Jumat, 28 Oktober 2022

Part 1 Sehat Jasmani dan Rohani


Tes kesehatan tidak bisa dinilai hanya dengan berpatokan pada keadaan fisik. Jika jasmaninya sehat ternyata belum tentu rohaninya juga sehat. Hal ini bisa dibuktikan dengan mengikuti serangkaian tes yang ada di klinik atau rumah sakit. Saya pun kali pertama untuk hal pemeriksaan ini.

Kurang lebih tiga hari, bolak balik ke rumah sakit untuk tes kesehatan jasmani dan rohani. Pemeriksaan ini wajib kami lakukan sebab untuk melengkapi data untuk surat penting. Hari pertama, Senin 24 Oktober 2022 ada tes jasmani, mulai dari berat badan, tinggi badan, tensi. Lalu tes Narkotika atau napza meliputi tes urin di laboratorium.

Hari kedua, Selasa, 25 Oktober 2022 saya balik untuk tes rohani. Pada tes rohani inilah kita akan mengerjakan soal sebanyak lima ratus enam puluh tujuh dalam waktu dua jam. Pada soal tersebut, sebetulnya hanya menjawab "Ya" dan "Tidak" dengan tanda (+) dan (-). Tetapi, butuh konsentrasi dan konsisten yang tinggi. Bentuk soal berupa pernyataan yang dibolak balik dan diulang-ulang. Maka ketelitian, kejelian sangat penting utamanya harus fokus.

Jujur awalnya pusing sebab di dua hari dan tanggal tersebut, saya juga bentrok atau bertepatan dengan tugas harus menjadi pengawas ANBK. Alhamdulillah, Biidznillah dipukul sepuluh siang bisa menyusul teman-teman di rumah sakit tersebut. Di hari kedua tersebut, teman-teman sudah di lokasi dari pukul delapan. Sedangkan saya baru masuk ruangan sekitar pukul sepuluh lebih lima.

Masuk ruangan tes rohani termasuk yang terakhir. Oleh dokter dipandu cara mengisi pada soal yang hampir enam ratus tersebut. Percaya tidak percaya ruangan tersebut dinginnya minta ampun. Namun, Alhamdulillah, saya tidak grogi malah enjoy sekali mengerjakannya meskipun sempat ke kamar mandi. Ketika saya datang, ada teman yang dari pagi berkata "kamu, baru masuk, mau diselesaikan jam berapa?" Cukup saya balas, senyuman.

Setelah dipandu oleh dokternya, saya kerjakan dengan baik. Dan sudah diberikan waktu sekitar pukul dua belas harus selesai. Perlu diketahui, di tes rohani ini ada potensi mengulangnya, sebab tidak valid akibat dari ketidak fokusan dalam menjawab. Hasil dari tes tersebut, akan di berikan pesan lewat WA.

Hari ketiga, ada beberapa teman yang sudah mendapat pesan. Di grup ramai sekali, ikut grogi karena belum mendapat pesan lulus atau mengulang. Selisih beberapa menit, saya mendapat pesan. Alhamdulillah, hasil tes kami dinyatakan valid tanpa harus mengulang. Saya kira tes selesai di tahap mengerjakan soal yang hampir enam ratus tersebut. Ternyata masih ada satu tahap yakni wawancara.

Jadwal wawancara satu sama lain tidak sama. Ada yang hari Kamis pagi ada yang Jumat hari sesuai jadwal yang dikirim oleh rumah sakit melalui WA. Saya kebagian hari ini, dan barengan sama satu teman Bu Fahma. 

Part 2 next

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...