"Guruku garang, tapi saya suka"
"Guruku garang, tapi seru sekali"
"Kapan Bu Filza, masuk kelas saya lagi"
Itulah secuil kalimat yang sering mereka ucapkan ke saya. Seperti hari ini, menjadi pengawas ujian PAS di kelas 2. Mereka sudah siap di awal, tertib dan disiplin.
Tiba-tiba salah satu dari mereka berkata "Bu Filza, apa sih yang membuat bangga sampean ke kita?". Awalnya tercengang mendengar pertanyaan itu, belum sempat saya jawab anak yang lain celetuk lagi "Bu Filza, bangga sama siapa saja kelas satu sampai kelas enam?". Tentu saja, saya memberikan penjelasan kepada mereka bahwa saya akan bangga mana kala siswa tersebut, memiliki akhlak mulia, jujur, disiplin dan selalu manut kepada orang tua atau gurunya.
Seketika semua mengangguk-angguk dan kelas lebih tertib lagi. Kejadian lucu selanjutnya, mereka yang polos berkata. "Bu Filza, kalau PAS, kenapa sih HP say di sita sama Mama di rumah, kan sebel Bu".
Kemudian saya jawan dengan kalimat viral di sosial media "Kamu Nanyak!" Mereka serentak ketawa terbahak-bahak. Seru bu, lagi bu.
Setelah itu mereka konsentrasi mendengarkan penjelasan menyimak segala soal yang saya bacakan. Dan mereka tidak sungkan untuk bertanya. Padahal awalnya saya memiliki pikiran bahwa mereka akan sinyap sepi sebab takut. Justru mereka sangat enjoy. Yang biasanya jalan keliling kelas, cukup di bangkunya sambil senyam senyum. Entah apa yang dipikirkan. Salut sekali dengan kelas 2.
Memang di kelas dua saya jarang masuk. Bahkan jadwal madin atau tahfidz belum pernah dengan mereka. Hanya Hawa dan Amira yang di kelompok tahfidz saya. Dibalik semua cerita tersebut, tentu saja tidak sedikit yang menganggap saya garang. Sebetulnya bukan garang, mungkin jatuhnya lebih tegas dengan suara yang kencang. Terbukti sekali, jika jamaah sholat dhuha atau dhuhur, shofnya akan rapi, tidak ada suara gaduh ketika wiridan.
Sebetulnya, apapun keadaan gurunya, sifat karakternya harus kita terima dengan baik. Apalagi sebagai siswa, jangan pernah membandingkan bahkan pilih kasih. Semua harus diperlakukan sama, wajib dihormati dan ta'dzim kepada siapapun guru kita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar