Sabtu, 25 Maret 2023

Khotmil Quran With Putra Putri Yatim Mandiri

 





Ramadhan 1444 H, tepat di Ramadhan pertama Alhamdulillah mendapat kesempatan di acara Khotmil Quran di kantor cabang. Bersama santri putra putri pilihan di masing-masing sanggar. Rasanya haru dan bahagia. Mereka yang diberikan kesempatan emas dalam membaca Al Quran secara bergilir dan bergantian. Secara tidak langsung membawa nama baik sanggarnya masing-masing.

Acara dimulai pukul dua siang. Acara dibuka dengan nonton bareng pembukaan resmi di kantor pusat. Lalu di kantor cabang ini dibuka oleh Pak Alwi, selaku kepala staf kantor. Peserta yang terkumpul sekitar dua puluh empat santri dengan masing-masing pembinanya enam orang.

Ini kali pertama mendampingi mereka. Beberapa kendala yang kami hadapi adalah santri-santri cenderung malu untuk mengeluarkan suara yang keras ketika mengaji. Entah sebab efek puasa atau malu, padahal sudah menggunakan pengeras suara, namun tetap saja. Tetapi, hal ini saya meyakini sebagai proses belajar.

Selain Khotmil Quran, kami juga berjamaah sholat Ashar dan Magrib. Dilanjutkan dengan penutupan dan buka bersama. Menu pembukanya adalah kolak kacang hijau. Lalu sholat jamaah maghrib dan dilanjutkan makan besar dengan menu ayam bakar. Wajah santri-santri sangat sumringah ketika sudah berkumandang adzan maghrib. Ada yang melanjutkan makan dan ada yang setelah jamaah maghrib harus pulang, sebab jarak rumah yang terlalu jauh.

Semoga acara ini membawa keberkahan bagi semuanya. Dan terus semangat dalam menghatamkan Al Quran ketika tadarus di rumah. Selain mendapatkan kolak dan nasi kotak ayam bakar, mereka juga mendapatkan bingkisan dan uang saku. Mereka yang menyandang putra putri yatim adalah pilihan Allah dan kita harus menyayanginya. Jangan sampai menghardik apalagi menelantarkan mereka. Jika belum bisa membantu, janganlah menyakiti. Ingat sabda Rasulullah bahwa "kedudukan anak yatim kelah seperti jari telunjuk dan jari tengah beliau". Mari, terus berbuat baik dan niatkan untuk mendapatkan RidhoNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...