Kamis, 27 Juni 2024

Part 1 Pengalaman Perjalanan Ke Dongko





Mendengar kota Trenggalek sudah tidak asing. Perjalanan menuju me Trenggalek pun sudah beberapa kali dan tujuan di rumah saudara yang di daerah bukan pegunungan. Kali ini sedikit berbeda ini pengalaman pertama kalinya menuju daerah Dongko.

Kebetulan ini acara hormat kemanten salah satu kawan. Suami sudah beberapa kali ke Dongko, sehingga jalan menuju kesana pun sudah tidak asing. Awalnya saya tidak mengira akan sejauh itu dan udaranya yang dingin. Namun, persiapannya cukup dengan bersepatu, kaos kaki, jaket dan bekal snack ringan serta minuman.

Kita berangkat sekitar pukul 10.00 siang, sebab harus menata rapot terlebih dahulu. Kemudian berangkat dengan motor dan beberapa kawan menggunakan mobil sebab rombongan. Ada alasan tersendiri mengapa harus membawa motor salah satunya kami ingin lebih santai dan mampir-mampir di beberapa tempat.

Perjalanan kesana kami menempuh du arah Karangan. Jalan rayanya mulus dan lancar. Setelah mulai menanjak berkelok sudah mulai tegang, sebab jalan berkeloknya tidak seperti ketika di arah Malang. Artinya ini lebih tajam berkeloknya dan nanjakknya. Tambah lagi bensin motorku habis harus mencari toko.

Pada waktu mencari toko, kita tanya penjual ke arah Cakul, Dongko apakah masih jauh. Beliau menjawabnya masih sekitar 25km. Hmm,,, perjalanan masih cukup panjang. Selain itu, saya terus berkomunikasi dengan teman yang juga menggunakan motor yang lewat jalur Kapak. Sehingga kita bertukar lokasi agar bisa bertemu.

Alhamdulillah kita bertemu di masjid dan sekalian sholat maghrib. Sempat berfoto-foto dan bertemu dengan satu rombongan yang menggunakan mobil. Setelah itu masih sekitar setengah jam menuju lokasi mempelai. Teman-teman yang menggunakan mobil juga mengeluhkan hal yang sama yakni jalannya yang luar biasa. Namun, mereka sempat mampir pantai untuk meregangkan tenaga, sekalian untuk makan siang.

Kami yang naik motor langsung menuju lokasi. Ternyata jalan menuju lokasi juga sangat indah namun harus berhati-hati sebab kanan kiri curam dan jalannya masih cor yang tidak merata. Alhamdulillah kami sampai di lokasi dan bertemu kedua mempelai yang bahagia.

Next 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...