Qudwah, melakukan apa yang
diucapkan dan mengucapkan apa yang sudah dilakukan. Memberikan contoh dalam bentuk perbuatan harus benar-benar
di terapkan ketika menjadi seorang pendidik. Tidak hanya itu, pendidik
memberikan contoh yang baik pada anak didiknya. Rasanya bukan berlaku untuk
pendidik, namun seperti orang dewasa atau seorang kakak memberikan contoh yang
baik bagi adiknya. Pemimpin juga memberikan contoh yang baik bagi bawahannya
Menjadi suatu kewajiban dan
keharusan jika memberikan contoh yang baik, dengan harapan mereka akan
mencontohnya dan menerapkannya. Jika hanya pintar berbicara rasanya juga semua
bisa. Maka jika berbicara harus ada tindakan yang tercermin. Jangan hanya
berbicara, namun tidak ada tindakannya hal seperti ini sangatlah disayangkan. Misalnya,
membuang sampah, jika terbiasa membuang sampah sembarangan maka tentu saja akan
banyak yang melakukan hal yang sama. Terutama kepada anak kecil, mereka adalah
peniru yang paling handal. Mereka belum bisa menyaring sehingga baik atau belum,
apa yang mereka lihat itulah yang mereka lakukan.
Artikel ini ditulis juga sebagai
pembelajaran, menjadi pengingat bahwa tidak cukup menjadi seseorang yang
disebut pemimpin, pendidik atau guru, namun belum memberikan contoh yang baik
dan tidak pernah instropeksi atau mawas diri apalagi anti kritik. Seringkali mengkritik
orang lain, namun jika dikritik balik malah tidak terima bahkan emosi atau
menyalahkan dan mencari kejelekan teman yang memberikan kritik. Kemudian sebagai
manusia adalah pemimpin. Minimal pemimpin bagi diri sendiri. Jika belum beres
dengan diri sendiri, jangan coba-coba memimpin orang lain. Dengan hanya
bermodal kekuasaaan dan status, coba pertanyakan, apakah sudah bisa memberikan contoh
yang baik bagi bawahannya?
Melakukan apa yang diucapkan
dan mengucapkan apa yang sudah dilakukan, itu tidak hanya tentang satu hal
saja, namun semua hal. Tidak hanya satu titik misalnya tidak pernah terlambat,
namun urusan yang lain apakah sudah baik? Belum tentu, maka jika ingin memberikan
contoh, totalitas saja artinya semua perbuatan. Bagaimana akhlak, sosialnya, sikapnya, bagaimana menjadi pemimpin yang disenangi oleh bawahan atau teman sejawat, tidak sok
menjadi “bos” dalam segala hal, terbuka, yang paling membuat kecewa adalah jika
menjadi orang yang anti kritik. Bagaimana bisa menjadi manusia yang lebih baik,
jika ada evaluasi, kritik dan masukan tidak pernah di gubris.
Manusia memang ada banyak
kekurangan, namun bagaimana kekurangan tersebut bisa diminimalisir dengan sikap
yang sangat arif dan bijaksana. Bukan malah adanya kekurangan didengung-dengungkan
seakan harus memaklumi khusus untuknya. Tapi tidak berlaku bagi yang lain. Apa bedanya
dia dan kita? Sama-sama punya hak dan sama-sama makan nasi. Mari, terus berusaha
menjadi manusia yang selau belajar dari segala kejadian, mengambil hikmah. Tidak
mudah menyalahkan dan hindari merasa “paling”. Dijalani segalanya dengan diniati ibadah. Selalu berusaha menajdi pemimpin yang mampu memberikan Qudwah Hasanah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar