Jumat, 27 Januari 2023

Pantai Prigi

 




Survei pantai Prigi yang tak disangka-sangka. Kegiatan hari itu sebetulnya adalah sosialisasi di dua sekolah dari pagi pukul tujuh sampai sekitar jam dua belas siang. Setelah kegiatan selesai salah satu dari teman kami, mendapatkan telfon, yang intinya diajak untuk survei pantai di Trenggalek. Sebetulnya agenda utama adalah takziah di Durenan, setelah itu dilanjutkan menuju pantai Prigi.

Bersama tiga rombongan masing-masing menggunakan mobil pribadi. Kami berempat di mobil Pak Rianto. Saya, Bu Retno, Pak Mabrurin satu mobil. Lalu ada rombongan Pak Imron dan istri dan Pak Zaki. Mobil ketiga ada rombongan Pak Zamah berserta istri dan putranya, Pak Nashih dan Pak Ipin. Kami janjian bertemu di POM Plosokandang.

Setelah itu mobil rombongan kami terpisah, sebab kami lewat jalur Campur, sedangkan dua mobil lainnya perempatan Tamanan masih lurus. Sempat khawatir, namun dua Bapak-Bapak di mobil menengakan dengan kekhasan mereka “kalau tujuan sama, insyallah masih bertemu”.

Tetapi, saya tetap memastikan dengan menelfon Pak Nashih agar lebih tenang. Kemudian di titik kedualah kami bertemu kembali yakni di Pasar Durenan ke Utara dekat pertigaan. Kami mendahulukan takziah terlebih dahulu. Setelah takziah barulah melanjutkan perjalanan menuju pantai Pirgi.

Di situlah sopir di mobil kami awalnya Pak Rianto, digantikan oleh Pak Mabrurin. Bismillah dan penuh sholwat dengan jalan yang berkelok-kelok, sempat mual dan pusing dan paling lucu adalah kakiku ikut berair alias berkeringat sebab serasa ikut menginjak gas dan rem.

Perjalanan terhitung lancar dan aman, sepanjang perjalanan ada proyek perbaikan jalan dan sudah mendekati lokasi pantai. Subhanallah indah betul pemandangan dan luasnya pantai tersebut. Setelah sampai kami langsung sholat ashar dan makan seefood bersama dan es degan. Alhamdulillah “Sungguh Nikmat Mana Yang Kau Dustakan”. Mainlah sebentar di pantai Prigi sempat foto-foto dan ngobrol saling melempar candaan.

Setelah itu satu mobil yakni mobilnya Pak Imron dan Pak Zaki melaju ke arah lurusnya pantai Prigi lokasi pertama. Nah, disinilah saya baru tahu ada hotel yang megah viewnya yang indah serta jembatan yang manja, serta kapal-kapal nelayan yang indah berjejeran. Subhanallah, indah sekali sesampai disana saya dan Bu Retno telanjang kaki berfoto-foto menikmati sunset. Menguning dari ujung barat serta pemandangan alam yang indah.

Foto-foto kami ternyata bagus sekali, dibalik itu pasti ada potografer yang canggih yakni Pak Mabrurin. Tidak lama kami dari tempat itu, langsung kami melanjutkan perjalan pulang. Kami sholat magrib di masjid pinggir jalan yang bersih dan lumayan besar. Selanjutnya perjalan pulang dengan sopir yang sama Pak Mabrurin.

Awalnya kami yang sebagai penumpang ingin tidur, namun ternyata dengan gurauan dan obrolan kami yang ngalor ngidul gagal rencana tidurnya. Sesampai di Pasar Durenan masih mampir makan duriah bersama dan bertemu dengan Bapak Wakil Bupati Tulungagung yang kebetulan juga makan durian bersama rombongannya.

Sunggguh pengalaman yang sangat luar biasa hari itu. Tanpa terencana namun bisa berangkat dan pulang sekitar pukul setengah sepuluh malam. Perlu diketahui oleh semuanya, kami yang berkeluarga sebelum berangkat tentu saja meminta izin dan ridho suami masing-masing, sehingga jalan kami juga dilancarkan oleh Allah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Zamah, Pak Nahih, Pak Imron, Pak Ipin yang sudah mengajak kami dan Pak Zaki yang minyak frescarenya masih saya bawa untuk mencegah mabuk jalan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...