Selasa, 22 April 2025

Kartini Masa Kini Dialah Ibu

 


    Sudah tidak asing dihari Kartini kita mendengar "Habis Gelap Terbitlah Terang" menjadi perempuan diera yang penuh hiruk pikuknya perkembangan dunia yang sedang maju. Bahkan menjadi mayoritas penduduk di negeri tercinta ini harus tangguh dan kuat dikeadaan apapun. Sekarang perempuan telah "merdeka". Merdeka dalam berkarir bebas memilih dan menentukan profesi apapun yang dihendaki.
    Perempuan yang di rumah saja, memutuskan menjadi ibu rumah tangga juga merupakan suatu profesi  yang mulia. Di era digitalpun perempuan juga bisa berkarya melalui sosial media yang telah mereka miliki, misalnya jualan online, influenser kesehatan dan membagikan berbagai tips parenting dan lain sebagainya. Hal-hal ini membuktikan bahwa perempuan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik bahkan mereka mampu melaksanakan tugas yang lain. Sering kita mendengar perempuan mulititalenta, multifungsi dan multikemampuan.
    Perempuan juga harus menyadari dengan sepenuh hati bahwa menjadi tugas utamanya yakni menjadi madrasah pertama bagi putra-putrinya. Selain itu, sesama perempuan hendaknya saling mendukung dalam hal apapun. Saling mengapresiasi apa yang telah mereka lakukan, memberikan dukungan serta nasihat yang mampu meningkatkan kebaikannya. Misalnya menjadi lebih bijak dalam menggunakan media sosial, menyerap informasi apapun harus hati-hati dan mendistribusiakannya dengan benar.
   Perempuan juga harus memiliki keahlian tertentu, agar selalu bisa untuk survive atau bertahan. Kadang menjadi perempuan juga dituntut untuk selalu kuat. Sampai mereka kadang tidak memperdulikan kesehatannya demi segala yang dihadapi berjalan dengan lancar, hal ini kita temukan misalnya pada perjuangan sosok Ibu. Segala lelah dan perjuangannya tidak tertandingi, maka sepatutnya dihari Kartini ini, apresiasi tertinggi dan paling utama adalah kepada Ibu kita masing-masing. Mari rasa sayang, cinta dan taat kita kepada Ibu ditingkatkan serta sesama perempuan mari saling mendukung, jangan saling menghakimi atas apapun kekurangan mereka. Selamat Hari Kartini dan Salam Semangat Untuk Semua Perempuan Hebat.

    Kartini Masa Kini Dialah Ibu
    Yang Tak Pernah Lekang Oleh Waktu
    Wahai Ibuku 
    Doaku Agar Engkau Sehat Selalu
    
    

Senin, 21 April 2025

Energimu Energiku




Menjadi Satu Aku Dan Kamu

Bernafas Penuh Kehangatan

Energi Positif Berkolaborasi

Menjadi Energi Yang Sangat Baik

Menyeduh Kopi Di Teras

Memaknai Hidup Yang Selalu Indah

Berhembus Tipis Disela-selanya

Dengan Berucap Alhamdulillah

Minggu, 13 April 2025

Keistimewaan Bulan Syawal

 


Salah satu bulan yang istimewa, dinantikan para umat muslim setelah menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan Syawal. Syawal bulan yang biasa kita sebut dengan lebaran atau hari raya. Beberapa daerah identik dengan makanan khasnya yakni adanya ketupat dan opor ayam. Ada juga yang identik dengan mercon dari kertas-kertas yang dinyalakan setelah sholat Ied. Selanjutnya budaya mudik, anjang sana, anjang sini kepada sanak saudara. Namun, perlu diketahui di bulan Syawal banyak amaliah dan fadhilah serta kesunahan-kesunahannya. 

Saya menuliskan tentang keistimewaan bulan Syawal kali ini bertepatan di 15 Syawal 1446 Hijriyah. Sebagai pengingat, nasihat dan juga sebagai pengevaluasi diri Beberapa amaliyah yang disunnahkan diantaranya adalah pertama, ketika malam hari raya hendaknya memperbanyak ibadah, ibadah apapu yang terbaik, dzikir, jama'ah, bershodaqoh, berbagi dan lain-lain. Pada kesunahan ini, kadang-kadang sebagai manusia biasa banyak disibukkan dengan persiapan untuk keesokan harinya, menata jajan, menyiapkan baju, bahkan masih shopping, sehingga banyak toko banyak yang ramai.

Kedua, membaca tasbih sebanyak tiga ratus kali, yang hadiah pahalanya dihadiahkan kepada ahli kubur. Fadhilahnya akan ada seribu cahaya dalam kubur dan Allah akan memberikan kepada orang yang membaca tersebut. Ketiga, seperti banyak yang dilakukan oleh umat muslim mengumandangkan Takbir. Malam satu Syawal juga ditunaikan zakat. Ada beberapa waktu dalam mengeluarkan zakat yakni:

  1. Waktu Wajib: sejak terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan
  2. Waktu Yang Utama: setelah terbitnya fajar tanggal 1 Syawal dan sebelmu shalat Idul Fitri
  3. Waktu Jawaz: mengeluarkan zakat pada awal Ramadhan
  4. Waktu Makruh: mengeluarkan zakat setelah shalat Idul Fitri samapai terbenamnya matahari
  5. Waktu Haram: Mengakhirkan zakat dari hari raya  Idul Fitri dengan tanpa udhur
Sunnah selanjutnya adalah melaksanakan Shalat Idul Fitri, yang merupakan sunnah muakkad. Dan sebelum sholat sunnah ada beberapa yang disunnahkan, yakni mandi dan berhias, mengenakan pakaian yang paling bagus dan terbaik. Pada umumnya ketika hari raya baju yang kita kenakan baru. Mengenakan wangi-wangian, sarapan atau makan sebelum sholat Ied, dan menelewati jalan yang berbeda ketika pergi dan pulang dari masjid.

Kesunnahan selanjutnya adalah sholat sunnah setelah sholat Ied sebanyak 4 rakaat, lalu ziaroh kubur, shilaturrahim, membaca dzikir dan puasa enam hari di bulan Syawal. Pada puasa enam hari di bulan Syawal tergolong sunnah muakkad. Puasa sunnah ini bisa dilaksanakan secara berturut-turut atau terputus-putus, diperbolehkan juga dikerjakan di awal, tengah, dan akhir. Dalam riwayat hadits riwayat Bukhori Muslim disebutkan bahwa "Barangsiapa yang puasa Ramadhan kemudian dilanjutkan puasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya seperti puasa setahun"

Mumpung masih bulan Syawal kesunnahan yuk semangat untuk tetap mengejar kesunnahannya, mengejar RidhoNya. Utamanya terus membuka hati untuk memafkan dan lebih kalem, sabar dan bijaksana dalam segala hal. Saya ingat pesan seorang guru bahwa, kualitas baik buruknya ibadah Ramdhan kita, itu bisa dilihat setelah lepas hari raya. Ramadhan kenceng seklai jamaah, ngaji, berbaginya namun selepas Ramadhan pergi jangan sampai hal-hal baik itu lepas juga. Yuk Tetap Semangat


Sabtu, 12 April 2025

Pejuang Garis Dua




Sebetulnya saya bingung harus memulainya dari mana. Tulisan dengan judul ini mungkin banyak part atau bagian yang tidak semudah itu dituliskan. Sebetulnya diluar sana, masih banyak pejuang garis dua lainnya yang mungkin belum dikenal atau mengenal. Namun, kadang-kadang kita hanya fokus ke salah satu orang saja.

Hmm...tidak semua orang mudah pada posisi ini. Saya menyadari bahwa setiap manusia yang hidup ada "PR" untuk selalu dikerjakan dan diperjuangkan. Begitu juga akan hal satu ini.

Saya menjalani bahtera rumah tangga baru enam tahun berjalan. Dan jika melihat perjalanannya itu memang tidak mudah, banyak cerita, peristiwa, pelajaran dan hikmah. Sehingga kami yang menjalaninya pun seperti tidak terasa. Bahkan banyak orang yang melihat kami mungkin ada yang kurang, nyatanya kami selalu mensyukurinya dan bahagia.

Tangis air mata akan kesedihan bahkan haru akan kebahagiaan tetap kami rayakan dengan cara kami. Saya rasa pada setiap rumah tangga juga demikian. Banyak orang baik yang selalu mendoakan dan memotivasi kami akan hal satu ini. Bahkan lengkap dengan segala usaha dan ikhtiarnya, saya tidak lupa bahkan kepada salah satu guru kami, kami difasilitasi dan diantarkan sampai kepada tempatnya.  

Ada juga tipe yang hanya sekedar di bibir saja, namun hatinya lain setelah itu digosipkan macam-macam. Part-part demikian sudah kami rasakan. Teman sejawat baru nikah langsung isi, sodara dekat baru menikah langsung isi. Belum lagi ketika musim lahiran. Kami dihujani pertanyaan, pernyataan yang kadang kami bingung menjawabnya.

Tentu, kami menerimanya dengan tidak instan, masih dengan belajar dan berusaha menjadi manusia yang waras, harus memaklumi meski itu kadang sangat pahit. Salah satunya bersabar dan bersyukur.

Perlu digaris bawahi bahwa para pejuang garis dua juga manusia biasa seorang perempuan yang menjadi istri dan laki-laki menjadi seorang suami. Perempuan-perempuan tersebut yang menurut saya sangat kuat. Begitu juga dengan suaminya yang sangat luar biasa. Dan mereka bukan manusia yang gagal. Dan mereka bukan manusia yang hina.

Para pejuang garis dua saya rasa tidak diam, dalam artian mereka tidak berusaha. Pasti mereka berusaha dhohir batinnya untuk berjuang, berikhtiar akan hal itu. Bukankah hal itu termasuk menjadi upaya mereka agar seperti yang lain. Tangguh dan terus berusaha.

Namun semua hal itu tidak pernah terlihat oleh pengamat diluar sana. Berapa dokter yang harus mereka kunjungi, berapa alternatif yang harus mereka temui, obat, vitamin, jamu, membenarkan pola hidup, mulai diet dan semua olahraga mereka jalani. Apakah semua hal itu, perlu dikoar-koarkan disiarkan kepada anda semua? Tentu tidak, sudah hakikatnya manusia yang akan ditampilkan adalah yang terbaik, terbahagia dan terbaik.

Dibalik itu semua, jika melihat, mengalami, mengetahui akan hal-hal itu berusaha bijaklah. Tidak hanya pada pejuang garis dua, kepada mereka yang belum menikah, belum memiliki rumah, belum lulus, atau belum-belum yang lain. Jika ada benak-benak yang tidak benar, cukup simpan dibenak dan hati yang paling dalam. Cukup kamu simpan saja untuk dirimu sendiri. Kadang basa-basi malah berujung melukai, sebab hal ini sangat sensitif.

Semoga kita dihindarkan dari semua bala' dan senantiasa bersyukur akan nikmat yang telah diberikan Allah. Tetap semangat dan selalu bersyukur, ikhtiar dan berdoa. Allah Maha Segala-galanya. Pasti Allah akan mengabulkannya segera. Aamiin

Jumat, 11 April 2025

Menanti


 Akupun Menanti

Akupun Menunggu

Akupun Masih Terus Belajar Untuk Bersabar

Sampai Kapan Pertanyaan Itu Yang Selalu Ada

Namun Ada Keyakinan Yang Haq

Bahwa Tuhanku Pasti Akan Memberiku

Maka Kamu Jangan Mencoba Memperkeruh Hal Itu

Dengan Ulasan Busukmu

Pil Pahit

 


Ketika Aku Bukan Kamu

Begitu Juga Kamu Bukan Aku

Seenak Itu Berbicara Atas Semua Langkahku

Jika Ingin Posisiku

Berterus Teranglah Dan Jujur Pada Semua Orang

Atas Dasar Mulutmu Pil Pahit Itu 

Tanpa Sepengetahuanmu Kutelan Semua

Dan Kamu Tersenyum Bahagia 

Sejahat Itukah Manusia Sepertimu?

Bimbang




Diantara Persimpangan

Diantara Pilihan-Pilihan

Diantara Kamu Dan Dia

Lalu Akankah Harus Selesai

Dengan Aku Sendiri

Percuma

 



Keberadaan Yang Telah Diimpikan

Hanya Ilusi Yang Tak Pernah Datang

Segera Berhenti 

Dan Sadar

Sepertinya Ini Percuma

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...