Sedihnya bukan main ketika harus memutusakan untuk tidak menjadi bagian dari wali kelas. Pengabdian yang selama ini dibangun dengan mereka bukan hal yang mudah untuk dilupakan dengan sesingkatnya waktu. Sedih memang, tetapi harus diputuskan agar tidak banyak merepotkan dan mengecewakan.
Sebuah nasehat bahwa "rawatlah tempatmu bekerja, meski tidak membuatmu kaya, tetapi disitulah rizkimu ada" itu benar adanya.
Siswa-siswi yang terdiri dari dua puluh tiga dengan nama panggilan yang saya hafal persis, mulai absen pertama sampai terakhir hampir dua tahun menjadi wali kelasnya tahun ketiga harus melepasnya, berat. Alfa, Alifa, Alvino, Chelsy, Dafa, Handsome, Izza, Ihsan, Sabil, Zidan, Faqih, Nizam, Safira, Raisa, Naila, Tisya, Alya, Abel dan Danish. Mereka semua luar biasa dengan masing-masing kecerdasan dan bakatnya.
Ahrg,,,,sangat sedih dan haru biru mengingat cerita-cerita lucu dengan mereka. Pengalaman-pengalaman baru yang selalu kami pelajari bersama, sungguh sangat istimewa. Kadang membuat terkejut dan tertawa, kadang juga membuat stres yang ujung-ujungnya membuat pasrah.
Saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga besar wali murid yang sekarang sudah dikelas akhir yakni kelas VI. Begitu juga dengan semua guru formal yang selama ini sudah menjadi partner dengan segala hal cerita. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan.
Banyak doa serta harapan yang terbaik untuk semuanya. Semoga menjadi lebih baik begitu juga dengan saya pribadi. Terima kasih juga masih diizinkan untuk ikut mengaji atau bagian dari guru ngaji, meskipun itu tidak penuh. Sekali lagi Mohon maaf dan terima kasih dan semoga tali silaturahmi kita semua masih berlanjut sampai kapanpun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar