Sabtu, 18 Februari 2023

Qudwah

 



Qudwah, melakukan apa yang diucapkan dan mengucapkan apa yang sudah dilakukan. Memberikan contoh dalam bentuk perbuatan harus benar-benar di terapkan ketika menjadi seorang pendidik. Tidak hanya itu, pendidik memberikan contoh yang baik pada anak didiknya. Rasanya bukan berlaku untuk pendidik, namun seperti orang dewasa atau seorang kakak memberikan contoh yang baik bagi adiknya. Pemimpin juga memberikan contoh yang baik bagi bawahannya

Menjadi suatu kewajiban dan keharusan jika memberikan contoh yang baik, dengan harapan mereka akan mencontohnya dan menerapkannya. Jika hanya pintar berbicara rasanya juga semua bisa. Maka jika berbicara harus ada tindakan yang tercermin. Jangan hanya berbicara, namun tidak ada tindakannya hal seperti ini sangatlah disayangkan. Misalnya, membuang sampah, jika terbiasa membuang sampah sembarangan maka tentu saja akan banyak yang melakukan hal yang sama. Terutama kepada anak kecil, mereka adalah peniru yang paling handal. Mereka belum bisa menyaring sehingga baik atau belum, apa yang mereka lihat itulah yang mereka lakukan.

Artikel ini ditulis juga sebagai pembelajaran, menjadi pengingat bahwa tidak cukup menjadi seseorang yang disebut pemimpin, pendidik atau guru, namun belum memberikan contoh yang baik dan tidak pernah instropeksi atau mawas diri apalagi anti kritik. Seringkali mengkritik orang lain, namun jika dikritik balik malah tidak terima bahkan emosi atau menyalahkan dan mencari kejelekan teman yang memberikan kritik. Kemudian sebagai manusia adalah pemimpin. Minimal pemimpin bagi diri sendiri. Jika belum beres dengan diri sendiri, jangan coba-coba memimpin orang lain. Dengan hanya bermodal kekuasaaan dan status, coba pertanyakan, apakah sudah bisa memberikan contoh yang baik bagi bawahannya?

Melakukan apa yang diucapkan dan mengucapkan apa yang sudah dilakukan, itu tidak hanya tentang satu hal saja, namun semua hal. Tidak hanya satu titik misalnya tidak pernah terlambat, namun urusan yang lain apakah sudah baik? Belum tentu, maka jika ingin memberikan contoh, totalitas saja artinya semua perbuatan. Bagaimana akhlak, sosialnya, sikapnya, bagaimana menjadi pemimpin yang disenangi oleh bawahan atau teman sejawat, tidak sok menjadi “bos” dalam segala hal, terbuka, yang paling membuat kecewa adalah jika menjadi orang yang anti kritik. Bagaimana bisa menjadi manusia yang lebih baik, jika ada evaluasi, kritik dan masukan tidak pernah di gubris.

Manusia memang ada banyak kekurangan, namun bagaimana kekurangan tersebut bisa diminimalisir dengan sikap yang sangat arif dan bijaksana. Bukan malah adanya kekurangan didengung-dengungkan seakan harus memaklumi khusus untuknya. Tapi tidak berlaku bagi yang lain. Apa bedanya dia dan kita? Sama-sama punya hak dan sama-sama makan nasi. Mari, terus berusaha menjadi manusia yang selau belajar dari segala kejadian, mengambil hikmah. Tidak mudah menyalahkan dan hindari merasa “paling”. Dijalani segalanya dengan diniati ibadah. Selalu berusaha menajdi pemimpin yang mampu memberikan Qudwah Hasanah.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...