Alhamdulillah, kesempatan yang diberikan Allah sangat luar biasa. Hari ini dengan niatan ibadah dan belajar bersama, menjadi pemateri di Pondok Pesantren Ngunut. Tepatnya di unit SMA Islam Sunan Gunung Jati Putra.
Saya sangat mengucapkan terima kasih banyak atas kepercayaan Bapak Kepala Sekolah yakni beliau Bapak Zamah, lalu di program unggulan literasi ada Bapak Fauzi. Dan semua Bapak/Ibu guru sekaligus santri putranya. Tidak ada kata lain selain Masyallah, Subhanallah istimewa betul.
Ketika acara opening oleh Mc, qori lalu dibuka dengan perwakilan kepala sekolah yakni Bapak Pembina Osis, semua audience istimewa. Benar-benar diuji mentalnya.
Apalagi dalam satu forum itu hanya saya yang perempuannya. Sorakan khas santri putra sungguh luar biasa. Salah satunya ketika pembacaan biografi, Mc salah menyebutkan kata itu responnya luar biasa. "Cie....cie...cie" mengundang tawa. Kalau Mc dan sebagai pengisi acara ini belum memiliki mental baja, menghadapi peserta atau audience yang hampir seratus lima puluh, tentunya akan membuat keringat dingin bahkan bisa jadi lemas kaki.
Tema di materi hari ini tentang "Pemuda Santri Harus Berkarya" salah satunya karya tersebut melalui literasi. Literasi itu tidak hanya menulis. Namun, kegiatan literasi bisa dimulai dengan membaca, menyimak, menulis dan berbicara. Banyak orang bingung memulai menulis dari mana. Padahal mereka pernah diberikan tugas dengan kata lain sedikit "dipaksa" membuat cerpen juga terealisasi. Bahkan karyanya sangat bagus-bagus sekali.
Motivasi-motivasi yang saya berikan juga berdasarkan dari guru dan dosen sekaligus berangkat juga dari pengalaman pribadi. Mereka yang bertanya juga akan mendapatkan buku. Hal ini sebetulnya sebagai tanda bukti tahaddus bini'mah. Berbagi dengan hasil karya kita itu sungguh membuat bahagia yang luar biasa. Selain hal itu, membuat pengingat bahwa jika sudah berani berbicara maka harus dikencangkan istiqomahnya dalam menulis.
Terima kasih untuk hari ini yang sangat luar biasa. Saya berdiri di sini hari ini, juag tidak lain atas manfaat dan barokah menulis. Dan itu selalu saya yakini, bahwa menulis itu perjuangan yang selalu akan membawa kepada keberkahan.
Tetap semangat



BalasHapusKeren bu 👍
terima kasih atas kesempatan dan pengalaman berharganya pak,, pangestunipun
BalasHapus