Jumat, 23 Agustus 2024

Rewang Menjadi Penting




Rewang itu istilah bahasa Jawa yang intinya saling membantu atau gotong royong, ketika ada tetangga, sanak saudara yang sedang ada hajatan. Hajatan yang biasa ada di sekitar masyarakat adalah rutinan yasinan, tahlilan, slametan, mantenan, walimatul shafar dan lain-lain. Rewang itu seperti tradisi dan budaya yang selalu dilakukan untuk menjada kerukunan.

Pada tradisi rewang, kita bisa belajar menjadi manajer yang baik, pengkonsep acara yang keren dan terlebih menjadi lebih peka terhadap segala kegiatan. Selain itu, kita bisa belajar jika di rumah kita sendiri misalnya terdapat hajatan kita mampu menata, mengatur dan mengkonsep dengan baik.

Pada saat rewang, biasanya durasinya disesuaikan dengan jenis hajatan. Misalnya pada pesta pernikahan, di desa sedikit berbeda dengan acara yang diselenggarakan dikota misalnya digedung. Lebih rembyong di desa bahkan butuh berhati-hati mulai dari ngirim leluhur, njenang, manggulan, resepsi dan standing party. Sehingga warga sekitar akan lebih lama durasinya untuk rewang.

Lalu pada jenis hajatan seperti rutinan yasinan, biasanya hanya butuh sehari semalam untuk mempersiapkannya. Dan tradisi shodaqoh atau nonjok masih sangat lestari, sehingga bagi sanak saudara atau tetangga yang rewang selalu akan dibagi baik dengan bentuk berupa makanan dan lauk-lauknya.

Rewang juga mengandung seni misalnya seni menata jajan, seni menata menu prasmanan dan seni menjadi among tamu. Selain itu direwang juga ada kesempatan untuk belajar administrasi seperti mencatat dengan cepat, tepat dan sesuai. Mengapa harus sesuai? Meminimalisir untuk tertukar baik dari segi tas atau barang serta amlopnya.

Kalau sudah berkumpul dengan para ibu-ibu biasanya ada sebuah informasi yang berfaedah dan kurang bahkan tidak berfaedah, hal disinilah yang harusnya kita hindari. Jika belum bisa maka minimal mengurangi dan menghindari. Hal utama yang biasa dibahas dikalangan ibu-ibu adalah terkait dengan fashion. Begitulah jika ada yang baru atau mencolok akan mendapat opini yang beragam.

Dibalik itu kegiatan rewang banyak mengandung kegiatan positif seperti silaturrahmi, menambah jiwa sosial kita tumbuh dan berkembang. Mengenal berbagai karakter orang bahkan kebiasaan atau tata cara dalam berbagai hal. Maka rewang itu penting namun jangan sampai meninggalkan kewajiban utama kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...