Selasa, 06 Desember 2022

Mengenang 2009 Silam Di Sekolah Idamanku Kala Itu




Lulus dari SNESA kala itu, bumingnya sekolah favorit dan RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). Jauh sebelum adanya zonasi seperti sekarang. Seakan sekolah negeri dulu, terpetak-petak menjadi kategori sekolah yang banyak peminatnya, favorit dan tentu saja mempunyai keunggulan masing-masing. Salah satunya SMA Negeri Boyolangu (SMUBOY) lalu SMA Negeri Kedungwaru (SMUKED).

Rata-rata zaman itu, banyak memilih diantara kedua SMA Negeri tersebut. Namun, ada juga pilihan ketiga di SMA Negeri Kauman. Semua seakan berlomba-lomba mendapatkan nilai terbaik, dengan sebutan danuas atau danem. Sebab, kala itu masuk di SMA Negeri menggunakan sistem danuas atau danem. 

Saya dulu, menuliskan list-list sekolah menengah atas dengan urutan pertama SMUKED, jika memang belum diterima sudah niat dan tekad bulan sekolah di luar kota entah di mana. Masih ingat betul, teman-teman yang dari satu sekolah di SNESA, hampir semua diantar oleh orang tuanya. Sedangkan saya, pada waktu itu, boncengan dengan satu teman kalau tidak salah namanya Indah Niv. Daftar sendiri dan mandiri, mungkin pada waktu itu Umi saya ingin mengajari saya tentang kemandirian.

Kami berdua daftar mengisi formulir, menyerahkan beberapa persyaratan dan menunggu perkembangan setiap menit, jam perubahan danuas atau danem terendah. Sempat melihat masjid sekolah tersebut dan mencoba mengelilingi semua lokalnya, lapangannya, tempat parkir dan terakhir kantinnya, bahkan melihat OSISnya dengan seragam crem dalam hati berkata "keren sekali". Memang menurut Allah bukan yang terbaik pilihan pertamaku ini, sehingga di jam sepuluh pagi, saya masih betul danuas saya sudah tidak nutut. Otomatis tergeser dan langsung cabut segala persyaratan dan pulang. Padahal jika dipikir-pikir kala itu juga sempat mencantumkan beberapa sertifikat prestasi. 

Pengalaman di atas, sama sekali tidak saya sesali. Sebab saya yakin pasti ada alasan dan hikmah yang besar bahkan nilai kemanfaatan yang di belakang bagi saya sendiri maupun orang lain yang jauh lebih besar. Dan betul hari ini saya berkesempatan di SMUKED lagi di acara yang berbeda. Sungguh luar biasa. 

2022 tentu saja banyak perubahan dari segi fasilitasnya, mulai dari gazebo, taman dan kelas-kelas, tempat parkirannya, kantinnya, terlihat lebih luas. Belum lagi dari segi program keunggulannya. Ah SMUKED menurut saya, tetap keren dengan segala yang dapat saya lihat di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...