Jumat, 10 Maret 2023

Junudun Mujannadan



Merasakan suasana sefrekuensi dengan teman, sahabat atau saudara rasanya di hati menetramkan. Kadang-kadang saking sefrekuensinya dengan tatapan mata saja sudah terbaca dan bahkan tertawa terlebih dahulu. Bahkan ketika dongkol atau kecewa namanya sefrekuensi, kadang hanya cukup diam beberapa menit lalu sudah kembali normal seperti biasa.

Pada momen yang sama, saya mengikuti doa bersama beliau Bapak Zamahsari, Kepala SMA Gunung Jati Pondok Pesantren Ngunut. Beliau baru pulang dari ibadah umrohnya. Di Rabu sore setelah kuliah semua mengikuti doa bersama. Setelah doa bersama, beliau bercerita pengalamannya di tanah suci. Salah satunya tentang Junudun Mujannadan.

Beliau menjalankan ibadah umroh masih dua kali. Di umroh pertamanya beliau bercerita pengalamannya. Begitu juga di umroh kedua ini, pengalamannya tak kalah indahnya. Salah satu yang saya tanggap tentang Junudun Mujannadan. Apapun yang terjadi jika sudah dihendaki Allah dan telah dituliskanNya. Pasti akan bertemu, beliau bercerita diantara jutaan bahkan ratusan juta jamaah umroh di Makkah di setiap kesempatan beliau bertemu dengan kawan yang sama-sama mustahiq di Pondok Ngunut. Rasanya sungguh keajaiban. Ketika jamaah di Masjid juga bertemu bahkan di toiletpun juga bertemu dan mengatakan "Alhamdulillah, bertemu kembali".

Itulah namanya junudun mujannadan, sebaliknya jika tidak cocok mau diapakan saja, tetap tidak cocok. Istilahnya dari sononya sudah ditakdirkan tidak cocok. Dari sinilah saya belajar bahwa memang manusia jika tidak cocok mau diapakan tetap tidak cocok. Namun yang menjadi catatan utamanya adalah harus tetap bersikap baik. Setidaknya jika tidak bisa sefrekuensi, tetaplah baik dengan saling menyapa. 

Kita tidak tahu bahwa suatu saat pasti membutuhkan orang lain. Jangan terlalu menutup diri dan melabelkan diri bahwa lebih baik dari orang lain. Naudzubillah. Sehingga jatuhnya sering menyendiri dan tidak membaur dengan teman, tetangga bahkan saudara. Boleh menjadi orang pendiam. Tapi jangan menjadi orang yang antisosial. 

Keep Fighting 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...