Rabu, 28 Desember 2022

Liburan Untuk Berjuang







Jika jiwa kompetisi telah membara, untuk bersaing sehat demi prestasi itu hal yang sangat positif bagi saya. Apalagi demi menghantarkan anak bangsa. Prestasi bukan hanya sekedar nilai sembilan atau seratus, mengasah bakat dan skill yang dimiliki juga merupakan dasar pembentukan mental yang kuat nantinya di masa depan.

Jiwa berjuang itu muncul demi sebuat cita-cita dan tujuan. Bukan lahir sebab ingin dipuji atau sanjungan. Kadang juga masih heran, ada seseorang yang sangat meremehkan sebuah kompetisi atau perlombaan. Harusnya sebagai pendidik, sadar betul akan kebutuhan untuk show up atau unjuk gigi di khalayak masyarakat sebagi bukti exsisnya sebuah lembaga. Bukan sebaliknya, nyalinya selalu kecil, dan memberikan komentar negatif kepada penyelenggara lomba bahkan berkata "ndak mungkin juara, settinga bla bla!". Ah,,, jika bertemu orang yang seperti itu, sepertinya dia tidak pernah ikut lomba dan tidak mengenal dan dikenal oleh orang, alias jago kandang.

Kesempatan tidak akan datang kedua kali. Ambil saja kesempatan emas itu, kalau juara itu adalah bonus atas usaha dan ikhtiar yang maksimal. Jika belum juara, toh sudah memberikan yang terbaik dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Saya meyakini, dari pengalaman pada suatu lomba atau kompetisi akan memberikan modal besar ketika nanti turun di masyarakat. Misalnya saja pada jenis lomba pidato,jika sudah memiliki pengalaman, ketika nantinya turun di masyarakat untuk menjadi pembawa acara juga sangat mudah, minimal tidak demam panggung. Begitu juga dengan jenis lomba lainnnya.

Di waktu liburan ini, yang hanya kurang lebih seminggu adalah waktu yang harusnya digunakan untuk santai dan liburan. Saya dan anak-anak yang akan mewakili lomba di ajang DAFA Competition dan Porseni 2023 di bulan Januari seperti Habibah, Tisya, Alfian, Elkia dan Safira untuk cabang pidato tiga bahasa selalu berlatih. Selanjutnya ada Bu Diah di cabang menyanyi juga demikian bersama Ardan dan Aniqoh. Semuanya kami lakukan untuk mendapatkan yang terbaik. 

Mari kita buka dengan selebar-lebarnya cara berpikir kita untuk menggunakan kesempatan yang ada menjadi yang terbaik di segala bidang. Semua memiliki nilai positif, jangan malah menutup diri "jago kandang". Sehingga dukungan yang berarti dari materi dan immaterial juga diperlukan. Jangan menuntut hasil maksimal jika tidak adanya suatu dukungan yang berarti.

Kepada anak-anakku selamat berjuang. Terus belajar dan berproses untuk menjadi yang terbaik. Jangan cepat puas dengan prestasi hari ini. Pertahankan dengan cara tidak mudah menyerah. Selamat berkompetisi dengan sehat.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...