Senin, 30 Januari 2023

Belajar Terus Untuk Bijaksana

 



Setiap langkah yang telah ditempuh oleh siapapun, pasti memiliki banyak pelajaran. Salah satu yang harus kita pelajari adalah bagaimana bersikap bijaksana dalam menghadapi orang lain dan permasalahan yang telah diterima. Mungkin saya belum dikatakan bijaksana, namun sebagai manusia biasa, saya harus mau dan memaksa untuk selalu belajar dari berbagai pengalaman dan tempaan persoalan.

Bijaksana dalam menentukan hak, dengan terlebih dahulu melaksanakan kewajiban dengan semaksimal mungkin berusaha bagaimana agar mendapatkan predikat terbaik. Ketika sudah dititik maksimal atas segala ikhtiar, tawakal, usaha dan doa, maka tinggal bagaimana hasilnya. Dalam prosesnya yang jatuh bangun dengan diremehkan oleh beberapa segelintir orang, tetap saja harus kuat dan maju.

Bijaksana akan terus menghasilkan sebuah ketenangan dan keadilan, jika sikap bijak itu benar-benar diterapkan. Jika kebijakan hanya sebatas “omongan” rasanya itu dinamakan sebagai angan-angan saja. Ibarat kata, menunggu demo dulu, baru kebijakan akan dilahirkan. Rasanya itu kurang pas, apalagi berurusan dengan hak-hak orang banyak.

Disitulah saya mengatakan bahwa “cukup tahu saja dan terima kasih” setidaknya kritikan pedas itu telah sampai. Entah bagaimana redaksinya dan siapa yang menyampaikan. Perjuangan tidak akan berhenti sampai disini, pintu-pintu kesuksesan menanti dan terbuka bagi siapa saja yang akan memanfaatkan dan mengambil kesempatan itu.

Bukan selamanya orientasinya adalah materi, namun materi itu penting adanya agar menompang dan menunjang agar hasil yang diharapkan maksimal. Mari terus belajar bijaksana dalam menentukan kebijakan yang setidaknya akan menentramkan dan rasa adil bisa dirasakan oleh semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...