Kadang jiwa muda itu membara seperti api. Suka membakar semangat untuk berkarya. Jiwa muda kadang-kadang juga membuat lupa akan tempat dengan siapa dan dimana. Muda boleh saja membara akan segala keahlian yang kita miliki. Tetapi, jangan sampai melukai kepada yang lebih tua.
Butuh latihan dan proses memiliki sebuah karakter atau budi pekerti yang baik. Muda boleh umurnya namun dengan segala keilmuan dan akhlaknya harus seperti yang lebih tua, tawadhu', ta'dzimnya dan sabarnya. Sehingga bijaksana akan selalu di miliki oleh yang muda. Bahkan mereka tidak akan melakukan hal tercela dan merugikan jika pondasi akhlaknya yang baik. Bijaksana dalam mengambil semua keputusan dan melaksanakan tanggung jawabnya.
Realitanya, mengapa semakin ke sini, anak muda semakin ugal-ugalan. Apa sebenarnya yang salah. Tidak hanya pemuda laki-laki namun juga perempuan sama saja. Jika pembiasan kehidupannya belum beres, mereka seakan pendapat dan polah tingkahnya merasa paling benar. Menghormati menghargai orang yang lebih tua saja, seakan tidak perlu memudar dengan sendirinya.
Rasanya seperti tamparan yang keras kepada para pendidik dan orang tua. Mental pemuda dulu dan sekarang juga sangat berbeda. Pemuda dulu tahan dengan tempaan segala jenis kegiatan positif. Misalnya saja tugas dari guru, pasti dilaksanakan dikerjakan dengan baik. Sedangkan ketahanan pemuda sekarang cenderung mundur. Padahal dari segi zaman teknologi tergolong maju sekarang. Semakin butuh segala hal dengan cepat terpenuhi. Namun, masih cenderung lemah.
Oleh sebab itu, jika kita meras masih muda, mari terus membenahi kualitas diri. Belajar untuk semakin mengerti dan memahami segala hal yang terjadi. Akhlak karakter budi pekerti sejak dini diterapkan. Melihat dengan kaca mata yang objektif dalam segala bidang. Berfikir terlebih dahulu akan segala yang terjadi. Berkarya dengan segala kemampuan yang dimiliki. Jangan hanya berpangku tangan dan HPan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar