Rabu, 31 Januari 2024

Aku Menjadi Sangat Tersinggung


Pasti anda semua tahu dengan beliau Gus Mus. Gus Mus merupakan salah satu ulama besar yang memiliki nama lengkap K.H Musthofa Bisri. Selain menjadi tokoh ulama besar, saya juga mengidolakan puisi-puisi yang beliau tulis. Dan bahkan saya sangat senang dengan cara beliau membacakannya.

Banyak sekali puisi-puisi beliau yang berisi nasihat yang menjadi sentilan-sentilan halus bagi saya. Sehingga yang mendengarkan atau membacanya akan mengiyakan sebagai tanda setuju. Seperti layaknya larikan kalimat dibawah ini:

Saya merasa sekarang ini agak sungkan membaca Al Qur'an,

Gak tahu sampean ini orang Islam ini baca Qur'an terus atau enggak,

Saya sendiri itu sungkan karena Qur'an itu sering menyinggung perasaan saya,

Setiap baca Qur'an, saya selalu tersinggung, ayat orang kafir kok mirip saya,

Ini ayat orang munafik kok persis dengan kelakuan saya,

Ini ayat orang mukmin kok sama sekali tidak sama dengan saya,

Untunglah anda yang tidak faham Al Qur'an dan mungkin tidak pernah membacanya,

Karena anda tidak akan tersinggung oleh Al Qur'an

Ini betul terjadi pada saya. Suatu kesempatan saya begitu oleng dengan segala hiruk pikuk dunia. Bertemu bermacam-macam karakter manusia dengan segala dinamika hidup dan jalan ceritanya. Sampai merasa menjadi manusia sepertiku semuanya serba salah, tidak ada yang benar. Kala itu dengan hati yang berat bahkan ingin sekali menyerah, tapi saya tetap berangkat menjalani rutinitas setiap pagi. Salah satunya yaitu bersama anak-anak muroja'ah. Kemudian mendadak tetes air mata tak terasa jatuh pada lembar kesekian pada juz 4.

Saya tidak tahu penyebabnya, tetapi air mata terus menetes. Terbesit di hati kecilku, aku juga manusia. Dan pada umumnya manusia lain, pasti memiliki dan pernah merasakan kecewa sampai pada akhirnya ada rasa benci. Rasa-rasanya sudah enggan mendengar nama tersebut apalagi bertemu. Kutarik nafas panjang dan kulanjutkan muroja'ahnya.

Kenapa masih terlintas di depan mata, dan hati berbicara. Tidak menyangka saja, menemukan orang sejahat itu atau saya saja yang terlalu berekspektasi bahwa orang tersebut baik secara luar dan dalamnya. Mungkin jika terluka fisik akan terlihat dan bisa dicarikan dokter dan obatnya.

Memang efeknya luar biasa, seakan menggugurkan kebaikan, rasa menghargai, menghormati yang selama ini telah terbangun. Setelah usai muroja'ah dan anak-anak kembali, kuulangi lagi ayat tersebut sampai beberapa kali. Dengan isakkan tangis, yang inginnya ku sembunyikan, namun gagal. Ayat tersebut adalah surat Ali Imran ayat 138 sampai 139, sebagai berikut:

هَٰذَا بَيَانٌ لِّلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوۡعِظَةٌ لِّلۡمُتَّقِينَ

Artinya: (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ

Artinya: Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

Inilah yang menjadikanku sangat tersinggung dan malu. Merasa sangat sedih dan seterpuruk itu, namun Al Qur'an secara tidak langsung yang telah kubaca menghiburku, meredakan emosi dan egoku. Dan lihatlah Filza, pada ujung ayatnya, seakan "jlep". Langsung seketika sadar, ibaratnya dalam kalimat Jawa. "Westo nrimo wae, onok sing Kuasa, ngapain dibuat susah, melow lan galau, onok sing luweh nemen songko kowe, maka bersyukuro, nikmati jalanmu, serahkan semua kepadaNya" 

Inilah pembuktian bahwa Al Qur'an merupakan obat mujarab, peringatan serta penghibur hati. Sekalipun saya tak mengerti dan tak begitu faham akan makna (tafsir) setiap ayat-ayat Al Qur'an secara mendalam, Allah selalu memberikan jawaban dengan ayat-ayatnya yang entah saya baca secara sengaja atau tidak bahkan hanya lewat suara. Sehingga mari terus ajeg dan istiqomah muroja'ah untuk membaca Al Qur'an sekalipun hanya satu ayat. 

Sebetulnya waktu semua orang sama yakni dua puluh empat jam, sisakanlah satu jam untuk bercengkrama dengan Al Qur'an. Malu rasanya jika berjam-jam di depan Hp, tetapi ketika menghadap Al Qur'an masih hitungan menit, meskipun tidak tahu makna dalamnya, intinya tetap membaca saja. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...