Kamis, 03 November 2022

Pemuda Yang Terus Berkarya



Kupikir hanya kalangan yang lanjut cinta dengan tanah air. Dibuktikan dengan segala yang telah dilakukan dan diperjuangkan terdahulu. Keberadaannya yang selalu dinilai berpengaruh, namun dibalik itu semua ada banyak pemuda yang berperan sebetulnya. Namun, seperti tidak terlihat tertutupi entah oleh apa.

Hari sumpah pemuda kali ini menjadi tanda bahwa sebagai pemuda harus hidup. Hidup yang bukan hidup hanya bernapas saja. Namun, bagaimana hidup yang bermanfaat untuk orang banyak. Jika mengaku muda tapi masih malas, perlu dipertanyakan, fisiknya saja muda tapi jiwanya jompo.

Seperti contoh banyak sekali hari ini guru yang kategorinya masih terhitung muda. Harusnya mereka lebih enerjik dibandingkan dengan guru yang senior.

Pemuda harusnya lebih produktif. Produktif memiliki makna yang luas. Pemuda yang memiliki kemampuan tanpa batas, di berbagai bidang harusnya dikembangkan. Tetapi, yang perlu digaris bawahi adalah bidang yang kreatif, inovatif dan positif. Ditunjukkan melalui suatu karya yang bernilai. Misalnya, pemuda yang berani mengembangkan bakat memasak, menari, menulis, menyanyi, bertanam, beternak, kemampuan berdebat dalam bahasa asing dan masih banyak lagi.

Mengembangkan usaha juga bagian dari kreativitas di bidang ekonominya seorang pemuda. Sekarang banyak sekali pemuda yang memilik gerobak kecil sederhana lalu berjualan di samping kampus, sekolahan. Apa yang dijual? Tentunya makanan ringan disukai dan diminati oleh siswa. Hal demikian menurut saya, sangat positif, ada kegiatan yang mereka jalankan untuk kesibukan. Dimana kesibukan tersebut bisa menghasilkan uang. 

Pemuda yang berani kreatif dengan hal tersebut, saya rasa memiliki jiwa berjuang dan tanpa gengsi. Mari terus menjadi pemuda yang produktif, sekalipun tidak muda jiwa tetap harus muda. Demi kemajuan bangsa. Tetap semangat para pemuda bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...