Jumat, 25 November 2022

Rujakan Untuk Menambah Semangat



Bersama santri-santri Sanggar Yatim Mandiri Mirigambar, Sabtu 19 November kemarin kami mengadakan rujakan bersama. Rujakan yang sangat sederhana, dengan bahan yang seadanya, seperti bumbu rujak saja beli jadi, krupuk goreng wedhi, buah mangga pencet, timun dan tahu goreng. Semua bahan telah saya siapkan. Awalnya rujakan dilaksanakan di hari Jum’at ternyata saya lupa tidak menyiapkan dan membawakan bahannya. Otomatis mundur satu hari di hari Sabtu.

Rujakan ini dilaksanakan bertujuan untuk menggali semangat mereka untuk istiqomah masuk di sanggar. Entah sebabnya apa, ketika di waktu ngaji atau Al Quran mereka sangat sedikit yang masuk dari enam belas santri. Bahkan pernah hanya ada satu santri. Lalu keesokannya hanya empat, dan beberapa kali pertemuan juga terjadi hal yang sama. Padahal sebelumnya, tidak demikian, mereka masuk paling sedikit enam atau tujuh santri. Pada pelajaran Matematika juga demikian.

Karakter guru antara satu dengan yang lain memang tidak sama. Begitu juga di sanggar ini, mungkin saya sedikit tegas. Sehingga kadang-kadang salah satu dari mereka menyalah artikan. Ujungnya, mereka tidak ingin masuk sebab hal demikian. Anak yatim atau piatu adalah pilihan Allah, saya sadari hal tersebut. Sebagai guru pun, tentu saja memiliki treatment yang berbeda dengan pada umumnya siswa di sekolah. Menyentuh hati mereka bukan hal yang mudah, menerapkan metode dan strategi juga harus melihat situasi dan kondisi.

Kegiatan sanggar ini sudah hampir tiga tahun, namun untuk bidang ngaji, membaca Al Quran mungkin masih butuh proses serta perjuangan. Masih sekitar lima santri yang benar-benar bisa membaca Al Quran dengan baik dan benar. Hal tersebut, dibuktikan juga dengan salah satunya ketika lomba di tingkat kabupaten Omatiq, masih belum mendapatkan kesempatan juara. Tidak menyalahkan siapapun sebetulnya, mulai dari gurunya atau santrinya. Mereka yang sudah mau datang, bergabung dan mengaji di sanggar itu bagi saya pribadi sudah sangat baik dan saya meyakini mereka datang dengan tujuan yang mulia.

Keadaan akan berbanding terbalik, ketika sanggar ini mengadakan dan melaksanakan sebuah acara. Mereka berenam belas, pasti masuk dan penuh semangat sebab tidak pelajaran. Mereka meluangkan waktunya, untuk mengikuti acara, tetapi jika tidak acara mereka seakan belum memprioritaskan kegiatan di sanggar. Padahal kehadiran sangat berpengaruh dengan beasiswa yang diberikan oleh pusat. Oleh sebab itu, rujakan yang sederhana ini dilaksakan, agar mereka lebih semangat lagi dan kompak untuk hadir.

Dari cerita ini saya sangat belajar mulai dari hikmah dan ada terbesit kata bahwa manusia itu penuh dengan kekurangan. Kadang tidak sadar yang bermanfaat malah ditinggal, kadang yang merugikan tanpa disadari dilakukan. Semoga kedepannya kami semua diberikan kesabaran, keistiqomahan untuk terus belajar, berjuang, menyanyangi, membimbing semua santri yatim atau piatu yang ada. Dan mereka senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah, dan menjadi generasi Al Quran solih solihah. Amin

Salam Semangat Untuk Semuanya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...