Pernah suatu momen merasa hancur. Bahkan menertawakan diri sendiri. Merasa takut, merasa salah terus dalam setiap melangkah. Bahkan menjadi sosok yang kurang percaya diri. Bertemu manusia lain saja, tidak tatag, kalau istilah Jawanya "wedhi karepe dewe".
Setiap hari isinya hanya menangis. Makan tidak selera bahkan. Wajah lusuh dan murung. Kadang berfikir sampai dititik yang sangat lemah. Dan itu bukan diri ini sesungguhnya, berbeda jauh dengan sebelumnya.
Ternyata benar, ketika mental tidak sehat semakin kita memikirkannya akan semakin hancur dan ruwet. Jalan utamanya adalah berkomunikasi dengan Allah. Yang menguatkan adalah ayat-ayatNya, kalimat-kalimat toyyibahNya. Perbanyak sholat dan sholawat yang meskipun otak dan hati berkeliaran berkelana entah kemana.
Mata sembab, lapar tak dirasa. Alhamdulillah dan syukur tiada henti ketika dikelilingi orang terdekat seperti family orang tua, teman, sahabat, guru yang luar biasa. Segalanya bisa komunikasikan dengan baik dan diselesaikan dengan baik. Terutama kehadiran suami dan doanya yang tak pernah henti begitu juga dengan orang tua.
Jika teringat peristiwa itu, kadang tersenyum sendiri ternyata mampu melewatinya dengan luar biasa jalannya. Sehingga hikmah dan pelajaran berharga bisa diambil. Tidak mudah melewati ujian yang luar biasa tersebut. Sebagai manusia biasa yang penuh dengan kelemahan.
Tidak boleh berlama-lama dengan hal itu. Maka harus bangkit dan kembali kejalan serta aktivitas selanjutnya. Kembali fokus dengan yang didepan mata. Lakukan dengan yang terbaik dan berdoa yang tiada henti.
Menjadi sosok manusia yang tenang, penuh kehati-hatian dan lebih bijaksana lagi. Penuh dengan pertimbangan untuk mengambil sebuah keputusan. Setiap orang memiliki peran yang berbeda-beda. Ujian dan masalah pada orang hidup itu selalu ada. Kadang dari ujian atau masalah itu akan membuat lebih dewasa. Jika tidak menghendaki ada ujian atau masalah, maka artinya tidak hidup.
Ujian atau masalah yang kita lalui pun, sesuai takaran, ketika mendapatkannya berarti kita mampu melaluinya dan itu jelas tercantum pada surah Al Baqarah ayat 286.
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya" (Q.S Al Baqarah:286)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar