Rabu, 15 Februari 2023

Netizen

 



Netizen atau biasa disebut citizen adalah sebutan untuk warga internet atau warga net. Netizen yang sering dianggap selalu benar dengan segala tingkat pengamatannya. Padahal faktanya belum tentu benar adanya. Netizen juga biasa mengambil kesimpulan tanpa adanya data terkait, bahkan menganggap semua pendapatnya benar.

Dari istilah netizen saya belajar bahwa setiap jalan kehidupan seseorang itu pasti ada yang suka dan tidak suka. Sama pada persoalan tertentu yang ada pro dan kotranya. Netizen sebetulnya hanya penonton, kadang-kadang penonton itu juga ada hak untuk berkomentar. Namun, mereka banyak sekali lupa, dalam koridor berpendapat atau komentar juga ada aturannya.

Peran dan manfaat media sosial bagi setiap orang juga tidak sama sehingga kadang-kadang kita perlu tahu dan memahami itu. Misalnya ajang syiar, dakwah, jualan atau promosi itu haknya masing-masing. Yang ketika posting suatu gambar, sipemosting pasti akan tahu akibatnya dan tahu resikonya bahkan mengetahui manfaat atau madharatnyaa. Itu salah satu ciri pemilik media sosial yang faham betul dan peka.

Tetapi memiliki media sosial apapun sekali lagi itu hak setiap orang. Dan hak setiap orang akan memposting segala foto yang diinginkan. Namun, yang namanya netizen kontra pasti akan mencari kesalahan. Dan lebih parahnya mereka kurang ilmu untuk mempelajari dunia maya. Sehingga pikirannya sempit, yang dilihat saja permenit sudah mengambil keputusan versi mereka. Dan merasa hanyalah dia yang berhak dan selalu ingin di posting di media sosial milik orang lain.

Menjadi warga net harus memiliki sikap yang bijak. Seperti sekarang banyak quotes-quotes atau kata bahkan kalimat yang memotivasi kadang-kadang selaras dengan peristiwa yang kita jalani, lalu di posting. Hal itu juga bukan kesalahan, dan wajar saja jika ingin mempostingnya, namun mengapa masih dinilai salah dan berlebihan olen netizen. Mau gimana lagi, yaitulah netizen.

Menjadi netizen juga harus selektif dalam menerima informasi. Tidak mudah nethink terhadap segala yang terjadi. Berbekal dari pengalaman, saya memiliki akun Intagram, namun belakangan ini jarang sekali posting. Dan sangat mudah melihat intagram miliki teman, orang ternama seperti aktris, aktor baik lokal maupun internasional, tapi saya tidak pernah mengomentari, kadang-kadang hanya like saja. Kalau pun toh menurut kita tidak pas, udah skroll saja ke lain. Begitu juga dengan story WhatsUp, tidak pernah melihat satu persatu story teman yang ada dikontak. Bisa diambil rata-rata saja yang saya lihat. Ranking paling sering saya lihat adalah milik guru atau dosen saya.

Bukan juga kesalahan besar juga, jika ada tipikal orang yang memiliki kesukaan melihat story banyak orang. Intinya, yang baik dalam tampilan dunia maya itu bisa di contoh, jika belum baik tidak perlu di caci maki. Jika terlewat batas, bisa jadi dilaporkan kepada yang berwajib, bisa jadi masuk pada hukum yang melanggar UU ITE.

Oleh sebab itu, marilah menjadi warga net yang bijaksana dan cerdas. Tidak perlu menghakimi orang lain, sebelum menghakimi diri sendiri dengan segala kesalahan yang kita miliki. Tidak mungkin di dunia ini orang tidak memiliki kesalahan. Sekalipun saya hanya sebagai manusia biasa. Sehingga cukup diam, jika dilukai tenang saja ada Allah. Silahkan netizen memandang dan berpendapat apa saja.

Salam Semangat

2 komentar:

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...