Khitobah Bahasa Arab, bukan hal baru bagi Habibah siswa kami. Dia sering mengikuti ajang kompetisi bidang ini. Porseni yang sudah tak terhitung, dari belum mendapat juara sampai kali ini dia mendapat kesempatan di tingkat Kabupaten. Bukan hal mudah dalam menjalani prosesnya, mendampingi dan membimbing dia.
Tentu kita belajar dari pengalaman demi pengalaman. Tidak hanya di bidang bahasa Arab, tiga bahasa sekaligus kami pelajari dan selalu berusaha dan berupaya secara maksimal untuk bagaimana menjadi dan menampilkan yang terbaik di berbagai kompetisi. Saya masih teringat betul bahwa "semua tidak akan diraih tanpa perjuangan". Sehingga barang siapa ingin berprestasi dan berkembang lebih, tentu harus berjuang. Misalnya latihan tanpa bosan, ketika di kritik tentu harus siap.
Ketika tidak dipedulikan, biar saja anggap orang seperti itu iri. Bahkan ketika latihan tampil di depan ditertawakan sebab lupa. Bagi saya sebagai pelatih itu sangat wajar, yang perlu dipertanyakan adalah yang tertawa itu bisa tidak, untuk berdiri di depan orang banyak. Memang menjadi pembicara atau membawakan sebuah pidato bukanlah hal yang mudah.
Beberapa kendala yang saya temui ketika khitobah Bahasa Arab kali ini, salah satunya adalah kesohihan teks. Saya harus kembali mengulang dan mengingat-ingat ulang tentang kedudukan nahwu shorof. Alhamdulillah syukur tiada tara persiapan kali ini saya dipertemukan banyak teman yang membantu di kampus STAI MAS, yang sudah expert di bidangnya. Membantu membetulkan beberapa harokat yang dirasa kurang benar.
Lomba Porseni Kabupaten Tulungagung, diselenggarakan di MIN 5 Tulungagung di sana upacara pembukaan dan penutupan pembagian hadiah. Lalu untuk cabang-cabang lomba sudah di plot sesuai tempatnya. Untuk bidang khitobah tiga bahasa di Mi Buntaran. Alhamdulillah pertolongan-pertolongan Allah selalu tepat, meskipun harus bolak balik mengambil nomer serta registrasi dengan suasana panas cerah tetap semangat. Sebab dari awal kami yakin, kami juara.
Di tingkat Kabupaten ini, saingannya cukup ketat. Yang sudah dikirim di Kabupaten adalah benar-benar sudah pilihan. Hampir peserta yang mengikuti lomba memberikan tampilan-tampilan terbaiknya. Benar-benar membuat haru.
Doa yang tiada putus dari awal sampai akhir. Meskipun Habibah belum mendapatkan Juara 1 dan belum mendapatkan kesempatan di tingkat Provinsi. Prestasi ini patut diacungi jempol. Semua bekerja keras untuk mendapatkan yang terbaik, baik orang tuanya, anaknya sendiri dan pembimbingnya. Dan ini pertama kali sejarah bagi lembaga mendapatkan juara 2 di tingkat Kabupaten bidang khitobah Bahasa Arab. Yang sebelumnya selalu di bidang tahfidz tapi masih juara harapan.
Semoga tahun depan lebih meningkat prestasinya. Dan memotivasi adik-adiknya untuk lebih baik lagi. Jangan cepat puas, terus berjuang tingkatkan prestasi dan tetaplah rendah hati. Keep Fighting and Congratulation.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar