Perjalanan pengabdian selalu indah. Semakin luas lingkungan serta teman dalam dunia kerja membuat sadar, bahwa masih banyak kekurangan. Belajar tidak akan terbatas, belajar tidak melulu di kelas. Justru kehidupan adalah ladang untuk belajar.
Kadang teori kehidupan terlalu mudah untuk dihafalkan. Tetapi, terjun secara langsung membuat semakin tahu dan faham bahkan membenarkan atau malah berbanding terbalik dengan teori yang ada. Sebagai contoh pada umumnya, siswa sekarang hafal simbol sila pancasila bahkan butir-butirnya. Namun, masih kurang dengan pengamalan dalam dunia nyata.
Menjadi tantangan utama sebagai pengabdi masyarakat. Menjadi pendidik mulai dari paud sampai perguruan tinggi termasuk bentuk pengabdian kepada masyarakat. Sehingga ada suatu kewajiban serta hak untuk meluruskan terutama berkaitan dengan attitude siswa.
Pengabdian kepada masyarakat juga bentuk rasa peduli kita terhadap sesama. Betul sekali jika, seperti apa masa depan Indonesia? Jawabannya tergantung dengan apa yang kita kerjakan sekarang dan menjadi apa kita sekarang. Jangan merasa berat dengan segala profesi yang kita miliki sekarang. Mari terus tanamkan rasa syukur dengan terus berjuang.
Tuntutan masyarakat kadang tidak pernah terbatas. Cara pandangnya pun bermacam-macam. Hal tersebut wajar, sebab masyarakat bukan individual melainkan multi dari berbagai faktor. Cara berfikir kitalah yang harus ditata dan meluas, jika memang kita sebagai pengabdi masyarakat dan melayaninya sepenuh hati. Terima kasihlah kepada Allah yang memberikan kesempatan untuk terjun di masyarakat dengan mendapatkan pengalaman yang berharga.
Salam Semangat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar