Masih ingat betul bagaimana seorang guru selalu memberikan amunisi terbaik, meskipun hanya melalui sebuah kalimat sederhana untuk semua muridnya. Suasana hati yang tak karuan didalam kelas, guru akan mengerti, bahkan tanpa kita bercerita. Takdir Allah dan kehendakNya, atau momentumnya pas dengan dawuh beliau selalu pas. "Tetap semangat, tetap optimis, tetap bersyukur untuk apapun yang telah terjadi" "Tetaplah berjuang dan jangan pernah menyerah".
Ketika dalam suatu momen dan pada titik merasa lelah, bosan, kecewa dan tidak sesuai kata menyerah sempat terpikirkan. Bahkan ingin berhenti saja. Namun, entah mengapa kalimat tersebut muncul dan membuat tersadar dengan segala yang ada.
Lebih-lebih mungkin sebagian orang kadang menginginkan diposisi kita. Mencintai segala kegiatan yang telah dilakukan. Baik pekerjaan, profesi atau aktivitas apapun. Dimana di setiap ruang tersebut bagian dari laboratorium untuk belajar banyak hal.
Melalui ruang tersebut mampu menempa diri bahkan siap ditempa dengan segala kemungkinan. Bertujuan untuk belajar dengan banyak hal. Sehingga kita mampu untuk mengembangkan potensi diri melalui ruang tersebut.
Selanjutnya berproses untuk selalu membuka diri agar lebih baik. Berprestasi bukan untuk menjadi lebih tinggi. Justru untuk berproses dalam mengolah kerendahan hati dan bisa membuat lebih dicintai banyak orang. Dan hal demikian sebetulnya kesempatan untuk terus berbuat kebaikan.
Maka jangan lelah untuk berproses, jalan terus. Nikmati setiap tahapan dan ambil hikmah di setiap peristiwa. Ucapkan terima kasih kepada diri sendiri dan selalu positif thinking.
Salam semangat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar