Sabtu, 18 Februari 2023

Senjata “Tang-Ting-Tung-Der”

 


Bermain dan belajar dengan “Tang-Ting-Tung-Der”. Kondisi kelas yang semakin siang, tentu saja berbeda suasananya dengan pagi hari. Pagi hari masih sangat wangi, semangat dan penuh dengan senyum siap untuk belajar. Siang hari mulai sebaliknya, rasa ngantuk menyerang, tidak konsentrasi dan mulai capek, sehingga malas dan meletakkan kepala di meja. Itulah yang nampak pembelajaran setelah istirahat. Saya sebagai guru kelas tentu, tidak tinggal diam, langsung memberikan kepada mereka ice breaking.

Ice breaking diberikan untuk mencairkan suasana, menggugah semangat mereka untuk belajar kembali. Itulah uniknya menjadi guru kelas, sigap, penuh inovasi dan kreatif menciptakan ice breaking yang tentu saja belum pernah mereka dengar. Ternyata dengan sangat mendadak saya ciptakanlah “Tang-Ting-Tung-Der”. Saya mencoba menjelaskan cara bermainnya.

Mulailah permainannya, nah banyak yang belum konsentrasi dan banyak yang masih belum faham. Sehingga banyak yang tertawa dan kelas hidup kembali. “Tang-Ting-Tung-Der” sebagian masih loading menunggu, giliran eh tapi salah mengucapkannya. Harusnya, “Tung” dia mengucapkan “Der”. Semua ger tertawa satu kelas. Dimana ada yang salah.

Setiap ada yang kliru lebih dari tiga kali, maka wajib menjawab soal. Kemudian ada dari mereka yang ketika ada teman yang sudah salah berkali-kali, mereka tidak segan menegur, bahkan membisikkan agar temannya tidak salah. Ice breaking “Tang-Ting-Tung-Der” bisa dilaksanakan dengan tempo lambat, agak cepat dan cepat. Ini bertujuan untuk melatih konsentrasi.

Setelah beberapa kali salah, tentu saja mereka lebih hati-hati mengucapkan. Mengucapkan “Tang-Ting-Tung-Der” dengan berbeda porsenil akan melatih juga kekompakan. Dengan tempo yang dimainkan juga akan melahirkan kesalarasan suara yang lumayan enak di dengar. Yang lebih utama tidak membuat mereka mengantuk kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...