sampai memaksa. Jadi, dari lingkungan yang begitu menyiksa seperti lingkungan toxic, anda bebas memilih untuk bertahan dengan solusi di atas atau memilih untuk selesai dan keluar dari lingkungan tersebut. 

Keep Fighting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...