Bersama santri-santri Sanggar Yatim Mandiri Mirigambar, Sabtu 19
November kemarin kami mengadakan rujakan bersama. Rujakan yang sangat
sederhana, dengan bahan yang seadanya, seperti bumbu rujak saja beli jadi,
krupuk goreng wedhi, buah mangga pencet, timun dan tahu goreng. Semua bahan telah
saya siapkan. Awalnya rujakan dilaksanakan di hari Jum’at ternyata saya lupa
tidak menyiapkan dan membawakan bahannya. Otomatis mundur satu hari di hari Sabtu.
Rujakan ini dilaksanakan bertujuan untuk menggali semangat mereka
untuk istiqomah masuk di sanggar. Entah sebabnya apa, ketika di waktu ngaji
atau Al Quran mereka sangat sedikit yang masuk dari enam belas santri. Bahkan pernah
hanya ada satu santri. Lalu keesokannya hanya empat, dan beberapa kali
pertemuan juga terjadi hal yang sama. Padahal sebelumnya, tidak demikian,
mereka masuk paling sedikit enam atau tujuh santri. Pada pelajaran Matematika
juga demikian.
Karakter guru antara satu dengan yang lain memang tidak sama. Begitu
juga di sanggar ini, mungkin saya sedikit tegas. Sehingga kadang-kadang salah
satu dari mereka menyalah artikan. Ujungnya, mereka tidak ingin masuk sebab hal
demikian. Anak yatim atau piatu adalah pilihan Allah, saya sadari hal tersebut.
Sebagai guru pun, tentu saja memiliki treatment yang berbeda dengan pada umumnya
siswa di sekolah. Menyentuh hati mereka bukan hal yang mudah, menerapkan metode
dan strategi juga harus melihat situasi dan kondisi.
Kegiatan sanggar ini sudah hampir tiga tahun, namun untuk bidang
ngaji, membaca Al Quran mungkin masih butuh proses serta perjuangan. Masih sekitar
lima santri yang benar-benar bisa membaca Al Quran dengan baik dan benar. Hal tersebut,
dibuktikan juga dengan salah satunya ketika lomba di tingkat kabupaten Omatiq,
masih belum mendapatkan kesempatan juara. Tidak menyalahkan siapapun
sebetulnya, mulai dari gurunya atau santrinya. Mereka yang sudah mau datang, bergabung
dan mengaji di sanggar itu bagi saya pribadi sudah sangat baik dan saya meyakini
mereka datang dengan tujuan yang mulia.
Keadaan akan berbanding terbalik, ketika sanggar ini mengadakan
dan melaksanakan sebuah acara. Mereka berenam belas, pasti masuk dan penuh
semangat sebab tidak pelajaran. Mereka meluangkan waktunya, untuk mengikuti
acara, tetapi jika tidak acara mereka seakan belum memprioritaskan kegiatan di
sanggar. Padahal kehadiran sangat berpengaruh dengan beasiswa yang diberikan
oleh pusat. Oleh sebab itu, rujakan yang sederhana ini dilaksakan, agar mereka
lebih semangat lagi dan kompak untuk hadir.
Dari cerita ini saya sangat belajar mulai dari hikmah dan ada terbesit
kata bahwa manusia itu penuh dengan kekurangan. Kadang tidak sadar yang bermanfaat
malah ditinggal, kadang yang merugikan tanpa disadari dilakukan. Semoga kedepannya
kami semua diberikan kesabaran, keistiqomahan untuk terus belajar, berjuang, menyanyangi,
membimbing semua santri yatim atau piatu yang ada. Dan mereka senantiasa
diberikan perlindungan oleh Allah, dan menjadi generasi Al Quran solih solihah.
Amin
Salam Semangat Untuk Semuanya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar