Minggu, 27 November 2022

Hadir Di Haul Pondok Pesantren Ngunut






Hadir di tengah-tengah ribuan bahkan puluhan ribu jamaah di Haul Mbah K.H Ali Shodiq Umman dan Ibu Nyai Hj. Siti Fatimatuz Zahro. Bertepatan di hari Ahad, 27 November 2022 bersama suami, Umi, dan teman STAI MAS Bu Retno. Hadir di haul beliau, Alhamdulillah bukan yang pertama kali. Biasanya kami hadir dan bertempat di PDAM, sebab jamaah yang sangat banyak. Namun, kali ini sedikit berbeda, saya bertempat di depan panggung.

Meskipun beralaskan tikar seharga lima ribu, tidak mengurangi kehurmatan, kekhusyu'an, dan semangat mengikuti acara puncak haul ini. Acara puncak haul diisi oleh Habib dari Solo. Sebelum acara inti, ada pembacaan sholawat diba'. Tidak terlalu lama kami datang Mahalul Qiyam. Sungguh berbinar-binar rasanya hati ini.

Keberuntungan serta keberkahan bagi kami di awal yakni, suami saya Mas Hafidz Alhamdulillah di ajak oleh Pak Zamah, melalui jalur VIP. Jalur tersebut akan dijamu makanan layaknya undangan. Sedangkan jamaah umum diberikan nasi kotak di awal pintu masuk. Subhanallah sungguh luar biasa. Dan kami mengucapkan terima kasih.

Sedangkan kami bertiga, sudah beruntung di depan panggung dan nyaman. Tentu jelas sekali memandang semua yang ada di panggung. Semakin siang semakin padat, bahkan saya bertukar informasi dengan sesama teman yang bertempat di lantai dua, lantai tiga semua penuh tuturnya.

Di majlis haul ini ada beberapa hal yang saya catat. Pertama, sambutan Abah K.H. Muhammad Fathurrouf mewakili dzurriyah yang sekaligus beliau adalah Ketua Perguruan Tinggi Islam K.H. Muhammad Ali Shodiq (STAI MAS). Beliau menyampaikan banyak terima kasih atas kehadiran semuanya. Beliau, juga menyampaikan bahwa di pondok ngunut ini, berdiri sekolah tinggi, yang memiliki tiga program studi, diantaranya PBA, MPI dan IAT.

Kedua tentang biografi beliau almaghfurrllah Mbah K.H Ali Shodiq Umman dan Ibu Nyai Hj. Siti Fatimatuz Zahro, yang disampaikan oleh Kyai Nashih. Nama putra putri beliau yang ada sembilan. Lalu, Awal berdirinya lembaga-lembaga. Perjuangan beliau hingga dzurriyahnya sampai sekarang ini. Semoga semua dzurriyahnya, diberikan kesehatan.

Ketiga adalah isi tausyiah Habib dari Solo beberapa hal yang saya garis bawahi. Diantarnya, menjadi manusia yang beruntung adalah mereka yang mampu mengoreksi dirinya sendiri. Hal ini untuk membenahi segala kekurangan diri sendiri, mulai dari ubudiah, akhlak dan seterusnya. Lalu Hikmah sholat berjamaah, dari kisah Sya'ban sahabat Rasul. Kemudian, jimat terbesar kita adalah orang tua, menjadi anak sholih solihah adalah harapan terbesar orang tua. Terkahir adalah doa yang beliau pimpin yang tak terasa membuat saya mengucurkan air mata.

Alhamdulillah sungguh luar biasa hari ini. Terima kasih Ya Allah, sudah memberikan banyak kenikmatan, keberkahan dan kesempatan. Rasanya sangat terharu dan terus nderek dephe-dephe ngalab berkahnya para Kyai dan Bu Nyai Mbah K.H Ali Shodiq Umman dan Ibu Nyai Hj. Siti Fatimatuz Zahro. Subhanallah, kami juga diberikan kesempatan mengabdi di STAI MAS, berjumpa beliau-beliau dzurriyah dzurriyah beliau, untuk senantiasa belajar dan terus belajar. Mugi terus keluberan keberkahan. Amin

2 komentar:

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...