Sebenarnya, bukan hal
baru membuat teks pidato. Akan tetapi, tetap menjadi tantangan dalam membuatnya
jika kita tidak terbiasa untuk membaca banyak buku tentang keilmuan dan
informasi serta keadaan dunia hari ini. Ada beberapa hal penting yang harus terlebih
dahulu dipahami oleh pembuat teks pidato, diantaranya: kita harus tahu topik
atau tema yang akan ditulis dan benar-benar harus kita fahami secara mendalam.
Lalu untuk keperluan apa kita membuatnya, siapa yang akan membacanya dan
seberapa besar yang akan mendengarkannya.
Pidato bukan hanya sebuah
teks singkat dan dibaca begitu saja, artinya pidato memiliki pesan informasi,
ilmu yang disebarkan dan didengarkan oleh orang banyak. Maka tentu saja dalam
penyampaiannya terdapat teknik tertentu. Tujuannya agar pesan atau informasi
tersebut benar-benar sampai kepada yang mendengarkan. Diantaranya adalah suara,
artikulasinya, pembawaan, mimik, penekanan pada kata dan kalimat serta gaya
bahasa. Hal tersebut harus dikuasai oleh pembawa pidato.
Berekal pengalaman sejak dini
di usia sekolah sampai perkuliahan senang mengikuti beberapa jenis lomba seperti
pidato, puisi atau teater, tilawah hal tersebut ternyata sangat memberikan bermanfaat.
Dan Allah menempatkan diri ini sampai detik ini diberikan kesempatan untuk tetap
belajar menjadi penulis pidato, membimbing dan pendamping siswa untuk mengikuti
lomba tersebut. Hal demikian wajib kita syukuri, dengan tidak hanya mengucapkan
Alhamdulillah, namun bagaimana terus exsis dan mempertahankan prestasi dan
berkarya. Ketika di kota Malang pernah membimbing, mendapingi dan mengantar
siswa sampai pada tingkat sekota Malang. Alhamdulillah juara, begitu juga
ketika pulang ke kampung halaman Alhamdulillah merambah di pidato tiga bahasa
Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris juga mendapat juara, meskipun masih
di tingkat kecamatan dan antar kecamatan.
Kini waktunya untuk
berkembang lagi, mengorisinalkan sebuah karya. Salah satunya menulis teks pidato,
setelah teks jadi hal rutin yang saya lakukan adalah meminta beberapa teman, guru
bahkan suami, Om saya untuk membacanya. Tujuannya, agar ketika menemukan sebuah
dalil sudah tepat apa belum, penulisan juga sudah sesuai apa belum, utamanya
mudah di pahami atau tidak. Intinya sebagai editing dari teks pidato tersebut.
Setelah itu, baru mempraktikkan
untuk membacanya. Bisa dilakukan dihadapan kaca jika sendiri. Namun, yang lebih
membantu membacanay di depan orang seperti dilihat oleh keluarga, guru atau
teman. Lalu, jangan lupa meminta pendapat mana yang kurang mana yang lebih, mana
yang di tambah. Hal ini berfungsi ketika kita melatih, tidak hanya sekedar
melihat dan mendengar kita bisa merasakan sampai dimana kefahaman yang teknik
yang benar. Utamanya untuk melatih mental yang kuat dan percaya diri. Itulah beberapa
hal yang dapat dilakukan ketika membuat teks pidato dan melatih pidato. Mari terus
mengembangkan diri dengan cara jangan lupa berkarya.
Salam semangat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar