Rabu, 13 September 2023

Belum Memiliki Anak Apakah Aib?





Kadang manusia mengukur manusia lain, dengan ukurannya sendiri. Membuat indikator kebahagiaan orang lain, dengan indikator dirinya sendiri. Hal demikian kadang mau disalahkan pun tidak bisa.

Manusia memang unik dengan segala jalan ceritanya. Ketika umur sudah dianggap cukup, pasti ada pertanyaan "kapan menikah?" Ketika selesai menikah "kapan punya anak?" Pertanyaaan hal itu bersifat umum dan akan sebatas pertanyaan. Permasalahannya adalah jika pertanyaan kearah memaksa untuk dijawab, maka penjawab pertanyaan tersebut harus berbesar hati. Meskipun terkadang serasa tidak ingin menjawabnya.

Setiap manusia memiliki cerita tersendiri. Kadang penanya tidak memiliki niat untuk menyakiti, apalagi terkait pertanyaan seperti di atas. Kemudian ada kata perbandingan "ini sudah hamil, itu sudah lahiran" maka tujuan bertanya rasanya tidak ada. Lebih kepada kepo dan membandingkan. Apalagi yang sering terdengar "yuh disalip ini, disalip itu" kadang dibenak menjawab "emang mau kemana sih, harus salip-salipan, seperti naik motor". Konteks apapun jika tujuannya hanya membandingkan pun akan terasa sakit. Siapa yang mau dibanding-bandingkan.

Ada kategori, yang awalnya bertanya lalu memberikan doa terbaik dan beberapa sharing untuk memberikan solusi, sekaligus memberikan motivasi. Hal ini menurut saya lebih baik dari pada bertanya tapi membandingkan. Yang utama ketika pejuang garis dua, mendapati hal demikian, jawaban yang bijak adalah "pangestune".

Segala yang diberikan Allah untuk perjalanan hidup seseorang segalanya harus disyukuri. Diberikan Allah waktu untuk terus belajar dari segala kehidupan. Membangun mental yang kuat, tahan banting, meskipun kadang ada lunglainya menangis, namanya juga manusia biasa.

Ranah yang sangat pribadi tidak elok jika ditanyakan. Apalagi terkesan memaksa untuk dijawab. Belum memiliki momongan bukan aib. Sebab ada campur tangan Allah, Allah memberikan jalan kepada hambanya sendiri-sendiri. Nikmati proses yang ada. Sehingga harus bijak, dan senyum saja jika mendapati demikian. 

Ada Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya. Pokoknya jangan lupa untuk bersyukur. Dilanjutkan dengan tetap usaha dan berikhtiar sekuat tenaga. Keep Fighting Pejuang Garis Dua. Semoga yang segala yang dicita-citakan bisa hasil dan terwujud yang membawa barokah. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...