Selasa, 22 November 2022

Berbekal Pengalaman Saja

 


Sebenarnya, bukan hal baru membuat teks pidato. Akan tetapi, tetap menjadi tantangan dalam membuatnya jika kita tidak terbiasa untuk membaca banyak buku tentang keilmuan dan informasi serta keadaan dunia hari ini. Ada beberapa hal penting yang harus terlebih dahulu dipahami oleh pembuat teks pidato, diantaranya: kita harus tahu topik atau tema yang akan ditulis dan benar-benar harus kita fahami secara mendalam. Lalu untuk keperluan apa kita membuatnya, siapa yang akan membacanya dan seberapa besar yang akan mendengarkannya.

Pidato bukan hanya sebuah teks singkat dan dibaca begitu saja, artinya pidato memiliki pesan informasi, ilmu yang disebarkan dan didengarkan oleh orang banyak. Maka tentu saja dalam penyampaiannya terdapat teknik tertentu. Tujuannya agar pesan atau informasi tersebut benar-benar sampai kepada yang mendengarkan. Diantaranya adalah suara, artikulasinya, pembawaan, mimik, penekanan pada kata dan kalimat serta gaya bahasa. Hal tersebut harus dikuasai oleh pembawa pidato.

Berekal pengalaman sejak dini di usia sekolah sampai perkuliahan senang mengikuti beberapa jenis lomba seperti pidato, puisi atau teater, tilawah hal tersebut ternyata sangat memberikan bermanfaat. Dan Allah menempatkan diri ini sampai detik ini diberikan kesempatan untuk tetap belajar menjadi penulis pidato, membimbing dan pendamping siswa untuk mengikuti lomba tersebut. Hal demikian wajib kita syukuri, dengan tidak hanya mengucapkan Alhamdulillah, namun bagaimana terus exsis dan mempertahankan prestasi dan berkarya. Ketika di kota Malang pernah membimbing, mendapingi dan mengantar siswa sampai pada tingkat sekota Malang. Alhamdulillah juara, begitu juga ketika pulang ke kampung halaman Alhamdulillah merambah di pidato tiga bahasa Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris juga mendapat juara, meskipun masih di tingkat kecamatan dan antar kecamatan.

Kini waktunya untuk berkembang lagi, mengorisinalkan sebuah karya. Salah satunya menulis teks pidato, setelah teks jadi hal rutin yang saya lakukan adalah meminta beberapa teman, guru bahkan suami, Om saya untuk membacanya. Tujuannya, agar ketika menemukan sebuah dalil sudah tepat apa belum, penulisan juga sudah sesuai apa belum, utamanya mudah di pahami atau tidak. Intinya sebagai editing dari teks pidato tersebut.

Setelah itu, baru mempraktikkan untuk membacanya. Bisa dilakukan dihadapan kaca jika sendiri. Namun, yang lebih membantu membacanay di depan orang seperti dilihat oleh keluarga, guru atau teman. Lalu, jangan lupa meminta pendapat mana yang kurang mana yang lebih, mana yang di tambah. Hal ini berfungsi ketika kita melatih, tidak hanya sekedar melihat dan mendengar kita bisa merasakan sampai dimana kefahaman yang teknik yang benar. Utamanya untuk melatih mental yang kuat dan percaya diri. Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan ketika membuat teks pidato dan melatih pidato. Mari terus mengembangkan diri dengan cara jangan lupa berkarya.

Salam semangat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...