Bermain dan belajar dengan “Tang-Ting-Tung-Der”. Kondisi kelas yang semakin siang, tentu saja berbeda suasananya dengan pagi hari. Pagi hari masih sangat wangi, semangat dan penuh dengan senyum siap untuk belajar. Siang hari mulai sebaliknya, rasa ngantuk menyerang, tidak konsentrasi dan mulai capek, sehingga malas dan meletakkan kepala di meja. Itulah yang nampak pembelajaran setelah istirahat. Saya sebagai guru kelas tentu, tidak tinggal diam, langsung memberikan kepada mereka ice breaking.
Ice breaking diberikan untuk
mencairkan suasana, menggugah semangat mereka untuk belajar kembali. Itulah uniknya
menjadi guru kelas, sigap, penuh inovasi dan kreatif menciptakan ice breaking
yang tentu saja belum pernah mereka dengar. Ternyata dengan sangat mendadak
saya ciptakanlah “Tang-Ting-Tung-Der”. Saya mencoba menjelaskan cara
bermainnya.
Mulailah permainannya, nah
banyak yang belum konsentrasi dan banyak yang masih belum faham. Sehingga banyak
yang tertawa dan kelas hidup kembali. “Tang-Ting-Tung-Der” sebagian masih
loading menunggu, giliran eh tapi salah mengucapkannya. Harusnya, “Tung” dia
mengucapkan “Der”. Semua ger tertawa satu kelas. Dimana ada yang salah.
Setiap ada yang kliru lebih
dari tiga kali, maka wajib menjawab soal. Kemudian ada dari mereka yang ketika ada
teman yang sudah salah berkali-kali, mereka tidak segan menegur, bahkan
membisikkan agar temannya tidak salah. Ice breaking “Tang-Ting-Tung-Der” bisa dilaksanakan
dengan tempo lambat, agak cepat dan cepat. Ini bertujuan untuk melatih konsentrasi.
Setelah beberapa kali salah,
tentu saja mereka lebih hati-hati mengucapkan. Mengucapkan “Tang-Ting-Tung-Der”
dengan berbeda porsenil akan melatih juga kekompakan. Dengan tempo yang
dimainkan juga akan melahirkan kesalarasan suara yang lumayan enak di dengar. Yang
lebih utama tidak membuat mereka mengantuk kembali.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar