Sabtu, 07 Agustus 2021

Suka Sukamu




Congkaknya Rupa Wajahmu

Sombongnya Lirikanmu

Dan Berkata Inilah Aku


Ini Punyaku

Aku Yang Akan Membayarmu

Segalanya Terkendali Olehku


Suka-Sukaku

Kau Hanya Suruhanku

Maka Tunduklah Kepadaku


Hai Kau Lupa Kawan

Hidupmu Bukan Jutawan

Mati Pun Bukan Untuk Tawaran


Semua Terserah Tuhan

Teruskan Perlakuan Ketidak Adilan

Karena Atas Nama Tuhan

Kau Akan Merasakan Balasan

Jumat, 06 Agustus 2021

Mengembangkan Kurikulum



Sepanjang pengalaman dalam dunia belajar mengajar atau pendidikan akan selalu ada aturan, acuan dan tujuan dari pendidikan itu sendiri. Salah satunya adanya  kurikulum. Kurikulum yang telah lahir dari pemerintah selalu akan berkembang.

Dulu istilah ganti menteri pendidikan pasti identik dengan ganti kurikulum. Nah mau tidak mau guru harus belajar ulang. Meski tidak memungkiri banyak kendala.

Salah satunya yang masih kita pakai hari ini. Awal-awal adanya kurikulum 2013, atau kita sebut dengan K13, semua guru belajar dari awal. Mulai memahami kompetensi inti kemudian buku ajarnya, penilaiannya, admnistrasi kelas, rencana pembelajarannya, silabus, prota, promes dan lain-lain. Semua itu tidak mudah.

Karena saya mahasiswa angkatan 2012, alhamdulillah diberi waktu panjang mempelajarinya lebih awal dan alhamdulillah mengetahui penerapannya seperti apa. 

Nah, hal demikianlah yang dinamakan pengalaman. Pengalaman melakukan secara langsung tentu sangat berbeda dengan hanya teori yang dikuasi. Sehingga sangat perlu kita saling bertukar pengalaman untuk hal penerapan kurikulum 13 ini.

Di kurikulum sebenarnya kita sangat boleh mengembangkannya tentu disesuaikan misal dengan kondisi lingkungan sekolah lalu kondisi siswa. Tidak melulu hanya mengadopsi kurikulum yang telah ditetapkan.

Untuk mengembangkan kurikulum tentu ada aturannya. Tak semudah membalik telapak tangan, tangan semudah dengan ucapan yang sok tahu, tak semudah seperti orang menyuruh beli kopi di supermarket. Apa artinya, butuh proses, penelaaan, pemetaan tujuan pembelajaran. 

Lalu butuh desain, observasi, implementasi, penerapan, dan yang utama adalah evaluasi.  Jika desain saja hanya suatu konsep berupa lisan, tanpa adanya dokumen pemetaan tujuan dan langkah-langkahnya, dari mana dikatakan desain. Harus ada bukti fisiknya.

Kalau desain saja belum punya bagaimana untuk langkah selanjutnya. Yang namanya langkah mengembangkan harus di lalui step bh step artinya di lakukan secara runtut. Jangan langsung asal lari saja.

Sebelum diimplementasikan atau diterapkan setidaknya ujicoba dengan observasi, bagaimana dengan desain yang ada baik atau tidak baik, efektif atau tidak efektif. Hal demikian harus di lihat secara betul dan sungguh-sungguh.

Jika observasi lancar, lalu ke implementasi secara menyeluruh. Di kedua langkah ini menurut saya perlu kerja sama, kekompakan kepda seluruh tenaga pendidik. Untuk memantau, mengamati seberapa jalan dari kurikulum yang telah di kembangkan.

Setelah jalan dengan waktu yang cukup, baru di evaluasi. Tujuannya agar kita memahami kelebihan serta kekurangan dari kurikulum yang kita terapkan. Jangan hanya memahami kelebihan, namun tak mempertimbangkan kekurangan. Hal demikian bisa fatal, soalnya terus menganggap pengembangan yang dilakukan selalu efektif dan terbaik. 

Jangan tergesa-gesa mengatakan dan menilai demikian, karena lagi-lagi belum ada bukti fisik dan penelitian yang nyata. 

Poin yang sangat penting di tulisan ini adalah mengembangkan kurikulum butuh kerja dan proses penelaah yang harus cukup waktu dan dilakukan oleh semua tenaga pendidik, tidak hanya personal. Namung tetap penanggungjawabnya adalah koordinator dan pimpinan lembaga. Kemudian, pengembangan kurikulum menurut saya tidak boleh keluar dari jalur utama kurikulum aslinya. Yang namanya mengembangkan sangat berbeda dengan membuat baru.

Yuk sama-sama belajar, bertanya dengan yang lebih pakarnya, sharing pengalaman. Jangan menganggap dirimu yang paling tahu dan hebat, sehingga dengan mudah menyalahkan orang.

Hujan Jangan Malu




Hujan Jangan Malu-Malu
Membuat Mereka Bercumbu
Dengan Kemesraan Membaru

Hujan Gerimis Mersa
Membuat Hati Bahagia
Mereka Yang Dilanda Cinta

Wahai Pengantin Baru
Selamat Menempuh Perjalanan Indahmu
Akan Terbukti Apa Definisi Cintamu

Kamis, 05 Agustus 2021

Curriculum Development & Design




Belajar lagi, mata kuliah satu ini membuat aku ingat segalanya. Mulai dari kelas, dosen pengampu dan buku-buku yang digunakan. Lalu tugas-tugasnya yang harus menggunakan bahasa Inggris.

Disebabkan kelas kita kelas kecil, yang merupakan kelas pilihan. Dengan label kelas PGMI ICP, pendidikan guru madrasah International Class Program. Berat namun jangan dijadikan beban. Tugas makalah-makalah harus pakai bahasa inggris.

Nah, salah satu bukunya nih "Curriculum Development & Design" karya Allen dan Unwin buku ini berbahasa inggris. Di buku tersebut saya rasa cukup lengkap membahas pengembangan dan desain kurikulum. Tapi harus pegang kamus, ketika menemukan kosa kata yang tak mengerti terjemahnya.

Paling dasar adalah pengertian kurikulum itu sebenarnya apa sih. Kurikulum kalau pengertian tradisional lebih mudahnya adalah kumpulan mata pelajaran. Namun tidak cukup jika kurikulum diterjemahkan demikian. Curriculum is defined as all the planned learning opportunities offered to learners by the educational institution and the experiences learners encounter when the curriculum is implemented.

Kurikulum adalah segala pembelajaran yang terencana dari institusi pendidikan dan memberikan pengalaman pembelajar ketika kurikulum tersebut di terapkan.

Rabu, 04 Agustus 2021

Ketika Kecewa



Manusiawi jika rasa kecewa pasti datang menghampiri. Kecewa akan menjadi amarah jika kita tak mampu untuk menguasainya. Itulah anugerah terindah perasaan manusia.

Kadang suka, bahagia, senang namun air mata kesedihan, kekecewaan saya yakin juga selalu mengiringi. Pintar-pintar bagaimana kita menerima dan menanggapi. Menjadi manusia peka menurut saya merupakan sebuah solusi. Karena kepekaan jika tidak dilatih sejak kecil, akan susah untuk merasakan kepekaannya.

Misal saja, jika kita senang secara otomatis lingkungan sekitar akan merakan energi yang positif, dan itu wajar dan setara. Namun, jika kita kecewa, bagaimana mengolah rasa kecewa tersebut. Susah, memang harus belajar. 

Ikhlas merupakan solusi kedua. Ikhlas merupakan rasa kerelaan menerima rasa kecewa itu sendiri. Jika sudah mampu untuk ikhlas semua beban atas rasa kecewa itu akan reda secara sendirinya.

Yang paling ampuh adalah banyak-banyakin istighfar. Kita tahu kalimat tayyibah ini merupakan permohonan kita kepada Allah untuk meminta ampun atas segala dosa. Biar rasa kecewa itu ada, namun kekecewaan yang kita terima mungkin akan meringankan dosa-dosa kita.

Selasa, 03 Agustus 2021

Pengalaman Menulis Dokumen Penting



Jujur baru pertama kali menulis dokumen penting. Ternyata, tidak mudah. Semua ada aturan yang berlaku.

Dan aturan-aturan itu banyak sekali. Ada buku khususnya, yang ahrus dibaca secara runtut dan teliti. Jujur itu tidak mudah.

Membaca segala aturan dengan jeli dan teliti. Lalu harus praktek di lembaran yang sudah di fotocopy. Bolpoin yang dipakai oun harus bolpoin khusus.

Memang menulis dokumen penting butuh keahlian. Memang tulisanku tak sebagus tulisan orang lain. Setidaknya saya diberi kesempatan merakan menulis dokumen penting ini.

Menulis dokumen penting tidak cukup hanya bisa di baca, namun harus tepat, sesuai dengan dokumen pendukungnya. Misalkan nama, tempat tanggal lahir  harus sesuai akta kelahiran.

Oleh karena itu, menulis dokumen ini merupakan pengalaman berharga. Lalu ketika ada komentar, ini itu, maka harus siap saja. Toh tugas komentator ya hanya berkomentar, mereka belum merakan pengalaman berharga ini.

Selalu Ada



Ucapan Manismu Bukan Ilusi

Kecintaanmu Bukan Basa Basi

Sayang Peluk Menjadi Bukti

Selalu Ada Menjadi Saksi

Kekokohan Pilihan Atas Dasar Illahi

Menjadi Sepasang Suami Istri

Yang Saling Melengkapi

Memang Cinta Tak Selamanya Abadi

Namun Denganmu Menjadi Indah Di Sanubari

Aku Bersyukur Menjadi Istri

Dari Sosok Lelaki Kuat Suami

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...