Pengalaman kedua yang luar biasa, di hari Rabu, 21 Juni 2023 Alhamdulillah diberikan kesempatan belajar bersama-sama mbak-mbak santri di pondok pesantren Sunan Pandanaran PPHM Ngunut. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk lebih mencintai kegiatan literasi seperti membaca, menulis dan mungkin berbicara.
Informasi awal untuk mengisi kegiatan ini di akhir bulan Mei melalui Pak Fauzi dan Bu Nike. Dan tanggal konfirmasi atau tepatnya di pertengahan Juni. Mbak-mbak OSIS di SMA Sunan Gunung Jati Putri, mengadakan program diklat ini, salah satunya tujuannya mengisi waktu sebelum liburan. Dan ini diperjelas oleh Ketua OSIS Putri Mbak Tika.
Ketika acara opening dibuka oleh Mbak-mbak OSIS mc, pembacaan Al Qur'an dan sambutan pembina OSIS, yakni Pak Ghufron. Beliau berpesan menjadi sosok perempuan itu harus cerdas, sebab anak yang cerdas lahir dari seorang ibu yang cerdas dan hebat. Beliau juga berharap kegiatan ini berlanjut dan bermanfaat.
Selanjutnya materi utama, temanya tidak jauh berbeda dengan Pak Ghufron sampaikan, yakni literasi bagi para santri dan literasi di era milenial. Perempuan itu harus berdaya, berdaya dalam arti keilmuan yang dimiliki haruslah luas terutama keilmuan agama. Berada di pondok pesantren bukan menjadi penghalang dalam berkembang.
Dunia literasi adalah salah satu dunia yang membantu kita berkembang, saya katakan bahwa ketika saya bisa berdiri diantara mbak-mbak santri kali ini adalah bagian dari barokahnya menulis. Seperti biasa kita belajar bersama melalui tulisan, mengapa harus menulis dan mengapa santri harus berliterasi.
Antusias mbak-mbak sangat luar biasa. Apalagi dihubungkan dengan kehidupan mereka di pesantren. Saya mengenalkan dunia literasi terutama menulis, dengan yang paling mudah yakni "pokok menulis". Seperti halnya cerita-cerita perasan dan pengalaman.
Nah, jika pembahasan topik tertentu, misalnya ilmiah harus dengan data dan fakta bahkan teori untuk dibuktikan. Hal yang perlu diingat adalah menjadi santri ketika menulis di era digital harus memiliki batasan dan pagar. Artinya jika sudah berani menulis, maka harus berani bertanggung jawab.
Sesi materi utama telah usai hampir satu jam, selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Pada sesi ini, saya menyediakan dua buku karya solo saya sebagai hadiah untuk mereka. Alhamdulillah pertanyaan dari tiga penanya luar biasa.
Salah satunya "Apa motivasi Bu Filza menulis dulu sampai sekarang" jawabannya simpel bahwa menulis adalah perjuangan dan saya yakini menulis akan merubah hidup. Kedua, bagaimana menyikapi zaman sekarang Indonesia masih rendah literasinya terutama dalam membaca. Jawaban saya maju dan tidak negara ini tergantung kita, sampean semua artinya mari dimulai dari diri sendiri hal-hal baik terutama dalam membaca dan menulis.
Tak terasa waktunya sudah habis. Dan acara saya simpulkan dan di tutup dengan doa bersama. Kemudian saya meminta atau tindak lanjut dari acara ini yakni membuat resuman, yang terbaik akan mendapatkan reward dari saya. Setelah itu saya masih di hampiri oleh dua mbak santri, mereka ingin ngobrol dan bertanya seputar dunia santri dan tulisan. Luar biasa obrolan kita santi di kantor sampai tak terasa sudah memasuki waktu dzuhur. Dua mbak santri meminta nomer saya dan simpulan kita ngobrol adalah apa solusi yang terbaik jika santri menulis yang posisinya di era digital, padahal penggunaaan IT masih terbatas. Saya katakan ada media buku, ada guru sebagai fasilitator, majalah bahkan buletin pesantren gunakan sebaik mungkin untuk menjadi wadah kita berkembang di dunia literasi.
Saya memberikan wawasan kepada mereka dunia ini luas, bagi orang yang mau belajar dan membaca. Keilmuan terus berkembang dan jangan cepat puas. Saya juga tidak lupa menyisipkan dunia perguruan tinggi yakni STAI MAS keistimewaan dan keunggulannya. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang luar biasa diberikan. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak PPHM Asrama Sunan Pandanaran, Sunan gunung Jati dan Bapak Ibu Guru keluarga besar SMA Sunan Gunung Jati terutama kepada Bapak Kepala SMA SGJ Pak Zamah dan pembina OSIS putra dan putri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar