Minggu, 12 November 2023

Mengapa Harus Guru





Teringat masa kecil, kalau ditanya cita-citamu menjadi apa? Jawabannya utamanya dokter, pramugari dan polisi. Seiring berjalannya waktu dan pendidikan yang telah dijalani, ternyata cita-cita tersebut berubah begitu saja. Tepatnya, cita-cita tersebut berbelok kepada yang lebih terbaik dan sesuai dengan diri sendiri.

Guru, pengajar atau pendidik, entah apa yang mengawalinya yang jelas dulu sangat senang melihat sosok guru yang rapi, selalu pintar, disiplin dan tegas kepada muridnya. Bahkan membukakan pintu gerbang untuk selalu berprestasi, percaya diri dan membangun mental juara di setiap kompetisi.

Banyak sekali guru yang telah memotivasi diri saya. Tetapi, entah mengapa di satu titik saya mengucapkan dalam hati bahwa "Bismillah, insyallah saya bisa seperti Bapak". Mulailah disitu, mempersiapkan diri mulai mengambil jurusan pendidikan. Dan terus berjalan, berproses dengan segala suka citanya.

Apakah menjadi guru, langsung bisa terjun disebuah lembaga? Ternyata jalan saya harus melewati proses belajar menjadi tutor di sebuah lembaga les privat. Ke rumah siswa dengan segala macam cerita, mengajari calistung, materi pelajaran agama atau umum. Mulai menikmati proses, menambah lembaga les privat yang diikuti kurang lebih semester tiga sampai semester lima dan di kota orang, yakni Malang.

Kala itu, menjadi mahasiswa dan bekerja rasanya campur aduk, adakalanya sedih ketika lelah adakalanya senang sebab ada tambahan uang baik untuk membeli buku, jajan dan baju. Lalu senang sekali dengan kegiatan Pramuka. Mulai ikut melatih Pramuka di lembaga-lembaga dengan teman yang lain. 

Rasanya duniaku memang tak jauh-jauh dari pendidikan bersama siswa. Dan ketika semester akhir ada lowongan menjadi guru kelas. Mencobalah untuk daftar di salah satu lembaga SD Islam Plus yang besar, favorit, tengah-tengah kota Malang.

Ternyata menjadi guru memang tak seindah yang dibayangkan. Berproses untuk belajar, memahami sistem, organisasi di lembaga tersebut dan sinambi kuliah S2. Menjadi guru kelas satu setahun. Ingin berhenti, tapi Alhamdulillah dengan jalanNya.

Kembali mengajar di SD Negeri Ketawanggede Kota Malang. Di sekolah ini digembleng lagi dan lagi. Mempelajari penerapan K13 dan seperangkatnya dan kegiatan literasinya. Bertemu dengan banyaknya guru senior.

 Itulah perjalanan menjadi guru. Dan mengapa harus menjadi guru, sebab di profesi inilah semoga segala hal yang telah dilakukan akan menjadi ladang ibadah. Semoga tetap semangat dan terus berprestasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...