Netizen atau biasa disebut
citizen adalah sebutan untuk warga internet atau warga net. Netizen yang sering
dianggap selalu benar dengan segala tingkat pengamatannya. Padahal faktanya
belum tentu benar adanya. Netizen juga biasa mengambil kesimpulan tanpa adanya
data terkait, bahkan menganggap semua pendapatnya benar.
Dari istilah netizen saya belajar
bahwa setiap jalan kehidupan seseorang itu pasti ada yang suka dan tidak suka. Sama
pada persoalan tertentu yang ada pro dan kotranya. Netizen sebetulnya hanya
penonton, kadang-kadang penonton itu juga ada hak untuk berkomentar. Namun,
mereka banyak sekali lupa, dalam koridor berpendapat atau komentar juga ada
aturannya.
Peran dan manfaat media sosial
bagi setiap orang juga tidak sama sehingga kadang-kadang kita perlu tahu dan
memahami itu. Misalnya ajang syiar, dakwah, jualan atau promosi itu haknya
masing-masing. Yang ketika posting suatu gambar, sipemosting pasti akan tahu akibatnya
dan tahu resikonya bahkan mengetahui manfaat atau madharatnyaa. Itu salah satu ciri
pemilik media sosial yang faham betul dan peka.
Tetapi memiliki media sosial
apapun sekali lagi itu hak setiap orang. Dan hak setiap orang akan memposting
segala foto yang diinginkan. Namun, yang namanya netizen kontra pasti akan
mencari kesalahan. Dan lebih parahnya mereka kurang ilmu untuk mempelajari
dunia maya. Sehingga pikirannya sempit, yang dilihat saja permenit sudah
mengambil keputusan versi mereka. Dan merasa hanyalah dia yang berhak dan
selalu ingin di posting di media sosial milik orang lain.
Menjadi warga net harus
memiliki sikap yang bijak. Seperti sekarang banyak quotes-quotes atau kata
bahkan kalimat yang memotivasi kadang-kadang selaras dengan peristiwa yang kita
jalani, lalu di posting. Hal itu juga bukan kesalahan, dan wajar saja jika
ingin mempostingnya, namun mengapa masih dinilai salah dan berlebihan olen
netizen. Mau gimana lagi, yaitulah netizen.
Menjadi netizen juga harus
selektif dalam menerima informasi. Tidak mudah nethink terhadap segala yang
terjadi. Berbekal dari pengalaman, saya memiliki akun Intagram, namun belakangan
ini jarang sekali posting. Dan sangat mudah melihat intagram miliki teman, orang
ternama seperti aktris, aktor baik lokal maupun internasional, tapi saya tidak
pernah mengomentari, kadang-kadang hanya like saja. Kalau pun toh menurut kita
tidak pas, udah skroll saja ke lain. Begitu juga dengan story WhatsUp, tidak
pernah melihat satu persatu story teman yang ada dikontak. Bisa diambil rata-rata
saja yang saya lihat. Ranking paling sering saya lihat adalah milik guru atau
dosen saya.
Bukan juga kesalahan besar
juga, jika ada tipikal orang yang memiliki kesukaan melihat story banyak orang.
Intinya, yang baik dalam tampilan dunia maya itu bisa di contoh, jika belum
baik tidak perlu di caci maki. Jika terlewat batas, bisa jadi dilaporkan kepada
yang berwajib, bisa jadi masuk pada hukum yang melanggar UU ITE.
Oleh sebab itu, marilah
menjadi warga net yang bijaksana dan cerdas. Tidak perlu menghakimi orang lain,
sebelum menghakimi diri sendiri dengan segala kesalahan yang kita miliki. Tidak
mungkin di dunia ini orang tidak memiliki kesalahan. Sekalipun saya hanya
sebagai manusia biasa. Sehingga cukup diam, jika dilukai tenang saja ada Allah.
Silahkan netizen memandang dan berpendapat apa saja.
Salam Semangat

Yuhuu, mantab
BalasHapusNetizen maunya bener aja
BalasHapus