Rewang itu istilah bahasa Jawa yang intinya
saling membantu atau gotong royong, ketika ada tetangga, sanak saudara yang sedang
ada hajatan. Hajatan yang biasa ada di sekitar masyarakat adalah rutinan yasinan,
tahlilan, slametan, mantenan, walimatul shafar dan lain-lain. Rewang itu
seperti tradisi dan budaya yang selalu dilakukan untuk menjada kerukunan.
Pada tradisi rewang, kita bisa belajar menjadi
manajer yang baik, pengkonsep acara yang keren dan terlebih menjadi lebih peka
terhadap segala kegiatan. Selain itu, kita bisa belajar jika di rumah kita
sendiri misalnya terdapat hajatan kita mampu menata, mengatur dan mengkonsep
dengan baik.
Pada saat rewang, biasanya durasinya disesuaikan
dengan jenis hajatan. Misalnya pada pesta pernikahan, di desa sedikit berbeda
dengan acara yang diselenggarakan dikota misalnya digedung. Lebih rembyong di
desa bahkan butuh berhati-hati mulai dari ngirim leluhur, njenang, manggulan,
resepsi dan standing party. Sehingga warga sekitar akan lebih lama durasinya
untuk rewang.
Lalu pada jenis hajatan seperti rutinan
yasinan, biasanya hanya butuh sehari semalam untuk mempersiapkannya. Dan tradisi
shodaqoh atau nonjok masih sangat lestari, sehingga bagi sanak saudara atau
tetangga yang rewang selalu akan dibagi baik dengan bentuk berupa makanan dan
lauk-lauknya.
Rewang juga mengandung seni misalnya seni
menata jajan, seni menata menu prasmanan dan seni menjadi among tamu. Selain itu
direwang juga ada kesempatan untuk belajar administrasi seperti mencatat dengan
cepat, tepat dan sesuai. Mengapa harus sesuai? Meminimalisir untuk tertukar
baik dari segi tas atau barang serta amlopnya.
Kalau sudah berkumpul dengan para ibu-ibu
biasanya ada sebuah informasi yang berfaedah dan kurang bahkan tidak berfaedah,
hal disinilah yang harusnya kita hindari. Jika belum bisa maka minimal
mengurangi dan menghindari. Hal utama yang biasa dibahas dikalangan ibu-ibu
adalah terkait dengan fashion. Begitulah jika ada yang baru atau mencolok akan
mendapat opini yang beragam.
Dibalik itu kegiatan rewang banyak
mengandung kegiatan positif seperti silaturrahmi, menambah jiwa sosial kita
tumbuh dan berkembang. Mengenal berbagai karakter orang bahkan kebiasaan atau
tata cara dalam berbagai hal. Maka rewang itu penting namun jangan sampai
meninggalkan kewajiban utama kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar