Perubahan adalah sikap yang tidak sama dan itu biasa pada manusia. Hati pada manusia yang tak tentu juga sudah hal biasa. Manusia yang waras adalah akan memaklumi atas segala perubahan itu. Baik perubahan dekat menjadi jauh, luar biasa menjadi biasa, yang baik ke buruk atau sebaliknya. Tak usah ribet dengan perubahan.
Jangan gila hormat, apa-apa minta diundang apa-apa minta harus permisi dan izin. Sebelum itu pintar-pintar untuk melihat dulu konteksnya. Kalau menjunjung tinggi sebuah senioritas juga harus bisa menempatkan diri. Kadang kala jika terlalu gila hormat, jatuhnya akan sebaliknya. Tidak akan pernah dihormati. Gila hormat dan saling menghormati dua hal yang sangat berbeda.
Belajar untuk cuek, apapun penilaian orang. Cuek kadang sulit untuk sebagian orang. Sebab, tidak semua siap dengan penilaian yang kurang baik. Yang perlu disadari adalah kita harus open mind untuk menerima kritik, nasihat serta saran. Hindari untuk bermuka banyak, hanya ingin dianggap baik oleh semua orang. Muka banyak itu sangat melelahkan, bayangkan ketidak konsistenan dalam bersikap.
Kadang menjawab "tidak" untuk mempertegas untuk menolak atau bahkan belum percaya diri atau belum mampu untuk menjalankannya. Kadang menjawab "ya" tentu akan ada resikonya salah satunya adalah komentar. Komentar yang lahir bisa baik atau bahkan sebaliknya. Kadang orang komentar hanya pintar bicara saja, tanpa disadari belum tentu bisa menjalankannya.
Kembali lagi, kita harus pintar dalam menempatkan diri, berhadapan dengan siapa, berbicara dengan siapa dan utamanya tahu diri kita. Jeleknya bahkan kekurangan diri sendiri harus betul-betul dipahami. Jangan memaksa orang untuk mengerti diri kita, belajar untuk mengerti orang lain. Kalau belum mampu tinggal jawab dengan jujur jangan terlalu memaksakan sehingga akhirnya lelah sendiri.
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar