Rabu, 11 Januari 2023

Sepuluh Terbaik Maju Ke Babak Final



Bermodalkan tekat yang kuat dan Bismillah, pada Dafa Kompetisi kami berenam berangkat. Merekam dengan fasilitas yang seadanya. Di waktu liburan semuanya, kita berjuang untuk latihan. 
Enam siswa kami persiapkan di antaranya Tisya, Nizam Kelas IV cabang lomba Puisi, Filjinan kelas V cabang lomba Puisi dan Habibah. Kemudian ada Safira kelas IV dan Alfian kelas V di cabang lomba Pidato Bahasa Indonesia. Pengambilan video oleh Pak Muhsin, untuk kelengkapan data dan teks, PJ nya masing-masing. 
Nizam dan Filjinan dilatih oleh Bu Shely, sedangkan yang empat lainnya saya latih. Kesempatan ini kami ambil, sebagai ajang untuk pengalaman, kalau masuk final dan menjadi juara maka harus bersyukur. Kurang lebih tahap upload dan seleksi hampir sepuluh hari. Setelahnya akan diumumkan sepuluh terbaik.
Ketika pendaftaran online daya melihat setiap lomba, kurang lebih diikuti oleh tiga puluh empat lembaga. Dan masing-masing minimal mengirimkan dua delegasi. Ikhtiar dan terus berusaha, meskipun kadang setiap langkah ada cibiran, dan penggampangan dari pihak-pihak tertentu.
Sampailah pada pengumuman ternyata dari enam delegasi yang dikirim dari lembaga ini, hanya satu yang masuk di babak final. Yakni Tisya kelas IV, dicabang lomba puisi. Final akan dilaksankan secara langsung di lokasi yakni MTs Darul Falah Bendil Jati di hari Sabtu, 14 Januari 2022.
Semoga mendapatkan yang terbaik. Bismillah dan terus berlatih. Meskipun di hari itu, bersamaan dengan agenda guru-guru Kemenag di Kalidawir. 

Selasa, 10 Januari 2023

Rihlah Bersama Anak Yatim Mandiri Sanggar Mirigambat

 



Pengalaman pertama bersama anak binaan yatim di sanggar Mirigambar untuk mengadakan rihlah bersama. Minggu, tanggal 8 Januari 2023. Menggunakan kereta kelinci dan membawa bekal secara mandiri. Acara ini dikonsep oleh orang tua wali mereka. Guru sebagai pendamping dan tim hore saja. Di kelompok sanggar Yatim Mandiri Mirigambar ini semua kompak.

Dua gerbong kereta kelinci semuanya penuh. Yang memiliki kerabat seumuran bisa mengikuti selagi tempatnya cukup. Kami berangkat sekitar pukul setengah delapan, berkumpul di masjid Al Hikmah Mirigambar. Tujuan pertama adalah ke Boyolangu, awalnya saya mengikra akan ke taman Nangkula Kendabulur, ternyata dugaan saya salah. Kereta kelincinya masih jalan terus ke utara. 

Setelah itu menulusuri sawah-sawah yang sangat luas. Indah sekali pemandangannya, disekitar sawah tersebut juga banyak Bapak- Bapak yang sedang memancing. Semua sangat bergembira, ada dari ibu-ibu di kereta berselfi ria. Anak-anak banyak yang sibuk makan snack. Sedangkan saya masih bergumam "ini mau kemana?" diselimuti pertanyaan yang penuh penasaran.

Ternyata tujuan pertama adalah di warung Tegal Pule Jenang Pak Lasimun. Ini pertama kali saya berkunjung di tempat ini. Warung ini memilki tempat yang asyik secara keseluruhan, menunya juga enak-enak dan rekomended untuk keluarga atau sekedar nongki bersama teman. Bahkan ada joglo untuk ruang VIP mungkin pertemuan atau rapat. Lalu, ada tempat pemancingan, semua tempat sangat instagramabel. Unik untuk dibuat foto.

Tujuan kedua adalah di kebun blimbing Kuto Anyar masih di kawasan Boyolangu. Saya juga masih kali pertama berkunjung di sini. Sebagain besar dari kita, membeli oleh-oleh buah blimbing. Di tempat ini juga, anak-anak asyik bermain kelinci dan prosotan. 

Tujuan ketiga dalah ke gunung budeg. Gunung budeg sebetulnya sudah viral lama. Namun, lagi-lagi saya masih pertama kali ke gunung ini. Indah dan ada tangga untuk mencapai puncaknya. Sebab waktunya siang bolong, sehingga panas, saya hanya menaiki tidak sampai separuh. Anak-anak ada yang sampai pada makan dan candinya. 

Harapannya semoga rihlah ini memberikan manfaat yang berarti bagi mereka. Minimal semakin semangat dalam ngaji dan belajar. Lalu, semua yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita apapun bentuknya patut di syukuri. Saya mencoba menjelaskan kepada mereka, bahwa rihlah atau tadabur alam, rekreasi apapun istilahnya, kita harus banyak bersyukur kepada Allah.

Salam Happy Sunday

Senin, 09 Januari 2023

Tulus



Sebetulnya ketulusan akan lahir dari hati yang jernih, tanpa ada suudzon sekecil pun. Pembiasaan tulus harus dibangun sedini mungkin. Seiring berjalannya waktu dan keilmuan yang telah di dapatkan.

Kehidupan yang kita jalani setiap detiknya tidak akan ada yang tahu. Rencana hanyalah sebatas tatanan manusia yang sangat bisa berubah setiap saat. Kecuali, ditakdirkan atas izinNya. Seperti kisah seorang teman, yang dia sangat jujur dan tulusnya yang luar biasa. Kadang-kadang kejujurannya dan ketulusannya membuat saya salah satu dari temannya jengkel. Apabila ada sesuatu yang kurang pas menimpanya.

Semua yang terjadi kata dia "dianggap seperti kentut belaka" memang sedikit jorok "kentut" tapi itulah prinsipnya. Jika dia disakiti bahkan di dzalimi. Sehingga katanya tidak pernah mikir, orang yang menyakitinya. Di sebuah teori perasaan hal ini bisa dikatakan bahwa hati kita tidak mengizinkan kesakitan itu masuk meracuni diri sendiri.

Bagi yang belum memiliki rasa itu, rasanya sulit menerapkan. Namun, untuk beberapa hal memang perlu. Tulus dengan segala keadaan, jatuhnya ikhlas seutuhnya. Yang akan membawa kepada kebaikan salah satunya pahala. Selanjutnya, mereka yang tulus dan ikhlas akan membawa kepada hati yang sangat lapang. Sehingga tidak mudah tersinggung. 

Arti kata tulus, juga jangan pernah di permainkan. Apalagi memperlakukan orang yang memiliki kata tulus dengan seenaknya,  bahaya. Hatinya yang luas, ketika semua hal yang terjadi dihaturkan kepada TuhanNya. Sehingga, setiap hal yang dilakukan kita apalagi berurusan dengan lisan harus benar-benar hati-hati. Saja juga merasa kadang orang yang tidak enakan akan sering bertemu orang yang sangat rewel atau ruwet atau "sakkarepe dewe". Maka, satu-satunya jalan dengan dihadapi dengan penuh kesabaran, tapi jangan izinkan untuk masuk menyakiti. 

Salam semangat

Sabtu, 07 Januari 2023

Sudah Saatnya




Angkat Kaki dan Tangan

Tuk Menghentikan Mulut Pedas 

Atas Kejahatan Politik Mereka


Sudahkah Perutmu Kenyang

Akan Kekuasaan Nepotis Yang Kau Lakukan

Sudah Muak Dan Gregetan


Sukses Tidak Hanya Milikmu

Semua Berhak Menjemputnya

Semena-mena Menilai Seakan Suci Sendiri


Kau Adukan Ke Barat Dan Timur

Mengolah Fakta Menjadi Fitnah

Demi Perut Kekuasaan


Ingat

Tuhan Maha Mengetahui

Sekalipun Kau Bersembunyi

Rabu, 04 Januari 2023

Upacara Hari Amal Bhakti Kementrian Agama 2023

 




Upacara hari amal bhakti di GOR Lembu Peteng Tulungagung diikuti oleh seluruh guru di Madrasah baik negeri atu swasta. Mengusung tema "Kerukunan Umat Untuk Indonesia Hebat". Kami dianjurkan memakai baju adat. Sehingga upacara di Selasa, 3 Januari 2023 sangat meriah. 

Semua guru madrasah menggunakan baju adat, penyuluh agama menggunakan batik seragam lalu guru RA menggunakan batik IGRA. Hitam putih untuk para petugas upacara. Benar-benar mencerminkan bahwa kita Bhineka Tunggal Ika. 

Pada amanat upacara disampaikan oleh kepala Kemenag Kabupaten Tulungagung, saya menggaris bawahi beberapa hal, diantaranya. Pertama pergantian tahun dari 2022 menuju tahun bru 2023 hendaknya dimaknai dengan khusus. Kedua, bertanya kembali sudahkah kita mengabdi sebagaimana khittahnya Kemenag. Ketiga, mengajak para ASN untuk memperbaiki niat demi melayani masyarakat.

Keempat bahwa jangan sampai diantara kita ada perpecahan, provokator apalagi menyambut pemilihan 2024. Hanya disebabkan suatu pilihan politik yang berbeda. Maka harus kita pegang teguh kerukunan antar umat beragama dan toleransi. Sehingga Indonesia Hebat akan terwujud.

Suasana yang menarik di lokasi adalah salah satu MTs Negeri 4, yang semua gurunya totalitas dalam memakai baju adat. Samping kanan dan kiri kami berbaris pun juga demikian, ada banyak kostum mulai dari Bali, Kalimantan, Madura, dan Sumatra. Tentu saja yang mendominasi adalah baju kebayak Jawa dan laki-lakinya indentik dengan blangkon. Dari situ kita tahu, Indonesia itu luar biasa hebatnya. Bangga rasanya dengan negara tercinta.

Lalu hal menarik lainnya adalah, momen foto bermusafahah dengan teman, sesama seprofesi. Moment bertemu bersilaturrohim kembali dengan guru kami dulu, yang Alhamdulillah kami mengikuti jejak beliau yakni dengan profesi yang sama. Selanjutnya, foto bersama dan melihat banyaknya guru yang diberikan penghargaan serta beberapa madrasah negeri pada prestasi yang telah berhasil didapatkan melalui lomba-lomba tingkat Nasional. 

Semoga Kementrian Agama Republik Indonesia semakin berprestasi di berbagai bidang dan semakin jaya. Menjadi pelayan masyarakat terbaik. Para jajaran pimpinan serta pejabat semakin amanah dan adil serta barokah. Amin. Salam semangat dan selamat Hari Amal Bhakti Ke 77.

Selasa, 03 Januari 2023

Semester Genap Di Tahun Baru 2023





Pelajaran Pertama di awal semester genap dan di tahun baru pula 2023 adalah Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Harusnya, mereka olahraga yang identik praktek di lapangan. Kali ini sedikit berbeda, mengenalkan olahraga dengan teori terlebih dahulu.

Selain menerima pelajaran, terlebih dahulu dikenalkan mata pelajaran yang sedikit berbeda dengan semester ganjil. Sebab, di semester ganjil menggunakan Kurikulum 2013 identik dengan Tematik. Saat ini, menggunakan Kurikulum Merdeka, yang muatan pelajaran akan dipecah menjadi satu persatu. Sebetulnya, hak demikian memberikan angin segar baik bagi gurunya maupun siswanya. Minimal, dalam belajar lebih mudah dan lebih fokus.

Materi yang dipelajari di hari pertama ini adalah tentang Variasi Pola Gerak dalam Aktivitas Senam Lantai. Saya mencoba, membiasakan untuk mereka sebelum mengerjakan soal membaca terlebih dahulu. Jenis membaca yang saya instruksikan adalah membaca dalam hati. 

Ternyata, ada beberapa situasi yang saya temukan. Pertama, membaca sampai tertidur. Sehingga, ketika tanya jawab, dia hanya terdiam. Kedua, membaca hanya dibolak balik, hanya dibaca beberapa sub babnya saja. Ketiga, dibaca dengan serius, sambil digaris bawahi point penting. Tipe ketiga ini, mereka memiliki semangat yang besar, katanya "mumpung bukunya baru bu". Kelebihannya lagi, mereka sangat lancar dalam mengerjakan soalnya dan ketika ditanya pasti bisa menjawabnya.

Mari di awali dengan Bismillah dan niat serta tekat bulat yang tinggi. Dan semoga semester genap ini, kalian lebih semangat dalam belajarnya. Terutama pembiasaan untuk membaca harus ditingkatkan. Mari terus berprestasi salam semangat.

Wanita Tangguh Adalah Umiku


Wanita tangguh adalah ibu. Sepertinya siapa pun, akan tetap mengidolakan ibu. Dan setiap anak pasti memiliki rasa bahagia dan hangatnya seorang ibu. Terlepas dari apapun kisahnya dan momennya. Saya pun juga demikian, maka benar memang "jimat" seorang anak hanyalah doa ibu. Surga di telapak kaki ibu, sebegitu mulianya hati ibu.

Tiba-tiba brebes terharu mengingat perjuangan Umik saya. Sepertinya tidak bisa di sebutkan satu persatu. Segala yang dilakukan beliau untuk putra putrinya. Ceritanya saya pernah harus kembali Malang, dengan jadwal jam bus paling akhir, ternyata hujan lebat melanda, sedangkan posisi Umi dan saya masih menaiki kendaraan bermotor tanpa jas hujan. Namun, beliau tiba-tiba berhenti di warung bakso, mengutus saya turun dan makan. 

Setelah beliau memesankan bakso untuk saya. Beliau matur "tunggu di sini, sampek Umi kembali, sambil menunggu hujan berhenti, habiskan baksonya". Beliau nekat menerjang hujan rela basah kuyup hanya demi untuk membeli jas hujan untuk saya. Yang membuat menangis adalah beliau hanya membeli satu untuk saya. Beliau tetap hujan-hujanan dan basah kuyup.

Hati saya rontok, seakan tidak mau balik ke Malang. Ingin balik ke rumah saja. Tapi kata Umi "westo pasti ada bus, slamet sampek Malang, dan sekolah tolabul ilmi sing tenanan". Benar-benar air mata saya tidak bisa di hentikan. Beliau tetap dengan basah-basahan menunggu bus datang dan memastikan saya masuk tanpa basah sehelaipun. Di bus pada waktu itu, saya nangis tanpa henti, dan hanya berdoa serta sholawat tanpa henti.

Padahal biasanya ketika naik kendaraan umum, saya pasti tidur apapun suasananya. Kali itu, saya nangis sesenggukan, meskipun lirih tapi entah merasa banyak dosa dan nelongso sekali hati saya melihat Umi. Dua puluh menit kemudian, saya menelfon Umi, tapi belum diangkat, pikiran sudah melayang. Setelah sepuluh menit kemudian, Umi menelfon balik dan berkata "wes teko endi?" Saya pun belum menjawab tapi malah berbalik tanya "Umi, mpun dugi ndalem? Sampun siram?" Hati ibu pasti sangat paham, beliau menjawab "uwes, gak usah khawatir, teko endi saiki sampeyan?" Tapi saya malah menangis. Ah,,,, setelah itu saya mengambil nafas agar lebih tenang dan menjawab pertanyaan beliau.

Itu hanya secuil cerita. Masih banyak cerita yang lebih haru. Bagaimana tangguhnya, seorang ibu. Menjadi garda terdepan untuk anaknya. Wanita kuat di segala kondisi, wanita bijaksana meskipun kata orang beliau terkenal "tegasnya" terhadap anaknya. Penuh dengan disiplin terutama kaitannya dengan ilmu agama, sholat, ngaji dan lain-lain.

Semoga kita sebagai wanita, juga harus hebat, kuat, dan ibu yang baik untuk putra putri kita. Dan ibu kita diberikan kesehatan serta umur yang barokah. Bagi teman-teman yang sudah ditinggalkan Ibunya, saatnya terus di setiap sujud untuk melantunkan doa untuk beliau.

Salam semangat

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...