Rabu, 29 Maret 2023

Ramadhan Adalah Waktu Untuk “Menggodok”

 


Ramadhan adalah waktu untuk “menggodok” segala hawa nafsu yang dimiliki oleh manusia. Tidak hanya lapar dan dahaga. Puasa juga merupakan api yang akan bisa membakar keinginan bahkan pikiran duniawi.

Ramadhan waktu dan kesempatan kita untuk berkhidmah menjadi manusia dengan hati yang baik. Segalanya diawali dengan baik, kondisi yang lapar akan membakar segala keinginan. Dan dikerumuni dengan rasa prihatin. Menahan segala rasa lebih terhadap duniawi.

Selain itu dalam kesehatan bayangkan saja, jika dalam satu tahun tidak pernah puasa baik sunnah maupun Ramadhan. Sistem pencernaan yang kita miliki betapa kotornya. Sisa-sisa makanan dan kerak yang menempel pada setiap organ pencernaan, kita tidak pernah tahu. Memang hanya melalui pemeriksaan dokter kita tahu. Bahkan setiap hari yang kita lakukan seperti sistem ekskresi pun misalnya buang air kecil atau air besar. Kerak segala makanan masih ada.

Maka pada puasa Ramadhan inilah juga waktu untuk membersihkannya. Bukan hanya untuk jiwa atau batiniah saja, puasa Ramadhan juga sebagai momen untuk mencuci bersih sistem pencernaan yang kita miliki. Dibuktikan dengan panasnya badan ketika dahaga dan haus itu melanda, sebetulnya sistem pencernaan itu memang sedang bekerja untuk membersihkannya. Hal ini sangat menepis bahwa puasa membuat orang lemas bahkan membuat orang tak sehat.  

Bulan Ramadhan ini bulan yang sangat mulia. Waktunya untuk “dhepe-dhepe” mendekatkan kepada Allah. Rasanya semua bulan ingin Ramadhan agar istimewa-istimewanya terus mengalir. Seperti sepukuh hari pertama adalah rahmat. Sepuluh hari kedua aladah maghfiroh atau ampunan. Sepuluh hari ketiga adalah dihindarkan dari apai neraka. Belum lagi dimalam ganjil sepuluh hari terakhir akan ada malam Lailatul Qadar.

Semoga bulan ini menjadi berkah bagi semuanya. Dan menjadikan kita manusia yang lebih baik dalam segala hal. Dan jangan jadikan bulan ini yang sia-sia. Optimalkan ibadahnya kencangkankan sabuk untuk menahan segala nafsu. Semangat untuk kita semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...