Minggu, 28 Februari 2021

Marah



Muram

Memerah

Kecewa

Marah 

Jadi Satu


Benar-Benar Marah

Semarah Marahnya

Melihat Dengan Mata Kepala

Mengambil

Memakan

Meminum

Sesuka Hati

Dengan Sengaja

Yang Bukan Haknya


Awalnya Hanya Bertanya

Apa ???

Tapi Dilarang


Semenit Kemudian

Semua Ludes

Tak Tersisa


Sekali Lagi

Itu Bukan Hak Kamu

Kamis, 25 Februari 2021

Buku Pertama


Rasanya nano nano banget, bisa mempunyai kesempatan yang luar biasa. Setelah sekian lama tak meneruskan dunia menulis seperti di bangku kuliah. Tapi, sekarang perlahan bisa menulis kembali sangat bersyukur.

Lalu, di berikan bonus yang membuat hati senang. Yakni menerbitkan buku bersama teman-teman yang dibimbing dan difasilitasi oleh guru sekaligus Dosen kami yakni Bapak Ngainun Naim. 

Mungkin yang beberapa dari anda sudah membaca tulisan di blog saya. Bagaimana awalnya saya harus menulis dan kenal beliau. Ya beliau adalah salah satu dosen IAIN Tulungagung. 

Saya banyak mengucapkan banyak terimakasih kepada beliau. Yang memfasilitasi kami di bidang menulis. Meski saya sendiri masih jauh dari kata baik dalam dunia tulis menulis. Setidaknya buku ini memberikan suatu yang tak ternilai pengalamannya.

Buku ini memang bukan buku solo saya. Sebagian teman yang melihat saya dengan buku ini, sempat berkata "halah, namanya hanya satu saja bangga". Sempat kaget, tapi ya biarlah orang berkomentar apa.

Setidaknya saya sudah membuktikan bahwa saya mampu menulis, dari pada sama sekali tidak menulis. Toh,,, orang yang berkomentar itu tugasnya ya hanya komentar dengan lisan yang ringan. Tapi tidak pernah menulis. Jadi, terus saja maju anggap angin yang berlalu.

Buku ini adalah antologi pertama saya yang telah terbit. Buku ini tentu ditulis oleh lebih dari satu orang. Artinya buku ini disusun bersama-sama dan banyak penulis.

Meski buku yang ditulis bersama atau antologi, saya mengapresiasi diri saya sendiri bahwa ini adalah secuil proses untuk melangkah ke depan. Terutama pada dunia menulis. Kedepannya pasti banyak hal baru serta pengalaman yang lebih di dunia menulis.

"Sejuta Cerita Tentang Ibu" buku antologi ini memberikan banyak cerita serta pengalaman unik dari banyak penulis. Sehingga sosok Ibu itu dijelaskan dengan sangat sangat luas serta luar biasa perjuangan, pengorbanannya.

"Malaikat Itu Bernama Ibu"sekilas salah satu judul di dalam buku tersebut. Ya itu punya saya, dihalaman seratus tujuh. Memang buku ini kumpulan cerita tentang Ibu, sehingga ini merupakan kado kecil buat Umi saya. Alhamdulillahnya, sudah bibaca oleh beliau umi saya. Sajak puisi sederhana sebagai ungkapan sayang dan bermilyaran terimakasih untuk Umi.

Di luar sana banyak penulis yang jauh lebih keren, luar biasa dalam karyanya. Tapi, dalam keberhasilan penulis itu sendiri, akan terlihat dengan kegiatannya menulis, tulisannya dan menerbitkan yaitu dengan proses.

Jadi selalu hargailah proses.

Jangan lelah.

Percaya bahwa menulis itu berkah.


Lakukan Saja



Berkata Saja

Jika

Tak Pantas


Berkata Lagi

Jika

Selalu Salah


Lalu Berkata Terus

Bahwa Tidak Pas

Dan Selalu Kurang


Tunggu Dulu

Karena

Hanya Berkata

Dan Jika


Coba

Dan Lakukan

Saja

Hijau



Ku Menemukan

Seluas Mata Memandang

Hamparan Hijau Tak Terbatas


Hatiku Bergumam

Seluas Itu Warna Hijau

Dibawah Langit Yang Membiru


Cantiknya

Eloknya 

Dua Warna Atas CiptaanNya





Fotonya Firda Wahyu Lia, Big Thanks Sister

Rabu, 24 Februari 2021

Jadilah Dirimu



Dinding Putih

Tegak Kokoh

Di Pojok Sana

Berkata


Hijaunya Duniamu

Teduhnya Hatimu

Dan Hangatnya Jiwamu

Cukuplah Jadi Dirimu


Kau Seduh Kopimu

Dengan Air Mendidih

Sejenak Jangan Hiraukan 

Pikuk Wajah Aslimu

Dimata Mereka


Karena Hanya Dirimu

Dan Tuhanmu Yang Tahu

Siapa Dirimu

 

Selasa, 23 Februari 2021

Lantunan


 

Hujan Deras 

Mengguyur

Suara Air Berjatuhan

 Sepanjang Malam


Disisi Jendela

Terlihat Gelap Gulita

Membasahi

Halaman Dan Dedaunan

Yang Tanpa Atap


Lantunan

Lirih

Lembut

Tiba Terdengar

Laaa Ilaha Illallah

Laaa Ilaha Illallah

Laaa Ilaha Illallah


Terus Dan Terus 

Berulang Ulang

Menambah Basah

Dan Derasnya

Denyutan Nadi Ini


Laaa Ilaha Illallah

Tiada Tuhan Selain Allah

Senin, 22 Februari 2021

Demam Tanam Menanam



Kalau demam, pasti rasanya badan ini pening dan hangat. Sama saja seperti baru-baru ini banyak orang yang demam karena tanaman. Tidak usah jauh-jauh saya sendiri.

Dulu sebelum ada hajatan rumah saya penuh dengan tanaman bungan seperti anggrek tanah, kamboja, bugenfill dan pernah juga ada pentris. Karena kebutuhan hajatan ya sudahlah semua dibersihkan. Sungguh sayang. 

Namun, sekarang keadaan berbeda apalagi di musim pandemi ini. Orang-orang banyak kerja dan berkegiatan dari rumah. Nah salah satu untuk menyibukkan kegiatannya adalah dengan tanam menanam tumbuhan hias seperti bunga.

Sehingga di pasar bunga pun harga tanaman juga melangit. Anehnya, saya suka membeli tanaman itu, namun kadang untuk merawatnya kurang rajin atau kurang tlaten.

Otomatis yang merawat adalah umi saya. Hihihi tanaman-tanaman tersebut banyak yang "ndeder"/nampak sendiri dari indukan sendiri. Ada juga yang barter dengan saudara dan juga beli. Ada juga yang dapat dari trutusan tegalan. 

Diakhir pekan saya menyempatkan untuk berkunjung ke pasar bunga atau toko bunga dan toko plastik. Sekedar cuci mata kalau ada yang cocok dan sesuai kantong ya beli bunga atau potnya. Tidak yang mahal-mahal dulu, yang sederhana tapi cantik dan elegan ditata di depan rumah.

Semoga tidak hanya jadi demam yang hangat-hangat kemudian hilang dan bosan. Karena bertanam dan merawat tanaman sebagian dari melestarikan alam dan memproduksi oksigen yang jauh lebih banyak.

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...