Senin, 07 Maret 2022

Apakah Sajakku Tak Menarik?



Sajak-sajak yang telah tertulis, saya merasa tidak menarik lagi. Apakah benar atau tidak? Kadang itu yang terlintas di pikiran. Tanpa saya sadari, hal itu mindset yang salah bahkan akan menjerumuskan. Lamba laun jika tidak saya rubah, pasti akan mendorongku untuk tidak menulis bahkan sama sekali enggan menoleh di dunia tulisan. 

Sajak yang kubuat tak ada maknanya, mungkin saja bisa terjadi. Sebab tidak ada landasan atau bahkan latar belakangnya. Bisikan itu bisa berasal dari diriku sendiri atau orang lain. Namun, sekali lagi itu hanya bisikan yang salah dan harusnya tak kudengar. Dia seperti angin yang sekedar lewat sekilas. 

Benak, bisikan apa lagi yang menjadi penghalang, penghambat menulis. Semua itu akan terkikis jika semua berawal dan berangkat dari niat yang bulat dibarengi dengan praktek yang nyata semua pasti ada jalannya. Mencoba merubah kalimat nethink menjadi motivasi. Misalnya, sajak yang saya tulis pasti ada yang membaca. Sajak yang saya tulis mempunyai cerita dan makna. Tidak semua bisa menulis sajak sepertiku.

Tidak menutup kemungkinan saya pun juga sering malas. Sehingga penting sekali, membangun sebuah kalimat dorongan agar kita terbangun kembali untuk melakukan kebiasaan yang baik ini. Maka, mari terus menulis. Jangan hiraukan lintasan, bisikan bahkan benak yang akan menghalangi untuk menulis.

Keep Strong Kawan About Feeling

 



Jika Dia Indah Hanya Pada Pandangan Pertama

Sepertinya Itu Hanya Hayalan Semata

Jika Dia Selalu Terngiang Di Telinga

Sepertinya Itu Hanya Suara Sangau Yang Kau Dengar

Jika Dia Tak Bisa Pergi Dari Hati

Sepertinya Rasa Itu Mulai Datang Menghampiri

Jangan Kau Lepaskan

Sampai Nanti Engkau Akan Membuktikan

Jika Kau Pantas Mendapatkan

Keep Strong Kawan

 

 

 

 

Sabtu, 05 Maret 2022

Dunia Fashion



Fashion berhubungan dengan gaya, model baju, celana, make up, aksesoris, sepatu, kaos kaki yang mempunyai nilai keindahan atau estetika. Fashion juga bagian dari segala yang terlihat dari apa yang kita pakai. Jika berbicara fashion maka juga akan berbicara mode dari dari zaman ke zaman. 

Sebetulnya tidak banyak perubahan pada fashion, hanya saja ada sentuhan kreatifitas oleh para designer yang memberikan trend terbaru. Kemudian akan buming di waktu tertentu. Misalnya saja, kalau zaman dulu ada istilah baju kurung, setelan baju panjang dan bawahan rok yang senanda. Sekarang ada tunik yang merupakan atasan panjang, bisa dipadu padankan dengan rok atau celana yang berbeda warna. Lalu ada gamis, dengan segala model, belum lagi dilihat dari jenis bahannya misalnya jenis kain. Ada kain rayon halus, toyobo, broklat, katun, tile, jala dan masih ada yang lainnya.

Terlepas dari segala kemajuan fashion ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Sangat diperbolehkan dan wajar mengikuti kemajuan akan dunia fashion, namun jangan lupa ada batasan dan aturan kita khususnya sebagai muslimah dalam memakainya. Misalnya tidak terlalu ketat, tidak melihatkan lekuk tubuh dan tidak terawang. Yang paling utama menciptakan kenyamanan bagi kita yang mengenakannya dan orang disekitar kita.

Dunia fashion tidak akan berhenti begitu saja, artinya terus menerus berkembang dengan banyak inovasi dan semua orang pasti mengikutinya. Seperti bulan Sya'ban seperti kali ini moment menuju bulan suci Ramadhan, pasti segala sektor yang bergerak pada bidang tekstil, bahan baku baju atau bahkan baju jadi omsetnya akan mengalami kenaikan sebab orang-orang sudah mulai membeli. Tujuannya apa? tentu untuk lebaran Idul Fitri. 

Sekali lagi kita boleh mengikuti trend, fashion, mode tapi jangan melupakan segala batasan dan aturan yang ada. Batasan atau aturan itu manfaatnya adalah untuk diri kita sendiri terutama untuk keamanan. Tampil modis, cantik, rapi dan bersih tidak harus melanggar batasan dan aturan yang ada.

Salam semangat

Jumat, 04 Maret 2022

Musikalisasi Puisi



Pernah mengikuti lomba musikalisasi puisi di tingkat nasional tepatnya tujuh tahun lalu. Perwakilan dari kampus UIN Maliki Malang. Lomba ini diadakan oleh fakultas ilmu budaya di Universitas Gajah Mada Yogjakarta. Pada waktu itu kita didampingi oleh salah satu dosen seni budaya dan music kita yakni beliau Bapak Joko. Hanya bermodalkan nekat, bagaimana tidak nekat pada waktu itu semua mandiri, bus yang kita naiki pun bukan bus kampus, melainkan bus ekonomi biasa. Hal itu sama sekali tidak menghalangi kita untuk tetap mengikuti lomba tersebut.

Musikalisasi puisi bukan hal yang asing bagi saya pada waktu itu. Karena sempat belajar di seni teater pada waktu di Aliyah namun di bangku kuliah tidak melanjutkannya. Kemudian ada teman yakni Vita dan Indah, sudah beberapa kali menjadi juara di bidang puisi. Penjiwaannya yang tak tertandingi, ekspresi wajah Indah yang selalu unik, saya bisa banyak belajar dari mereka. kurang lebih satu bulan kita selalu berlatih. Kita berenam berangkat dari Malang menuju kota Yogjakarta, semua dari kita adalah mahasiswa PGMI. Ada yang namanya Vita dari Jepara, Lucky dari Lamongan, Lukman dari Pasuruan, Anwar dari Malang, Indah dari Malang dan saya sendiri dari Tulungagung. Semua dipersatukan dalam seni musik, kemudian ada informasi lomba walhasil kita mengikutinya. Memang di jurusan PGMI kami pasti akan mendapat mata kuliah seni rupa dan musik di semester lima.

Kita berangkat tidak dengan tangan kosong, kita harus membawa alat-alat musik. Ada pianika, bandolin, banjo, jimbe dan marakas berbentuk seperti tampah dan semua harus bisa memainkannya. Sehingga memberikan kesan tersendiri, ketika kita menaiki bus. Mirip-mirip musisi jalanan yang pentas di bus. Ketika sampai di Yogjakarta, salah satu dari kami yakni Lucky mempunyai teman yang menjadi mahasiswa di UGM namanya Hasan. Dialah yang menolong kami semua untuk mencarikan lokasinya, kemudian penginapan dan beberapa makanan meskipun pada waktu itu sangat menghemat, yakni makan nasi kucing di angkringan Yogjakarta. Hasan juga mendampingi kita untuk menuju lokasi lomba. Sebab kita tahu UGM itu sangat luas antar fakultas bisa ditempuh dengan sepeda atau motor, tapi kita jalan kaki melewati banyak fakultas dan mengabadikan momen dengan berfoto di beberapa fakultas seperti ekonomi.

Peserta lomba memang berkelompok sehingga dalam aula yang disediakan cukup penuh belum lagi ada penonton yakni mahasiswa dari fakultas ilmu budaya sendiri. Kostum kita memang bertemakan gelap, dengan lilitan dan selendang batik sederhana. Kita sangat semangat, dan antusias. Sebelum tampil pun kita sempat latihan di ruangan kosong yang disediakan, dan mengabadikannya. Kemudian dosen kami Bapak Joko, selalu mewanti-wanti dan menata lagu yang sering kita agak lupa. Beliau juga mengingatkan penjiwaan dan mimik, ekspresi serta power vocal kita. Pengalaman yang tidak akan terlupakan. Meskipun pada waktu itu kita belum berkesempatan mendapatkan juaranya.

Di UGM saya juga mengabari teman-teman pondok yang kuliah di sana. Alhamdulillah sempat bertemu yakni Arina Rosyida anak Indramayu dan sepupu yang kebetulan pascasarjananya di UGM. Alhamdulillah, semua memberikan hikmah dan pelajaran tersendiri. kini itu semua menjadi kenangan dan pengalaman yang tak terlupakan tambah silaturrohim kita karena tambah teman. Kita berenam kini kembali di kota masing-masing dengan objek masing-masing ada guru Mi, guru seni musik dan masih ada juga yang menempuh pendidikan pasca sarjana. 



Rabu, 02 Maret 2022

KEAKRABAN



Tidak Akan Terjalin

Antara Aku Dan Kamu

Jika Hanya Meninggikan Rasa Ego

 

Tidak Akan Hangat

Dan Renyah Obrolan Selama Ini

Jika Kamu Bermuka Dua

 

Seberapa Akrab Hubungan Ini

Jika Hanya Datang Ketika Butuh

Lalu Pergi Begitu Saja

 

Mendhem Jero Mikul Duwur

Harusnya Menjadi Pengingat

Atas Kearkaban Pertemanan dan Persahabatan


Haruskah Selalu Memaklumi?

Sedangkan Rasa Kecewa Menyelimuti

Dimana Keakraban Selama Ini?

Selasa, 01 Maret 2022

Menulis Sebagai Obat


Dunia menulis, ternyata sangat memberikan dampak yang sangat positif bagi saya. Sejauh ini saya merasakannya, meski kadang naik turun untuk melakukannya. Saya memang terhitung pemula untuk dunia ini. Namun, saya akui sejauh ini menulis benar-benar menyenangkan. Dan bersyukurnya Alhamdulillah, sudah menjadi salah satu kebiasaan dalam kegiatan sehari-hari.

Menulis bagi saya seperti obat yang meringankan pikiran, beban dari segala  benak dalam hati dan dari tumpukan segala keadaan yang telah saya lakukan. Bukan karena sakit, sehingga menulis. Namun, bagi saya menulis kegiatan yang sangat ringan dan jika dilakukan secara rutin akan merasakan bahwa waktu kita sangat produktif. 

Produktif bukan berarti selalu menghasilkan materi berupa uang. Namun, sudah berhasil menulis kemudian dibaca oleh kita sendiri maupun orang lain menurut saya itu juga salah satu bentuk produktif. Sebab, nilai produktif akan lebih bermakna secara mendalam berdasarkan kacamata saya, mana kala sesuatu yang kita lakukan bisa bermanfaat kepada yang lain. Tidak menutup kemungkinan, dari kebiasaan, hobi akan menghasilkan sebuah uang. Meskipun hal itu bukan tujuan utamanya.

Menulis juga sebagai peringan kehiruk pikukan kehidupan. Kemudian bisa dibaca orang adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Baik sedikit orang yang membaca dengan hanya hitungan jari bahkan banyak sekalipun. Semua tergantung terhadap konteks, isi dari tulisannya.

Banyak hal yang bisa kita tulis. Runtut, selaras, nyambung atau tidak yang penting bisa untuk ditulis. Tidak jarang, satu hari hanya mampu satu paragraf lalu, keesokannya baru saya lanjutkan. Kadang-kadang ini terjadi, bisa karena banyak faktor. Salah satunya tergiur melihat video-video di YouTube dan Instagram. Meskipun tidak menutup kemungkinan dari dua aplikasi juga akan memberikan inspirasi dalam menulis.

Selama ini saya menulis kebanyakan saya upload di Blog, lalu saya share di group-group yang memang bergerak dalam tulisan, WA, facebook, story WA, dan  Instagram. Tujuannya sederhana untuk memotivasi diri saya sendiri agar terus istiqomah di bidang menulis, dan bisa dibaca oleh orang banyak.

Jadi mari terus menulis.

Tak Pernah Berubah



Sebanyak Dia Terbentur

Tidak Untuk Belajar

Seakan Sudah Biasa

Jangan Gila Akan Pujaan

Pujian Yang Hanya Bersifat Lisan

Dan Sementara


Keras Kepala Egois

Atas Segala Keputusan

Tanpa Melihat Sisi Kemanusiaan

Tolong Sudahi Akan Keangkuhan

Kamu Tidak Peka Dan Tak Pernah Merasa

Bagaimana Posisi Kita Semua


Sangat Susah Menerima

Keputusan Atas Keegoisan

Yang Telah Anda Putusakan Sendiri

Suka-suka Hatimu Mengatur

Menentukan Tanpa Diskusi

Kau Tunjukkan  Seakan Semua Karenamu


Sama Sekali Keras Kepalamu

Sejak Aku Tahu

Tidak Pernah Berubah

Tetap Saja Dirimu

Yang Gila Akan Kata "Harus" 

Seakan Semua Orang Wajib Mengikutimu


Kamu Siapa?

Manusia Sama Pada Umumnya


Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...