Thinkers are great, but doers change the word. Pemikir itu baik, tetapi
orang yang mengerjakan akan mengubah dunia. Saya mendapatkan kalimat motivasi
itu dari salah satu postingan Pak Ridwan Kamil, gubernur Jawa Barat. Saya menjadi
mengangan-angan dari kalimat itu. Ada benarnya juga, ketika ada pemikir bisa
memberikan ide yang sangat bagus. Namun, dibalik itu semua ada yang lebih hebat
yakni yang melakukannya.
Berfikir terus menerus untuk
mendapatkan yang terbaik, tanpa dilakukan rasanya nol sekali. Sama dengan orang
yang hanya bisanya menyuruh tanpa dia tahu bagaimana orang yang menjalaninya. Ketika
diskusi dan ngobrol dengan teman-teman ada suatu pengalaman yang dimilikinya
unik sekali. Dia juga seorang kakak, dimana suka sekali menyuruh adiknya dengan
kedok minta tolong, bahkan sendok di depannya saja, minta tolong untuk
diambilkan. Lalu, ketika dia menikah, mendapatlah pasangan yang sangat suka
menyuruh alias minta tolong. Dari situlah dia baru merasa enak dan tidak
enaknya ketika disuruh.
Kita memang dianjurkan untuk
selalu berfikir dan memikirkan segala yang telah dijalani. Namun, harus juda
dilakukan. Konsep-konsep suatu acara juga demikian, difikirkan lalu dituangkan
dalam tulisan dan dilakukan. Tidak mungkin acara akan jalan jika hany sebuah
pemikiran saja.
Menulis pun juga demikian,
berfikir apa yang akan ditulis tidak akan melahirkan tulisan jika hanya
dipikirkan dan dibatin dalam hati. Maka ketika ada ide langsung saja dituangkan
dalam kalimat lalu dikembangkan. Intinya berfikir tanpa tindakan hanyalah
sebuah angan. Mari terus semangat untuk mengerjakannya.
Berfikir sebelum bertindak juga jangan dilupakan. Artinya dalam melakukan segalanya juga diperhitungkan resikonya, jangan gegabah. Bukan malah sebaiknya setelah bertindak baru berfikir. Hal ini rasanya juga kurang tepat. Mari terus belajar untuk bijaksana dan terus berbuat baik.
Salam Semangat

Emang bener yang penting dilakukan
BalasHapusBetul.... yuk terus semangat menulis
BalasHapus