Kamis, 17 Maret 2022

Mengikuti Seminar



Mengikuti seminar Prof.Dr. H. Imam Suprayogo di IAI Tribakti Lirboyo Kediri, dengan tema "Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Moderasi Beragama" meskipun hanya secara virtual setidaknya mengobati rasa kangen bagaimana senangnya menjadi mahasiswa apalagi beliau adalah dosennya. Pada waktu itu beliaulah yang menjadi rektor UIN Maliki Malang. Petuah-petuahnya sangat kami nantikan, ketika di perkuliahan, di ma'had dan dimana pun kita berada. Baik di UKM tidak jarang, beliau kadang-kadang menyapa dengan menggunakan bahasa asing baik Arab dan Inggris. Maka kita pun sangat malu, jika tidak bisa menjawabnya. 

Kita semua tahu beliau tokoh dan sekaligus sosok akademis yang sangat banyak karyanya. Yang sangat saya ingat, bagaimana beliau dawuh untuk menulis artikel setiap hari setelah subuh. Ide serta pemikiran beliau sangat memberikan pengaruh tehadap pembaharuan keilmuan umat Islam terutama di UIN Malang. Kita tahu sejarah UIN Malang, sampai ada ma'hadnya lalu mahasiswa yang dari tiga puluh empat negara.

Isi dari seminar itu sangat bagus, saya hanya menuliskan poin yang telah saya tangkap. Beliau menyampaikan bahwa jangan hanya belajar "tentang" beliau memberikan contoh seperti jurusan pertanian tapi tidak punya lahan, maka pintarnya hanya tentang pertanian. Oleh karena itu, pendidikan agamanya juga jangan hanya "tentang" agama, tetapi belajar "Beragama". Di pesantren sudah otomatis akan belajar beragama. Tentu bersama Kyainya, di pesantren santri akan dididik sebagai manusia yang mengalami secara langsung. 

Lalu manusia itu penuh dengan kekurangan. Bukan jasmani saja yang sekolahkan tetapi rohaninya yang paling utama, bagaimana mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulnya. Melalui banyak komunikasi, salah satunya dengan sholat jamaah. Hal yang beliau sampaikan saya alami dan lakukan ketika saya masih kuliah di UIN Maliki Malang, ketika adzan dhuhur, aturan kampus semua pimpinan, dosen, mahasiswa wajib ikut sholat jamaah. 

Beliau juga mengeluarkan bahasa guyonannya "empat Imam madzhab saja tidak mewajibkan sholat jamaah, kenapa Imam Suprayogo mewajibkan" semua peserta seminar tertawa. Tapi memang betul, salah satu komunikasi dengan Allah itu shalat biar hati tenang, tidak liar. Sebab jika berani meninggalkan sholat, ibaratnya seperti orang kabur dari rumah, maka pasti gundah lana, akhirnya menjadi liar. Kucing liar saja menakutkan, bahkan yang terkecil seperti rumput liar juga sangat mengganggu. Apalagi hati yang tak pernah berkomunikasi dengan Allah.

Oleh karena itu, jangan melupakan pesantren yang memiliki peran penting dalam mendidik hati. Lalu di bangku kuliah yang melalui kurikulum yang ada untuk mendidik otak kita. Keduanya harus balance, agar karakter pada diri manusia itu baik. 

Seminar itu berlangsung hampir satu jam setengah dengan ada sesi tanya jawab. Beliau menjawab pertanyaan dari peserta seminar juga dengan sangat jelas dan mudah difahami. Terima kasih banyak Bapak Prof. Dr Imam Suprayogo atas semua ilmunya. Semoga Prof Imam selalu diberikan kesehatan. 

Rabu, 16 Maret 2022

Karnaval



Ini adalah foto yang dipajang mas sepupuku dari zaman kita masih di sekolah dasar, kita berdua seumuran, seplantaran. Ketika saya silaturrohim ke rumahnya, foto itu masih ada. Terlihat lucu dan di umur kita segini, foto itu masih ada dan lucu. Kita tertawa dan semua sanak saudara ikut membahasnya. Itu sewaktu karnaval di agustusan dengan konsep raja dan ratu.

Sudah berapa tahun kita tidak melihat karnaval? Khususnya karnaval yang memperingati hari Kemerdekaan Negara Indonesia kita ini. Sudah rindu bukan? dengan meriah, ramainya serta riweh macet akan banyaknya parade di karnaval. Mulai dari drumband, pakaian-pakaian adat, barisan lucu-lucuan, berbagai profesi dan masih banyak lagi.

Dimasa lalu semasa masih anak-anak pasti mengalami keikutsertaan di karnaval. Ada yang dirias dengan menggunakan konsep ratu, raja, panglima, bahkan putra putri india. Kemudian ada becak hias, mobil hias, kuda asli dan lainnya. Anak-anak sangat suka dengan riasan apalagi dirias di salon. Sebab, semasa itu anak-anak akan meras cantik, anggun dengan balutan kostum dan riasan lengkap lipstik, blus on, bedak tebal, bulu mata dan lainnya.

Karnaval akan memberikan kesan meriah dan selalu senang bagi yang mengikutinya. Meskipun lelah, panas, terik yang dihadapi seakan tidak dihiraukan, dan tetap senang mengikuti rute karnaval dari garis strat menuju finis. Kalau dipikir-pikir saat ini ternyata enak menjadi penonton. Lebih lengkap melihatnya dari nomer urutan satu sampai akhir.

Karnaval kadang juga membawa suatu yang negatif, kadang ada beberapa oknum yang menyalahgunakannya, misalnya ugal-ugalan, mabuk-mabukan dan sulit dikendalikan. Oleh karena itu, karnaval tidak akan lepas dari keamanan dan kepanitiaan. Sehingga perlu persiapan yang matang. Semoga bumi lekas kembali normal, seperti sebelumnya. Sehingga, kita bisa melihat karnaval itu kembali. 

Golden Age



Sering kita mendengar bahwa masa kecil yang bahagia, atau sebaliknya masa kecil kurang bahagia. Apapun itu setiap manusia akan mengalami tumbuh dan kembang dari sejak dalam kandungan ibu, kemudian lahir  dengan masih bayi, balita, anak-anak, remaja sampai dewasa. Sehingga manusia mustahil tiba-tiba menjadi dewasa.

Tumbuh dan kembang anak-anak secara langsung maupun tidak langsung banyak yang mempengaruhinya. Salah satunya ada faktor gen, makanan yang bernilai bergizi, dan ada faktor lingkungan. Kalau kita mempelajari psikologi anak mungkin jangkauannya akan lebih luas. Salah satunya ditahap anak-anak ada istilah golden age atau masa keemasan.

Golden age atau masa keemasan memiliki arti bahwa pertumbuhan otak anak akan berjalan dengan pesat dengan dibarengi suatu aktivitas fisik. Kadang sebagai orang tua tidak sadar akan hal tersebut. Beberapa ahli menyebutkan umur anak di golden age ini adalah 0 sampai 6 tahun. Sebagai orang tua harus mengetahui apa yang dilakukan untuk menghadapinya. 

Anak-anak identik dengan bermain, umur 0 sampai 6 tahun dunianya tentu akan di permainan. Permainan yang ada, sebagai orang tua setidaknya menyajikan yang baik untuk motorik halus dan kasarnya anak. Motorik halus seperti menulis, menggambar, melipat artinya mengaktifkan gerak jari-jari tangannya. Lalu motorik kasar melompat, berlari, olahraga dan lain-lainya. Zaman sekarang menemukan media permainan yang demikian sangat mudah. 

Tetapi, hal itu tidak cukup sebab, permainan yang dihadapkan ke anak-anak juga harus memberikan stimulus atau rangsangan untuk kemampuan kognitifnya. Misalnya bisa berhitung, menceritakan ulang apa yang telah ia ketahui, kemampuan berbahasa dengan kata atau kalimat. Hal ini akan membantu perkembangan karakter anak. Utamanya adalah pengaruh lingkungan, artinya sebagai orang tua harus bisa memberikan contoh yang baik kepada dia, sebab di umur ini anak cenderung akan meniru. Oleh karena itu, kepada anak-anak kita, tanamkan segala hal yang baik.

Jangan sia-siakan masa golden age di anak kita, dengan keegoisan yang kadang tidak dirasa. Jangan korbankan masa keemasan anak, dengan tanpa memantau dan memperhatikannya dengan penuh kasih sayang. Sebab menjadi orang tua juga suatu anugerah yang tak ternilai,  begitu juga dengan anak adalah amanah Allah yang haru benar-benar kita jaga dhohir dan batinnya.

Keep Fighting

Senin, 14 Maret 2022

Apa Yang Muncul Di Google



Mencari informasi di zaman sekarang sangatlah mudah. Salah satunya dengan internet, sangat cepat untuk mencari berita terupdate dan informasi yang kita inginkan apapun itu. Namun, pernahkah di antara kita mencoba mencari nama kita sendiri di internet atau google?

Sesekali harus kita coba, kira-kira apa yang muncul di laman informasi google tentang nama kita. Kemudian apa yang bisa dideteksi tentang nama dan diri kita, sudahkah sesuai? Selain itu, kita juga akan mengetahui seberapa banyak nama yang hampir sama atau bahkan sama dengan nama yang kita miliki.

Berawal dari searching itu kita akan lebih terbuka. Bahkan jejak digital yang pernah kita lakukan, atau sesuatu yang bergulat dengan internet akan muncul dengan sangat cepat. Artinya, nama yang kita cari pasti akan muncul dengan lengkap. Seperti halnya kita pernah sekolah dimana dan mendapatkan prestasi atau kejuaraan di kompetisi yang pernah kita ikuti.

Begitu canggihnya teknologi, dari situlah kita bisa mengambil sebuah motivasi untuk mengingatkan kepada kita. Menjadi manusia kita harus berusaha berbuat baik, mengukir sebuah sejarah atau kisah yang baik. Mungkin kita sudah berusaha, tapi namanya manusia kadang apapun itu tetap dinilai kurang dan salah, terlepas dari itu, kita harus tetap berbuat baik minimal tidak merugikan orang lain. Sebab jejak digital tidak bisa hilang begitu saja.

So Keep Fighting

Sabtu, 12 Maret 2022

Sudah Berapa Hari Tidak Menulis?



Jangan hanya di zona nyaman. Ayo lekas segera kembali kepada rutinitas yang membawa dalam suatu kebaikan yakni dengan lewat sebuah larik-larik tulisan. Begitulah kiranya benak kecil berkata kepada diriku sendiri. 

Apapun yang terjadi, sekalipun tidak punya topik untuk menulis, seperti sekarang ini, yang penting tetap menulis. Namun, tetap saya akan mencoba dan berusaha menulis dengan mengambil salah satu topik yang lagi booming baru-baru ini adalah "Crazy Rich". Sepertinya hampir setiap daerah seakan ada orang yang dianggap kaya lalu disebut dengan "Crazy Rich". Jika kita membuka media sosial penuh bertebaran kemewahan yang dipunyai orang yang dianggap "Crazy Rich".

Kita tidak usah heran, resah, apalagi ingin mengimitasi gaya hidup mereka dengan jalan pintas. Kita harus pintar-pintar menyaring segala informasi yang kita lihat dan dengar. Di dunia media sosial yang nampak adalah versi terbaik mereka untuk ditampilkan dan dilihat orang banyak seperti kita-kita ini. Sehingga, tidak mungkin mereka menampakkan kesengsaraannya. Terinspirasi boleh, namun jangan memaksakan kemampuan yang kita miliki. Artinya lihat kekuatan dan kemampuan atas usaha yang kita lakukan.

Seperti contoh mobil mewah berjejer, rumah megah, tas, pakaian, aksesoris, sepatu semua branded, shopping tanpa harus melihat harga seakan uangnya tidak habis. Kita senang melihatnya, dan pasti membayangkan kita di posisi mereka. Tapi siapa sangka semua materi yang didapatkan dengan jalan atau proses yang sangat singkat tanpa bukti fisik usaha yang nyata bisa demikian, tidakkah kita curiga?

Hidup itu penuh dengan perjuangan dan usaha penuh kerja keras. Seorang bos, juragan tidak akan di posisinya jika sebelumnya tidak ada kerja keras. Mencari rizki istilah Jawa "obah uwet" yang lebih utama adalah halal. Sebab halal akan membawa kepada kebaikan dan keberkahan. 

Selasa, 08 Maret 2022

Bertemu Beliau



Alhamdulillah, ucapan syukur tiada henti atas segala karunia nikmat sehat, nikmat Islam, nikmat Iman atas kesempatan yang Allah berikan. Kesempatan yang berharga bertemu dengan beliau pengawas PPAI Kecamatan Sumbergempol yakni beliau yang terhormat Bapak Drs. Amin Tri Waluyo, M.Pd.I yang biasanya hanya bertemu sebagai narasumber di acara tertentu. Namun kali ini, saya bisa bertemu beliau langsung dan bercengkrama ringan di ruang tamu kantor PPAI. Rasanya campur aduk senang, nervous dan ini suatu hal yang sangat mengharukan bagi saya, sebab saya hanya guru biasa dan bukan siapa-siapa namun sekali lagi bisa langsung bertemu beliau secara dekat. 

Pada kesempatan itu memang ada rapat bersama KKG, Kepala Madrasah dan seluruh guru Madrasah kelas VI, se kecamatan Sumbergempol, dan bertempat di kantor PPAI Sumbergempol, yang terletak persis di belakang KUA dan Masjid Al-Husna Sumbergempol. Sebagian besar memang saya kenal dan tahu Kepala Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Sumbergempol, karena beliau-beliau juga sebagai guru saya di waktu saya masih MI. 

Rapat dibuka oleh Kepala Madrasah Hidayatul Mubtadiin Wates, beliau Bapak Edi dilanjutkan ketua KKG sumbergempol dari Mi Nurul Islam Mirigambar yakni beliau Bapak Khoirul. Sempat mendengar kabar, bahwa Bapak Pengawas tidak bisa hadir karena ada acara di Trenggalek. Tetapi, di awal Pak Khoirul mengawali rapat, beliau hadir, dan langsung dipersilahkan untuk memberikan sambutan.

Petuah dari beliau dengan gaya beliau singkat padat tapi cukup mengena. Pesan beliau membuat soal Ujian Madrasah seyogyanya diperkaya dengan pernyataan atau stimulus dan beliau memberikan contoh-contohnya. Hal ini bertujuan untuk memperkaya informasi yang siswa dapatkan. 

Setelah dari sambutan, beliau pamit dan saya mengikuti beliau dari belakang. Bukannya saya lancang, saya mencoba  mengutarakan maksud dan tujuan untuk bertemu beliau. Beliau berkenan dan sangat humble menyambut saya. Saya mengutarakan kegiatan Literasi di Madrasah Ibtidaiyah Al Quran Jabalkat beserta hasil karyanya yakni satu buku antologi dan dua buku solo karya saya. 

Saya tidak menyangka, beliau sangat merespon dengan baik dan sangat positif, sempat ditanya saya kuliah dimana dan melanjutkan S3 atau tidak. Saya juga menyampaikan bahwa buah dari sebuah tulisan yang akhirnya menjadi buku juga tak lain atas bimbingan Bapak Prof. Dr. Ngainun Naim, M.Hi. Kemudian saya meminta maaf mengganggu waktu beliau, dan belum sempat silaturrohim sendiri. Meskipun singkat obrolan kami, itu membuat saya sangat berkesan. 

Semoga cerita ini memberikan inspirasi dan selalu membawa keberkahan bagi saya dan yang lainnya. Dan ternyata pertemuan singkat itu sampai di grup KKMI Sumbergempol. Sore hari saya di WA oleh Bu Eni, kepala RA Jabalkat, beliau mengutarakan bahwa Pak Amin mengunggah foto dan mengucapkan selamat. Semoga ini memberikan semangat, motivasi dalam terus berkarya. 

Percaya Diri



Kepercayaan diri awal dari sebuah rasa untuk berani akan segala hal. Bisa jadi diartikan bahwa percaya diri juga sebuah rasa optimis, yakin segala hal yang dilakukannya. Salah satunya berani beropini membutuhkan kepercayaan diri. Bayangkan saja, berani beropini atau berpendapat jika tidak punya kepercayaan diri maka ujung-ujungnya akan diam. Segudang ide namun jika tidak ada kepercayaan diri dan keberanian untuk mengutarakan dengan lisan atau tulisan maka semua akan percuma, sebab hanya menjadi benak di hati.

Percaya diri mungkin bagi sebagian orang tidak ada batasnya, begitu juga tingkat kepercayaan diri seseorang pasti tidak sama. Ada yang selalu percaya diri akan segala yang menempel pada dirinya. Tidak lain adalah penampilan. Ada juga yang lebih percaya diri dengan kemampuan baik terlihat atau tidak terlihat misalnya bakat, skill, knowledge, prestasi atau yang lainnya.

Perlu diingat adalah percaya diri yang kita miliki tempatkan sesuai dengan tempatnya. Percaya diri yang berlebihan atau over confidence juga kurang baik. Sehingga porsi percaya diri akan situasi serta kondisi yang tepat juga perlu diperhatikan. Jika ada yang berpendapat percaya diri yang berlebih sering kita memberikan label "KePDan" atau bahkan sombong. Ingat, Percaya diri berbeda makna dengan sombong. 

Tingkat percaya diri seseorang juga tidak sama. Maka, jangan terlalu memaksa jika menemukan orang yang sedikit pemalu. Dan gunakan rasa percaya dirimu untuk selalu mengukir prestasi sesuai dengan kemampuanmu. 

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...