Mengingat dulu ketika masih santri dan di SMA Darul Ulum 1, bagaimana kami digembleng untuk intime. Bukan ontime lagi namanya, melainkan intime. Jika terlambat pun harus rela untuk olahraga jalan jongkok mengelilingi lapangan. Otomatis menanggung malu yang tidak karuan. Semua santri dari lantai satu sampai lantai tiga akan melihat, terutama dilihat santri putra.
Sebaliknya, ada yang sengaja terlambat sebab sudah kebal atau ingin cari perhatian, sungguh unik memang. Ada yang sekali terlambat sudah kapok. Hikmahnya dari olahraga jalan jongkok yang untuk santri putra, fisik mereka kuat bahkan ada yang selesai dari pondok ikut sekolah angkatan darat dan akpol. Seakan santri sudah meyakini segala yang telah dilakukan kalau sudah dawuh poro guru, kami siap dan yakin seyaqin yaqinnya membawa barokah. Sehingga, kami kadang di tak'zir jalan jongkok pun bahagia.
Segala hal yang dilalui menjadi santri di waktu yang silam sangat membawa manfaat di kehidupan sekarang. Setidaknya secuil cerita tentang warna warni menjadi santri akan selalu melekat. Belum lagi, cerita keprihatinan, misalnya jatah sangu yang harus rela sabar menunggu kiriman. Lalu, belajar muamalah, utang piutang dan yang lainnya.
Hari ini saya berkesempatan, berkunjung di pondok putri PPHM Ngunut, Tulungagung melihat para santri putri, persis yang saya alami. Di jam-jam pelajaran ada yang jajan ke kantin, ngobrol, nderes bahkan olahraga badminton, volly, kesana kemari nenteng buku atau kitab kuning. Di benak saya, saya memiliki kerinduan yang luar biasa menjadi santri dan ingin merasakan mondok kembali. Ternyata sudah hampir sebelas tahun silam saya mengalami seperti mereka.
Saya menjadi haru melihat mereka seakan saya melihat diri saya di zamannya. Kemudian, saya mencoba mengingat kembali dawuh-dawuh poro kyai dan guru saya bahwasannya kebermanfaatan ilmu dan kebarokahan ilmu akan selalu mengalir mana kala, kita ditempatkan dimana kita bisa mengulang segala ilmu yang telah di dapatkan. Semoga kami selalu mendapatkan ridho para guru dan selalu dilancarkan segala urusan.
Salam semangat buat para santri, tidak usah risau. Segalanya sudah diatur terbaik oleh Allah. Di pesantren akan dijaga segalanya sampai nanti memantaskan diri untuk kesiapan dan masa depan yang lebih baik dan tentu dengan mental dengan baik dan kesiapan yang baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar