Minggu, 23 Juni 2024

Bukan Mudah Untuk Sebuah Perpisahan

 


Sedihnya bukan main ketika harus memutusakan untuk tidak menjadi bagian dari wali kelas. Pengabdian yang selama ini dibangun dengan mereka bukan hal yang mudah untuk dilupakan dengan sesingkatnya waktu. Sedih memang, tetapi harus diputuskan agar tidak banyak merepotkan dan mengecewakan.

Sebuah nasehat bahwa "rawatlah tempatmu bekerja, meski tidak membuatmu kaya, tetapi disitulah rizkimu ada" itu benar adanya.

Siswa-siswi yang terdiri dari dua puluh tiga dengan nama panggilan yang saya hafal persis, mulai absen pertama sampai terakhir hampir dua tahun menjadi wali kelasnya tahun ketiga harus melepasnya, berat. Alfa, Alifa, Alvino, Chelsy, Dafa, Handsome, Izza, Ihsan, Sabil, Zidan, Faqih, Nizam, Safira, Raisa, Naila, Tisya, Alya, Abel dan Danish. Mereka semua luar biasa dengan masing-masing kecerdasan dan bakatnya.

Ahrg,,,,sangat sedih dan haru biru mengingat cerita-cerita lucu dengan mereka. Pengalaman-pengalaman baru yang selalu kami pelajari bersama, sungguh sangat istimewa. Kadang membuat terkejut dan tertawa, kadang juga membuat stres yang ujung-ujungnya membuat pasrah.

Saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga besar wali murid yang sekarang sudah dikelas akhir yakni kelas VI. Begitu juga dengan semua guru formal yang selama ini sudah menjadi partner dengan segala hal cerita. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan.

Banyak doa serta harapan yang terbaik untuk semuanya. Semoga menjadi lebih baik begitu juga dengan saya pribadi. Terima kasih juga masih diizinkan untuk ikut mengaji atau bagian dari guru ngaji, meskipun itu tidak penuh. Sekali lagi Mohon maaf dan terima kasih dan semoga tali silaturahmi kita semua masih berlanjut sampai kapanpun.

Jumat, 21 Juni 2024

Air Mataku




Mungkin Mulutku Kilu

Tak Bisa Berkata-kata

Tiba-tiba Hatiku Dingin Membeku

Menjelaskan Betapa Kecewanya


Mataku Berbicara

Seperti Kejutan Tak Kusangka

Bahwa Hal Itu Terjadi

Membangun Fitnah Dan Adu Domba


Sungguh Tak Menyangka

Sebusuk Itu Hati Dan Pikiran

Sangat Puas Membawa Angin Keburukan

Aku Semakin Membenci

Manusia Bermuka Dua Dan Berbulu Domba


Naudzubillah

Dibumi ini Sirnalah 

Dan Hindarkanlah

Jauhkanlah

Kamis, 20 Juni 2024

Hikmah Rihlah






Banyaknya sebuah rencana akan menjadi sebuah misteri dan mimpi jika tanpa realisasi. Rencana rihlah yang sudah disusun jauh-jauh hari dengan segala kerempongan para ibu-ibu selalu mewarnai. Meski begitu tetap saja membuat bahagia dan semangat.

Alhamdulillah bisa berkunjung di sebuah pantai dengan teman-teman Dosen STAI MAS. Melepas penat yang sementara dengan melihat pemandangan yang hijau dan bentangan laut yang tanpa batas. Melihat para nelayan yang sedang sibuk meminggirkan perahu.

Kegiatan di pantai selain makan yakni berjalan-jalan dan mengambil foto dengan segala macam gaya untuk berpose. Pasirnya memang terlihat sedikit gelap namun tetap indah. Makan dengan menu seafood dan minum degan serta ngemil krupuk goreng wedhi, sungguh kriuk kriuk renyah.

Ngobrol ngalor ngidul tidak jelas, koceh dengan air laut melepas pikiran yang kaku.

Hikmah yang luar biasa bisa diambil adalah bagaimana memelihara dan selalu bersyukur atas segala yang terjadi. Bahkan di deburan ombak yang begitu tenang dan alus terdapat iringan kalimat tayyibah yang menghiasi hati. Dan tidak ada daya upaya selain dari kekuatan illahi. Dan semua itu akhirnya lahir pada senyuman dan ketenangan hati dan pikiran. 

Di balik hikmah cerita rihlah, ketika waktunya dan siap-siap pulang sudah di mobil. Sudah rapi dan ternyata HP-ku belum masuk tas. Sontak aku pun berlari ke toilet tempat aku ganti. Beberapa teman menenangkan dan mencoba untuk menghubungi. Alhamdulillah HP-masih ada di toilet tersebut. Hm...harus lebih hati-hati dan semua tidak boleh tergesa-gesa. 

Terima kasih untuk hari yang sangat bermakna. Selamat membaca 

Selasa, 18 Juni 2024

Tulisan Yang Lama Tenggelam



Ternyata Aku Banyak Kehilangan

Tak Terasa Aku Mundur Perlahan

Aku Juga Menghindar

Padahal Kau tak Pernah Menginginkan


Betapa Berharganya Sebuah Waktu

Hingga Aku Tak Pernah Peduli Lagi

Sebetulnya Aku Sadar Itu Merugi

Membiarkan Yang Berharga Pergi

Betapa Bodohnya Diri Ini


Bukan Kehadiran Dan Tatapan

Namun Tulisan Yang Lama Tenggelam

Aku Merindu Aku Dulu

Mengabadikan Sejarah Perjalanan

Rabu, 29 Mei 2024

Bukan Prioritas


 Jika Bukan Prioritas

Semua Tak Akan Membekas

Jika Bukan Prioritas

Maka Melakukan Kebebasan

Jika Bukan Prioritas

Maka Dengan Mudah Terlepas


Biarlah Terbang Bebas

Jangan Kau Halangi 

Biarkan Melebarkan Sayap

Jangan Pernah Kau Caci

Segala Halnya Telah Cukup

Yang Menjadi Perjuangannya 


Sadarlah Bahwa Bukan Prioritas

Selama Ini Kau Tak Pernah Hiraukan

Perjuangan Dan Pengorbanan

Seakan Tidak Ada Nilainya

Kini Pun Kau Hendaknya Sadar

Bahwa Kau Bukan Prioritas

Senin, 27 Mei 2024

Tulisanku Berhamburan


Tulisanku banyak yang berhamburan. Banyak sekali terjangan alasan. Itulah mengapa merawat tulisan itu seperti merawat dan menjaga mood. Obat paling mujarab ketika rindu dengan aktivitas menulis adalah membaca dan kembali menulis. 

Apa yang dibaca? Salah satunya adalah tulisan sendiri. Sehingga mengatakan dalam hati "oh ternyata bisa ya,," "tulisan mek ngene yokok dadi". Itulah rasa rindu kepada menulis. Banyak sekali kalimat yang memotivasi untuk kembali kepada aktivitas menulis. Namun, juga tidak sedikit yang mematahkan semangat.

Bayang-bayang yang semu seperti ungkapan yang hanya menggaung di udara, memang kadang-kadang boleh tidak didengarkan. Hal-hal yang membangkitkan aktivitas menulis tetap harus dikobarkan. Ternyata, setelah terbiasa menulis lalu kebiasaan itu tiba-tiba terkikis, hidup seperti hilang tanpa adanya bukti sejarah. Baru-baru ini menyadari hal tersebut. Memang ada sebuah foto tetapi foto hanya melukiskan gambar. Tanpa ada suatu kalimat tersusun lalu menjadi diskripsi, narasi rasanya kurang.

Mulai dari hari ini, mulai membongkar segala kegiatan yang bisa ditulis. Bukan, untuk mengemis sebuah tulisan hanya saja kisah dan perjalananku ingin menjadi sejarah entah berharga atau tidak yang paling penting menulis. Back to write

Selasa, 14 Mei 2024

Masih Belum Mengerti


layak atau tidak layak

seperti keusangan dan keasingan

yang tidak pernah tahu

sebegitunya cepat berubah

itulah perasaan manusia


semua berpotensi dengan hal yang sama

namun bagaimana untuk mengendalikan

semua manusia memiliki aib

semua manusia memiliki sisi baik dan buruk


jangan mencari muka

cukup selalu perbaiki diri

untuk menjadi manusia yang lebih bermanfaat 

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...