Apakah anda punya teman?
Apakah semua teman anda, juga sahabat anda?
Siapa sahabat anda?
Berteman dengan siapapun bagi saya menyenangkan. Diantara teman yang begitu banyak, diberbagai lingkungan bertemu dengan orang. Saya yang termasuk tipikal manusia yang cepat akrab dan bawel, tentu saja membuat renyah suasana. Kadang-kadang rasa untuk berteman dekat sekaligus menjadi sahabat itu muncul, tapi kadang-kadang juga sebaliknya. Tiba-tiba ada rasa hanya biasa saja, bahkan seakan ada bisikan hati kecil tidak usah terlalu dalam dan dekat nanti kecewa.
Hal tersebut membuat seakan membangun pembatas ketika berteman. Sahabat biasanya ruang lingkupnya lebih sempit ketimbang berteman atau hanya berkenalan. Jangan sampai kita mengaggap dia sahabat, tapi ujungnya kita hanya dianggap teman biasa. Itu menyakitkan, sehingga ketika memilih dan menentukan sahabat benar-benar harus klop di berbagi lapisan serta karakter yang kita miliki. Kekurangan yang dimiliki dia dan kita miliki harus dibangun kesepakatan untuk saling memahami dan ditutupi.
Komunikasi juga menjadi kunci utama, bahkan ketika persahabatan yang tulus akan merambah kepada orang tua masing-masing. Orang tua kita menganggap orang tua sahabat kita bersaudara. Intinya kedekatan tersebut terbangun menjadi saudara dan keluarga. Sahabat juga tidak akan pernah sungkan dan menasihati jika kita salah. Lalu, tidak pernah perhitungan artinya ketika kita sulit pasti dia peka untuk membantu. Mengenalkan berbagai hal baru, memahami hobi kesukaan dan ketidak senangan keduanya.
Kemudian mau berproses untuk sukses bersama. Misalnya komitmen untuk lulus bersama, mencari pekerjaan bersama dan saling membantu. Saya pun memiliki sahabat, yang demikian. Dia menularkan hobi yang menurut saya, saya belum pernah miliki. Bahkan kami dipersatukan di tempat kerja yang sama. Saya sangat bersyukur memiliki sahabat seperti dia. Bahkan warna baju, kerudung, warna lipstik sering seragam.
Orang lain mungkin memaknainya dengan sebuah chemistry. Namun, sebetulnya itu alami, seperti contoh tanpa terencana memakai baju warna senada. Itu sangat menyenangkan, tertawa bersama. Jika pun kita sedih dia berusaha menguatkan bahkan membuat tertawa agar lupa dengan segala masalah yang kita hadapi. Dalam persahabatan pernahkah berselisih faham? Tentu saja, namun tetap saja akan mencari. Sekalipun berdebat diwaktu itu, sejam kemudian pasti mencari dan WA nan ada aja yang dibahas. Itulah kehangatan sahabat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar