Berbuka Puasa dengan menu rumahan, masakan Umi tiada tanding. Saya hanya berperan sebagai asisten dapur, hehehhe. Apalagi moment awal Ramadhan ini semua keluarga berkumpul. Adik An'im yang kuliah di Malang pun Alhamdulillah pulang. Rasanya syukur berlipat-lipat Alhamdullillah.
Semua diberikan kesehatan. Menu sederhana yang tidak mahal, hasil kebun sendiri sayur bayam bobor dan menu wajib sambal tomat serta krupuk sungguh nikmat. Teh hangat dan jus alpukat dari hasil kebun sendiri menjadi pelengkap menu berbuka kali ini.
Saya yang bertugas menyiapkan segalanya. Mengambilkan nasi di masing-asing piring. Menyeduhkan teh hangat di masing-masing gelas. Memastikan semua lauk dan sayur di meja makan. Lalu meja makan tersebut bersih serta kursi lengkap sesuai jumlah anggota keluarga. Moment ini sungguh nikmat yang luar biasa.
Ramdhan selalu kami rindu dengan segala keberkahannya serta hikmah-hikmah di dalamnya. Kesempatan ini harus kita syukuri dan hendaknya sering dilakukan. Meskipun hanya sekedar ngobrol dan diskusi kecil. Keluarga yang saling menghangatkan, menyayangi, kompak bahkan permasalahan apapun bisa kita diskusikan.
Kegiatan-kegiatan yang akan datang sudah mulai aktif, meskipun porsinya jamnya terkurangi hendaknya juga tidak mengurangi momen bersama keluarga. Begitu juga ketika ada kesempatan berbuka dengan teman, sahabat bahkan kerabat. Semoga Ramadhan tahun ini kita lebih baik dan semakin bermakna.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar